Akan Terbit: Tersesat Membawa Nikmat Versi Braille

January 23rd, 2010

Alhamdulillah, pada pertengahan bulan Januari 2010 ini, moderator milis Bahtera (diwakili oleh Sofia Mansoor serta Maria E. Sundah) dan Yayasan Mitra Netra (YMN) telah menandatangani surat perjanjian kerja sama  penerbitan buku Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat (TMN) dalam versi Braille.  Kerja sama penerbitan TMN dalam format Braille ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh 45 orang penulis TMN, termasuk pendiri dan anggota tim moderator milis Bahtera, kepada Gerakan Seribu Buku untuk Tunanetra yang diselenggarakan oleh YMN.

Read the rest of this entry »

UU 24/2009, penerjemah, dan juru bahasa

January 17th, 2010

Pada hari Sabtu, 16 Jan 2010, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) mengadakan suatu diskusi yang membahas topik “UU 24/2009: Peluang Kerja untuk Penerjemah dan Juru Bahasa” di Pusat Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur. Diskusi ini dipandu oleh Kukuh Sanyoto (Wakil Ketua II HPI) sebagai moderator dan menghadirkan dua pembicara: Sugiyono Shinutama (Kabid Pengembangan Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa) dan Junaiyah H. Matanggui (Konsultan dan Praktisi Bahasa Indonesia).

Read the rest of this entry »

Awalan

January 9th, 2010

Salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia itu keren adalah karena pembentukan kata dalam bahasa Indonesia cukup mudah dan berpola. Imbuhan atau afiks adalah alat bantu penting dalam proses tersebut yang dapat mengubah fungsi, bentuk, serta makna suatu kata. Ada tiga jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Di antara ketiga jenis imbuhan tersebut, awalan adalah yang paling kompleks aturannya.

Read the rest of this entry »

Standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan 2010

January 5th, 2010

Setiap tahun, Departemen Keuangan Republik Indonesia menerbitkan suatu standar biaya umum sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga untuk menghitung biaya kegiatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran mereka. Standar biaya umum adalah satuan biaya paling tinggi yang ditetapkan sebagai biaya masukan dan/atau indeks satuan biaya keluaran. Untuk tahun 2010 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 01/PM.2/2009 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2010 yang ditetapkan pada tanggal 4 Maret 2009. Peraturan ini juga memuat standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan yang dapat dijadikan acuan bagi para penerjemah.

Read the rest of this entry »

Lembaran sejarah di balik nama-nama bulan

January 3rd, 2010

Selamat tahun baru 2010. Tahukah Anda bahwa di masa lalu tidak ada bulan Januari yang selalu kita sambut sebagai awal tahun baru? Bangsa Romawi merayakan tahun barunya pada tanggal 1 Maret! Bagaimana bisa begitu? Dan sejak kapan awal tahun baru berganti menjadi Januari? Wisata Kata di awal tahun ini membawa Anda menerawang ke masa lalu dan membuka kembali lembaran sejarah di balik nama-nama bulan.

Read the rest of this entry »

Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

January 1st, 2010

Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

Read the rest of this entry »

Menautkan surel dengan akun Yahoo

December 17th, 2009

Beberapa Bahterawan mungkin telah mendaftar ke milis dengan menggunakan akun surel non-Yahoo, misalnya dengan gmail, hotmail, atau bahkan akun surel kantor. Masalah muncul ketika mencoba mengakses arsip atau fitur lain milis yang hanya dapat diakses dengan masuk log ke akun Yahoo.

Haruskah mendaftar ulang ke milis dengan akun Yahoo? Tentu tidak. Yang perlu dilakukan hanyalah menautkan surel yang telah digunakan untuk berlangganan milis dengan akun Yahoo Anda.

Read the rest of this entry »

Mencicipi snack sambil menikmati punch

December 4th, 2009

Dalam acara kuiz yang ditampilkan sebuah TV swasta kita, para peserta kuiz tidak dapat menjawab sebuah pertanyaan yang menyangkut asal-usul sebuah kata. Pertanyaannya kira-kira begini: “Apa nama makanan yang sekarang digemari anak muda kota besar, yang berasal dari nama orang? Makanan itu berupa dua iris roti berisi daging dan sayur.” Dengan beragak-agak, salah seorang peserta menjawab hamburger, dan peserta lainnya dengan tidak yakin menjawab pizza. Ternyata kedua jawaban itu salah. Ah … seandainya saja kita sudah mulai berwisata kata bersama Berita Buku, dan mereka ikut bersama kita, tentu hadiah kuiz yang jumlahnya lumayan itu bisa masuk kantong mereka. Anda mau tahu jawabnya? Memang bukan hamburger atau pizza, meskipun kedua makanan tersebut juga digemari remaja kota. Yang benar adalah … sandwich!

Read the rest of this entry »

I am going today

October 22nd, 2009

I am going today” (Saya akan pergi hari ini) dan “I am going to die” (Saya akan mati) terdengar mirip bila seorang Australia “totok” yang mengucapkannya. Demikian canda orang untuk mengungkapkan keunikan lafal Inggris orang Australia. Seorang teman yang pernah menuntut ilmu di negeri kanguru itu mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu sedikitnya dua bulan untuk bisa benar-benar memahami ucapan orang Australia. Lennie Johanson, pengarang buku Australian Slang, mula-mula merasa heran mengapa penutur bahasa Inggris dari negara lain mengalami kesulitan memahami pembicaraan orang Australia. Barulah setelah mengkajinya lebih dalam, ia menyadari bahwa ternyata cukup banyak kata atau ungkapan Australia yang berbeda artinya dengan yang dipahami oleh penutur bahasa Inggris lain. Mungkin sama dengan yang pernah kita bicarakan dalam Wisata Kata ketika membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia.

Read the rest of this entry »

Narabahtera Bandung ngariung

October 16th, 2009

Siang tanggal 16 Oktober 2009 pukul 12.00-14.30 sejumlah Narabahtera yang bermukim di Bandung/Cimahi ngumpul di rumah makan Gudeg Yu Nam, di Jl Trunojoyo 38, Bandung. Saya tiba paling dulu, sebelum jam 12. Koq sepi dan tutupan? Apa gak salah tempat ya? Jadi saya tanya sama seorang pria di situ, “katanya ada janjian di sini jam 12?” “Oh ya”, katanya. Barulah rumah makan ini buka deh, dan diserbu oleh pengunjung-pengunjung lain yang non-Narabahtera, yang kelaparan pas jam makan siang.

Read the rest of this entry »