<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bahtera &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://blog.bahtera.org/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bahtera.org</link>
	<description>asah asih asuh bersama melayari samudra bahasa dan terjemahan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 13:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Menatah Makna</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2011/02/menatah-makna/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2011/02/menatah-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 16:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofia Mansoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Buku Alih Bahasa: Menatah Makna merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya dari seri yang sama, Tersesat Membawa Nikmat, yang menghimpun tulisan karya penerjemah dan juru bahasa yang tergabung dalam milis Bahtera (BAHasa dan TERjemahan IndonesiA). Memang tidak terasa, lebih dari setahun telah berlalu sejak diluncurkannya buku Bahtera pertama, Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat pada Juli 2009 di Malang, saat dilangsungkannya acara perayaan hari ulang tahun ke-12 Bahtera, milis para penerjemah Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2011/02/Menatah-Makna.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-746" style="margin-left: 5px;" title="Menatah-Makna" src="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2011/02/Menatah-Makna-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Buku Alih Bahasa:<em> Menatah Makna </em>merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya dari seri yang sama<em>, <a href="http://blog.bahtera.org/2009/07/tersesat-membawa-nikmat/">Tersesat Membawa Nikmat</a></em>, yang menghimpun tulisan karya penerjemah dan juru bahasa yang tergabung dalam milis Bahtera (BAHasa dan TERjemahan IndonesiA).</p>
<p>Memang tidak terasa, lebih dari setahun telah berlalu sejak diluncurkannya buku Bahtera pertama, Alih Bahasa: <em>Tersesat Membawa Nikmat</em> pada Juli 2009 di Malang, saat dilangsungkannya acara perayaan hari ulang tahun ke-12 Bahtera, milis para penerjemah Indonesia.</p>
<p>Kali ini kami datang kembali menyapa pembaca dengan membawa aneka kisah lain tentang kehidupan para penerjemah dan juru bahasa dalam menekuni keseharian mereka, diawali dengan dengan laporan pandangan mata dan kesan tentang penyelenggaraan konferensi Asian Translators Forum, ajang temu penerjemah dan juru bahasa internasional di Macau yang berlangsung tanggal 6–8 November 2010. Laporan ini ditulis dengan semangat beragih yang merupakan perwujudan moto milis Bahtera, ’asah, asih, asuh.’</p>
<p><strong><span id="more-745"></span>Mengapa <em>Menatah Makna</em>?</strong></p>
<p>Mengapa buku Bahtera ke-2 ini diberi judul Menatah Makna?</p>
<p>Tugas yang dipikul praktisi profesi penerjemah dan juru bahasa layaknya tugas para empu yang menatah batu menjadi prasasti atau menatah logam menjadi keris dan berbagai peralatan untuk kegiatan hidup manusia. Dalam melaksanakan pekerjaannya, penerjemah atau juru bahasa dapat dikiaskan menatah makna untuk menyampaikan pesan dan memberi solusi komunikasi.</p>
<p>Dalam <em>Menatah Makna</em> ini, kami persembahkan 58 kisah yang ditulis oleh 45 orang Bahterawan, anggota milis Bahtera. Dan, seperti juga pada buku Bahtera yang pertama, pada buku kedua ini pun kami mengelompokkan semua naskah tersebut ke dalam beberapa bagian yang memiliki benang merah yang sama. Memang pengelompokan ini tidak selalu mudah, tetapi kami merasa perlu melakukannya agar Anda, pembaca, dapat menikmati aneka kisah itu dengan lebih nyaman, tanpa perlu mengerutkan dahi dan kehilangan arah.</p>
