Oleh Sofia Mansoor

Tidak terasa sudah tiga dasawarsa saya menekuni dunia penerjemahan, dan berbagai cara pembayaran honor terjemahan pernah saya alami. Pada awal karier pada tahun 1980-an, ketika bahan yang saya terjemahkan dan sunting kebanyakan berupa buku, pembayaran honor sangat sederhana. Setelah pekerjaan selesai, jumlah halaman hasil terjemahan dihitung, dikalikan tarif per halaman, dan honor pun langsung dikirim oleh penerbit ke rekening bank saya. Sampai sekarang cara ini tentu tetap dianut oleh klien domestik, termasuk para penerbit buku. Yang berbeda hanyalah cara penghitungan honor yang belakangan ini dihitung berdasarkan jumlah karakter hasil terjemahan, alih-alih jumlah halaman terjemahan.

Read the rest of this entry