Salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia itu keren adalah karena pembentukan kata dalam bahasa Indonesia cukup mudah dan berpola. Imbuhan atau afiks adalah alat bantu penting dalam proses tersebut yang dapat mengubah fungsi, bentuk, serta makna suatu kata. Ada tiga jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Di antara ketiga jenis imbuhan tersebut, awalan adalah yang paling kompleks aturannya.
Awalan
January 9th, 2010Standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan 2010
January 5th, 2010Setiap tahun, Departemen Keuangan Republik Indonesia menerbitkan suatu standar biaya umum sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga untuk menghitung biaya kegiatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran mereka. Standar biaya umum adalah satuan biaya paling tinggi yang ditetapkan sebagai biaya masukan dan/atau indeks satuan biaya keluaran. Untuk tahun 2010 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 01/PM.2/2009 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2010 yang ditetapkan pada tanggal 4 Maret 2009. Peraturan ini juga memuat standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan yang dapat dijadikan acuan bagi para penerjemah.
Lembaran sejarah di balik nama-nama bulan
January 3rd, 2010Selamat tahun baru 2010. Tahukah Anda bahwa di masa lalu tidak ada bulan Januari yang selalu kita sambut sebagai awal tahun baru? Bangsa Romawi merayakan tahun barunya pada tanggal 1 Maret! Bagaimana bisa begitu? Dan sejak kapan awal tahun baru berganti menjadi Januari? Wisata Kata di awal tahun ini membawa Anda menerawang ke masa lalu dan membuka kembali lembaran sejarah di balik nama-nama bulan.
Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku
January 1st, 2010Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.
Menautkan surel dengan akun Yahoo
December 17th, 2009Beberapa Bahterawan mungkin telah mendaftar ke milis dengan menggunakan akun surel non-Yahoo, misalnya dengan gmail, hotmail, atau bahkan akun surel kantor. Masalah muncul ketika mencoba mengakses arsip atau fitur lain milis yang hanya dapat diakses dengan masuk log ke akun Yahoo.
Haruskah mendaftar ulang ke milis dengan akun Yahoo? Tentu tidak. Yang perlu dilakukan hanyalah menautkan surel yang telah digunakan untuk berlangganan milis dengan akun Yahoo Anda.
Mencicipi snack sambil menikmati punch
December 4th, 2009Dalam acara kuiz yang ditampilkan sebuah TV swasta kita, para peserta kuiz tidak dapat menjawab sebuah pertanyaan yang menyangkut asal-usul sebuah kata. Pertanyaannya kira-kira begini: “Apa nama makanan yang sekarang digemari anak muda kota besar, yang berasal dari nama orang? Makanan itu berupa dua iris roti berisi daging dan sayur.” Dengan beragak-agak, salah seorang peserta menjawab hamburger, dan peserta lainnya dengan tidak yakin menjawab pizza. Ternyata kedua jawaban itu salah. Ah … seandainya saja kita sudah mulai berwisata kata bersama Berita Buku, dan mereka ikut bersama kita, tentu hadiah kuiz yang jumlahnya lumayan itu bisa masuk kantong mereka. Anda mau tahu jawabnya? Memang bukan hamburger atau pizza, meskipun kedua makanan tersebut juga digemari remaja kota. Yang benar adalah … sandwich!
I am going today
October 22nd, 2009“I am going today” (Saya akan pergi hari ini) dan “I am going to die” (Saya akan mati) terdengar mirip bila seorang Australia “totok” yang mengucapkannya. Demikian canda orang untuk mengungkapkan keunikan lafal Inggris orang Australia. Seorang teman yang pernah menuntut ilmu di negeri kanguru itu mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu sedikitnya dua bulan untuk bisa benar-benar memahami ucapan orang Australia. Lennie Johanson, pengarang buku Australian Slang, mula-mula merasa heran mengapa penutur bahasa Inggris dari negara lain mengalami kesulitan memahami pembicaraan orang Australia. Barulah setelah mengkajinya lebih dalam, ia menyadari bahwa ternyata cukup banyak kata atau ungkapan Australia yang berbeda artinya dengan yang dipahami oleh penutur bahasa Inggris lain. Mungkin sama dengan yang pernah kita bicarakan dalam Wisata Kata ketika membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia.
Narabahtera Bandung ngariung
October 16th, 2009Siang tanggal 16 Oktober 2009 pukul 12.00-14.30 sejumlah Narabahtera yang bermukim di Bandung/Cimahi ngumpul di rumah makan Gudeg Yu Nam, di Jl Trunojoyo 38, Bandung. Saya tiba paling dulu, sebelum jam 12. Koq sepi dan tutupan? Apa gak salah tempat ya? Jadi saya tanya sama seorang pria di situ, “katanya ada janjian di sini jam 12?” “Oh ya”, katanya. Barulah rumah makan ini buka deh, dan diserbu oleh pengunjung-pengunjung lain yang non-Narabahtera, yang kelaparan pas jam makan siang.
Mengenai RINCI dan PERINCI
October 5th, 2009Pada mulanya adalah Slamet Djabarudi, wartawan Tempo yang bahasawan, yang penasaran dengan apa sebetulnya kata dasar “memerinci“. Pada awal dasawarsa delapan puluhan saya kira. Jadi, belum ada KBBI. Pusat Bahasa masih mengandalkan Kamus Umum Bahasa Indonesia Mas Poer.
Slamet memang menemukan lema PERINCI di kamus itu. Turunannya: PERINCIAN yang setali tiga uang dengan PERINCISAN. Namun, di sana tersua petunjuk bahwa bentuk baku PERINCI adalah RINCI. Pada lema RINCI ada MERINCI: (1) ‘memecahkan (membagi-bagi, menguraikan) kecil-kecil’; (2) ‘menerangkan (merancang dsb.) yang menyebutkan bagian-bagiannya yang kecil-kecil’. Ada pula turunan PERINCIAN: (1) ‘pembagian yang kecil-kecil’; (2) ‘uraian (suatu) perancangan’.
Dari manakah asal kata “Anda”?
October 2nd, 2009Dari manakah asal kata “Anda”? Menurut Ajip Rosidi dalam tulisannya, Kegagalan “Anda”, di rubrik Stilistika di Pikiran Rakyat, kata ini tercipta pada tahun 1958 ketika Rosihan Anwar, pimpinan koran Pedoman saat itu, mengundang para pembacanya untuk urun usul kata ganti orang kedua yang dapat dipakai terhadap semua orang seperti kata “you” dalam bahasa Inggris. Dari banyak usul yang masuk, menurut Ajip, akhirnya dipilih kata “anda” yang diusulkan oleh seorang mayor penerbang dari Palembang.
Dalam tulisannya, menurut Ajip, setelah lewat setengah abad, keinginan Rosihan Anwar untuk menemukan satu kata ganti orang kedua yang dapat dipakai terhadap semua orang seperti kata “you” dalam bahasa Inggris ini tidak berhasil tercapai.
Benarkah? Sebagai orang yang mengenal Rosihan Anwar secara pribadi, di milis Bahtera, Akhmad Bukhari Saleh (ABS) menjabarkan sedikit cerita di balik layar tentang peristiwa ini: alasan pencarian, alternatif kata, serta mengapa “Anda” ditulis dengan diawali huruf kapital. Sebelum menyimak tulisan ini, jangan lupa untuk membaca dulu tulisan Ajip Rosidi, Kegagalan “Anda”.