<p>Dalam bagian pertama, <strong>Sebermula</strong>, kami tampilkan delapan kisah yang bercerita tentang pengalaman pertama dalam dunia penerjemahan atau alasan yang memutuskan para penulisnya menekuni dunia penerjemahan. Contohnya, dalam tulisan berjudul <em>Profesi Impian</em>, Bahterawan Desak Nyoman Pusparini dari Bali menceritakan pengalamannya mewujudkan cita-cita menjadi penerjemah dengan mengikuti kuliah di Jurusan Bahasa Inggris, Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.</p>
<p><strong>Waduuh…!!</strong> yang menjadi judul bagian kedua diisi oleh tujuh naskah yang, sesuai dengan benang merahnya berkisah tentang pengalaman para penulisnya berkutat dengan berbagai kesulitan saat menangani penerjemahan. Naskah berjudul <em>CAT Tools</em> yang ditulis oleh Bahterawan D. Rahadi (Eddie) Notowidigdo dari Jakarta sebetulnya tidak terlalu waduuh…, namun kami masukkan ke bagian ini karena banyak pemula melontarkan ucapan itu saat pertama kali berkenalan dengan perangkat lunak yang dijuluki si meong ini.</p>
<p>Pada <strong>Seputar Profesi</strong> dikelompokkan tidak kurang dari 12 naskah yang bercerita tentang aneka jenis pekerjaan “lain” yang ditekuni para pelakunya, namun yang masih sangat erat kaitannya dengan kegiatan penerjemahan. Salah satu yang menarik adalah <em>Remote Working vs. Koneksi Internet Siputlike</em> yang dengan memikatnya ditulis oleh Vina Andriyani dari Bandung. Seperti apakah menjadi pegawai perusahaan di negeri Obama, menggunakan peralatan mereka, bekerja dalam zona waktu mereka, tetapi semuanya dilakukan di rumahnya di Bandung? Apa yang dimaksudkannya dengan koneksi siputlike? Para pendahulu kita mungkin tidak bisa membayangkan ada jenis pekerjaan seperti itu di abad ke-21 ini.</p>
<p>Ah, adakah yang belum mengenal singkatan UUD di zaman sekarang ini? Bukan, bukan Undang Undang Dasar, melainkan&#8230; <strong>Ujung Ujungnya Duit!</strong> Ini salah satu unsur yang teramat penting untuk mengukur kesuksesan seorang penerjemah. Kembali D. Rahadi Notowidigdo menceritakan pengalamannya menempa diri menjadi penerjemah sukses dengan memasarkan jasanya lewat internet dalam tulisannya <em>Memanfaatkan Internet untuk Memasarkan Jasa Terjemahan</em>. Pengalamannya pastilah sangat bermanfaat bagi para penerjemah pemula yang ingin merintis karier di dunia yang sangat kami cintai ini.</p>
<p>Seperti pada buku Bahtera 1, pastilah ada bagian yang menampung tulisan tentang pengalaman para penulisnya sebagai anggota milis Bahtera, yang kali ini kami namai <strong>Aku dan Bahtera</strong>, yang memuat lima tulisan. Dengan judul tanpa basa-basi, <em>Manfaat Menjadi Anggota Bahtera</em>, Tarie Soetarto dari Jakarta menceritakan pengalamannya menjadi anggota Bahtera setelah membaca artikel di <em>The Jakarta Post</em> pada Agustus 2007 yang memuat reportase tentang perayaan ulang tahun ke-10 Bahtera. Judul tulisannya sudah berbicara dengan sendirinya sehingga tidak lagi diperlukan komentar dalam Prakata ini.</p>
<p>Penerjemahan tidak dapat dipisahkan dari bahasa, bukan? Maka dalam bagian <strong>Cinta Bahasa</strong> kami tampilkan lima naskah dengan benang merah ini. Dengan judul <em>29 Tahun Bersama PPIT</em>, Bahterawan Katsujiro Ueno dari Jepang berkisah tentang pengalamannya selama 29 tahun membina hubungan baik antara masyarakat Jepang dan Indonesia.</p>
<p>Bagian selajutnya, <strong>Tutur</strong>, menampilkan sembilan naskah yang dengan jenaka menceritakan pengalaman para penulisnya saat berkiprah sebagai juru bahasa atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan <em>interpreter </em>atau penerjemah lisan. Tulisan <em>More Than Higher, More Than Smaller</em> yang ditulis Indra Blanquita asal Jakarta, menjabarkan informasi serius dengan cara yang  jenaka tentang sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh seorang juru bahasa.</p>
<p>Bagian terakhir sengaja diberi judul <strong>Curhat</strong> karena di sini tujuh orang Bahterawan mencurahkan <em>uneg-uneg </em>mereka selama mengarungi pahit manisnya dunia penerjemahan. Pengalaman Ingrid Nimpoeno yang harus berakrobat menyelesaikan penerjemahan novel sambil sekaligus berperan sebagai ibu rumah tangga tentu amat menarik untuk disimak. Nah, Anda tentu penasaran untuk mengetahui apa yang dimaksudkannya dengan istilah norak dalam tulisannya yang berjudul <em>Noraknya Menjadi Penerjemah Novel</em>.</p>
<p>Membaca pengalaman seseorang sambil mengenalnya, setidaknya mengenal wajah dan sekelumit penggalan kehidupannya, pastilah lebih mengesankan. Karena itulah, di setiap awal halaman naskah, kami ajak Anda berkenalan dengan penulisnya, sekaligus kami cantumkan biodata singkatnya sebagai catatan kaki.</p>
<p>Demikian pula, di halaman 201-208 sengaja kami tampilkan sejumlah foto yang merekam kegiatan Bahtera dalam berbagai acara serius seperti seminar dan pelatihan di berbagai kota, serta acara santai seperti wisata bersama dan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-12 di Malang dan yang ke-13 di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, beberapa gambar juga ikut meramaikan tampilan buku ini yang melukiskan ungkapan khas seloroh penerjemah, seperti <em>singa mati</em> yang berasal dari <em>dead line </em>yang berarti tenggat<em> </em>(atau jika dibaca dengan cara tertentu mirip bunyinya dengan <em>dead lion</em>)<em>.</em> Ada pula gambar yang mewakili masalah yang dihadapi penerjemah, seperti misalnya tenggat yang ketat dan tuntutan klien yang kadang melampaui batas kemampuan manusiawi.</p>
<p>Akhirul kata, dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan selamat membaca! Semoga ke-58 naskah ini semakin membuka wawasan Anda tentang lika-liku profesi  penerjemah dan juru bahasa.</p>
<p>Jakarta, Desember 2010</p>
<p>Sofia F. Mansoor dan Maria E. Sundah</p>
<p><em>Untuk memesan buku ini, silakan kirimkan surel ke sofiamansoor at gmail.com.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2011/02/menatah-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedoman bagi Penerjemah</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/02/pedoman-bagi-penerjemah/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2010/02/pedoman-bagi-penerjemah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 17:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya temukan yang memberikan pedoman teoritis sekaligus praktis untuk melakukan penerjemahan. Buku ini adalah buah karya Rochayah Machali (Rochie) yang telah berkecimpung, baik sebagai teoritisi maupun praktisi, dalam bidang penerjemahan sejak awal 1990-an. Saat ini beliau menjadi pengajar di School of Languages and Linguistics, University of New South Wales, Sydney, Australia.

Buku terbitan Penerbit Kaifa (Mizan) setebal 252 halaman ini sangat bermanfaat bagi para penerjemah; bekal bagi penerjemah pemula dan pengingat bagi penerjemah kawakan. Hampir semua aspek penerjemahan dimuat secara terstruktur dengan bahasa yang cukup mudah untuk dipahami. Harga eceran Rp39.500 yang ditetapkan untuk buku ini adalah investasi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan penerjemah dan memperbaiki kualitas terjemahannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; margin-left: 10px; margin-right: 0px;" src="http://photo.goodreads.com/books/1262745249m/7501805.jpg" alt="" align="right" /><em>Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional</em> adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya temukan yang memberikan pedoman teoritis sekaligus praktis untuk melakukan penerjemahan. Buku ini adalah buah karya Rochayah Machali (Rochie) yang telah berkecimpung, baik sebagai teoritisi maupun praktisi, dalam bidang penerjemahan sejak awal 1990-an. Saat ini beliau menjadi pengajar di School of Languages and Linguistics, University of New South Wales, Sydney, Australia.<br />
<span id="more-668"></span></p>
<h3>Tinjauan</h3>
<p>Buku ini terdiri dari 11 bab, 5 lampiran, dan suatu daftar pustaka yang mencantumkan banyak rujukan. Meskipun pembahasan dalam setiap bab cukup mendalam, adanya uraian tentang cara pembahasan pada bagian awal serta kesimpulan pada bagian akhir masing-masing bab sangat memudahkan pemahaman isi. Setiap bab pun dilengkapi dengan contoh-contoh dan latihan sebagai sarana pemantapan pemahaman pembaca.</p>
<p>Bab-bab yang terdapat dalam buku ini adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Penerjemahan dan penerjemah.</li>
<li>Konsep dasar mengenai bahasa, fungsi, dan ragam.</li>
<li>Proses dan tahap penerjemahan.</li>
<li>Metode penerjemahan.</li>
<li>Prosedur penerjemahan.</li>
<li>Teknik penerjemahan.</li>
<li>Pergeseran makna umum, perubahan maksud, ketaksaan, dan pemadanan.</li>
<li>Penilaian terjemahan.</li>
<li>Topik khusus 1: Seksisme bahasa dan penerjemahan.</li>
<li>Topik khusus 2: Perspektif wacana dan penerjemahan.</li>
<li>Pendidikan dan pelatihan penerjemahan.</li>
</ol>
<p>Lampirannya antara lain memuat daftar organisasi dan tempat pendidikan penerjemah serta terjemahan bahasa Indonesia dari <em>Translator&#8217;s Charter</em> FIT.</p>
<h3>Ringkasan</h3>
<p>Berikut adalah ringkasan dari isi buku yang disajikan dalam bentuk padat: satu alinea untuk masing-masing bab.</p>
<p><strong>Penerjemahan</strong> bukanlah semata kegiatan menggantikan teks bahasa sumber (TSu) ke dalam teks bahasa sasaran (TSa) melainkan perlu dipandang sebagai suatu tindak komunikasi, bukan sekadar kumpulan kata dan kalimat. Penerjemah perlu melihat penerjemahan dari dua pendekatan, yaitu <em>proses</em> dan <em>produk</em>, serta perlu dibekali dengan perangkat <em>intelektual</em> (kemampuan dalam bahasa sumber dan sasaran, pengetahuan tentang topik terjemahan, penerapan pengetahuan pribadi, serta keterampilan) dan <em>praktis</em> (penggunaan sumber rujukan serta pengenalan konteks langsung maupun tak langsung).</p>
<p><strong>Bahasa</strong> merupakan (1) sistem yang terstruktur, (2) sistem bunyi yang bersifat manasuka, serta (3) sarana komunikasi antarpribadi. Aspek kebahasaan yang harus dipahami dan diperhatikan oleh penerjemah antara lain adalah bentuk (bunyi, tulisan, dan struktur), makna, fungsi, dan ragam bahasa. Hierarki <em>satuan bahasa</em> adalah kalimat, klausa, frase, kata, dan morfem. <em>Makna</em> dapat dilihat dari segi hubungan dengan kata lain (leksikal, gramatikal, kontekstual, dan sosiokultural) serta dari segi asalnya (primer atau referensial dan sekunder atau konotatif). <em>Fungsi bahasa</em> dapat digolongkan menjadi (1) ekspresif, (2) informatif, (3) vokatif, (4) estetik, (5) fatis, serta (6) metalingual. <em>Ragam bahasa</em> adalah perbedaan yang ada dalam penggunaan suatu bahasa yang bisa bersumber dari variasi internal maupun eksternal. Ada empat istilah untuk menunjukkan keragaman bahasa, yaitu (1) dialek, (2) laras, (3) gaya, dan (4) idiolek. Gaya bahasa dapat dibagi menjadi lima, yaitu ragam beku, resmi, operasional, santai, dan akrab. Pembagian ragam juga dapat dilakukan menurut ragam baku (dengan ciri kemantapan dinamis dan kecendikiaan) dan tak baku.</p>
<p><strong>Proses</strong> penerjemahan terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) analisis, (2) pengalihan, dan (3) penyerasian, yang masing-masing dapat diulangi untuk lebih memahami isi teks. <em>Analisis</em> dilakukan untuk memahami (1) maksud penulisan, (2) cara atau gaya penyampaian, serta (3) pemilihan satuan bahasa. <em>Pengalihan</em> dilakukan untuk menggantikan unsur TSu dengan TSa yang sepadan baik bentuk maupun isinya dengan mengingat bahwa kesepadanan bukanlah kesamaan. <em>Penyerasian</em> dilakukan untuk penyesuaian hasil terjemahan dengan kaidah dan peristilahan dalam bahasa sasaran. Dalam analisis dan pengalihan, dapat dimanfaatkan konstruk konteksi situasi yang terdiri dari tiga unsur: bidang (<em>field</em>), suasana atau nada (<em>tenor</em>), dan cara (<em>mode</em>). Setelah analisis, seorang penerjemah harus memilih orientasi ke bahasa sumber (BSu) atau bahasa sasaran (BSa) dengan mempertimbangkan (1) maksud penerjemahan, (2) pembaca, (3) jenis teks, serta (4) kesenjangan waktu.</p>
<p><strong>Metode</strong> penerjemahan adalah cara melakukan penerjemahan menurut suatu rencana tertentu. Ada delapan metode penerjemahan, yaitu (1) kata-demi-kata, (2) harfiah, (3) setia, (4) semantis, (5) adaptasi, (6) bebas, (7) idiomatik, (8) komunikatif. Metode semantis dan komunikatif sering dianggap paling memenuhi tujuan ketepatan dan efisiensi dalam penerjemahan.</p>
<p><strong>Prosedur</strong> dan metode penerjemahan dibedakan menurut satuan penerapannya: Metode pada keseluruhan teks sedangkan prosedur pada satuan bahasa seperti kalimat, klausa, frase, dan kata. Lima prosedur penerjemahan terpenting adalah (1) transposisi, (2) modulasi, (3) adaptasi, (4) pemadanan berkonteks, dan (5) pemadanan bercatatan. <em>Transposisi atau pergeseran bentuk</em> adalah pengubahan bentuk gramatikal dari BSu ke BSa yang dibagi menjadi empat jenis, yaitu (1) wajib dan otomatis, (2) penyesuaian struktur gramatika, (3) pewajaran ungkapan, serta (4) pengisian kesenjangan leksikal. <em>Modulasi atau pergeseran makna</em> adalah pergeseran struktur yang juga menyebabkan perubahan perspektif, sudut pandang, atau segi maknawi lain yang dibagi menjadi (1) wajib, yang dilakukan apabila suatu kata, frase, atau struktur tidak ada padanannya dalam BSa, serta (2) bebas, yang dilakukan karena alasan nonlinguistik. <em>Adaptasi</em> adalah pengupayaan padanan kultural antara dua situasi tertentu. <em>Pemadanan berkonteks</em> adalah pemberian suatu informasi dalam konteks sehingga maknanya jelas. <em>Pemadanan bercatatan</em> adalah pemberian catatan untuk hal yang tak bisa ditangani oleh prosedur-prosedur lain.</p>
<p><strong>Teknik</strong> penerjemahan adalah hal-hal praktis, berbeda dengan metode dan prosedur yang kurang lebih normatif, yang langsung berkaitan dengan langkah praktis dan pemecahan masalah dalam penerjemahan. Masalah praktis ini terkait dengan berbagai masalah kebahasaan antara lain (1) fungsi teks, (2) gaya bahasa, (3) ragam fungsional, (4) dialek, serta (5) masalah khusus yang perlu penanganan praktis seperti idiom dan metafora.</p>
<p><strong>Kesepadanan</strong> adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam penerjemahan. Pergeseran yang terjadi dalam proses penerjemahan karena metode, prosedur, dan/atau teknik yang diterapkan harus menjamin (1) fungsi dan maksud umum teks tidak berubah, serta (2) makna referensial TSu dipertahankan dalam TSa. Ketaksaan, teks yang tidak runtut, serta unsur yang meragukan harus dikenali dengan jeli dan diputuskan oleh penerjemah.</p>
<p><strong>Penilaian</strong> terjemahan dilakukan terhadap produk dan bukan proses. Dalam penilaian terjemahan, yang perlu dipahami adalah (1) segi dan aspek penilaian, (2) kriteria penilaian, serta (3) cara penilaian. <em>Segi dan aspek penilaian</em> bisa dilihat antara lain dari (1) ketepatan (linguistik, semantik, pragmatik), (2) kewajaran ungkapan, (3) peristilahan, dan (4) ejaan. <em>Kriteria penilaian</em> ditetapkan terhadap masing-masing segi atau aspek penilaian baik secara positif maupun secara negatif. <em>Cara penilaian</em> terbagi dua, yaitu cara umum (relatif dapat diterapkan pada segala jenis terjemahan) dan cara khusus (untuk jenis teks khusus seperti teks bidang hukum atau puisi). Pada akhirnya, penilaian terjemahan dilakukan terhadap ada tidaknya serta besarnya penyimpangan makna referensial yang terjadi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Buku terbitan Penerbit Kaifa (Mizan) setebal 252 halaman ini sangat bermanfaat bagi para penerjemah; bekal bagi penerjemah pemula dan pengingat bagi penerjemah kawakan. Hampir semua aspek penerjemahan dimuat secara terstruktur dengan bahasa yang cukup mudah untuk dipahami. Harga eceran Rp39.500 yang ditetapkan untuk buku ini adalah investasi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan penerjemah dan memperbaiki kualitas terjemahannya.</p>
<p><em>Penulis: </em><a href="http://ivanlanin.wordpress.com"><em>Ivan Lanin</em></a><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2010/02/pedoman-bagi-penerjemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersesat Membawa Nikmat</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/07/tersesat-membawa-nikmat/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2009/07/tersesat-membawa-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 18:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofia Mansoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda bukan anggota milis Bahtera, perlu kami sampaikan bahwa semua tulisan di dalam buku Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat ini ditulis oleh para Bahterawan, sebutan “resmi&#8221; anggota milis Bahtera. Bahtera (BAHasa dan TERjemahan indonesiA) sendiri adalah milis untuk para penerjemah Indonesia yang didirikan pada 3 Juli 1997 oleh Bashir Basalamah, Wiwit Margawiati, dan Sofia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/07/Bahtera-Tersesat-Membawa-Nikmat.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-47" style="margin-left: 10px;" title="Bahtera-Tersesat-Membawa-Nikmat" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/07/Bahtera-Tersesat-Membawa-Nikmat-213x300.jpg" alt="Bahtera-Tersesat-Membawa-Nikmat" width="213" height="300" /></a>Jika Anda bukan anggota <a href="http://groups.yahoo.com/group/bahtera">milis Bahtera</a>, perlu kami  sampaikan bahwa semua tulisan di dalam buku <em>Alih Bahasa: Tersesat Membawa  Nikmat</em> ini ditulis oleh para Bahterawan, sebutan “resmi&#8221; anggota milis  Bahtera. Bahtera (BAHasa dan TERjemahan indonesiA) sendiri adalah milis untuk  para penerjemah Indonesia yang didirikan pada 3 Juli 1997 oleh Bashir Basalamah,  Wiwit Margawiati, dan Sofia Mansoor. Saat ini Bahtera beranggotakan sekitar 2000  orang yang berasal dari sejumlah kota besar dan kecil di Indonesia, dari Aceh  hingga Papua. Selain itu, ada juga anggota yang berdomisili di Eropa (Prancis,  Inggris, Jerman, Belanda, Italia), Asia (Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand,  Cina), Afrika (Mesir), Amerika Serikat, dan Australia. Buku ini diterbitkan  untuk menyambut ulang tahun ke-12 Bahtera pada tahun 2009.</p>
<p>Gagasan untuk menerbitkan buku ini muncul dari obrolan kami berdua ketika  berbincang-bincang di bandara Adi Sucipto, saat akan pulang ke Jakarta setelah  menghadiri acara Bahtera Goes to Yogyapada April 2009. Kami mengobrolkan salah  satu utas diskusi di milis Bahtera, yang mencuatkan kesan bahwa profesi  penerjemah dan jurubahasa belum sepopuler profesi lain seperti penulis,  misalnya. Maka, kami pun meneguhkan niat untuk menerbitkan buku yang berkisah  tentang dunia penerjemahan, merekam kebersamaan anggota milis Bahtera,  menggambarkan berbagai sosok pelaku profesi penerjemah dan jurubahasa, serta  sisi kehidupan mereka, baik sisi profesi maupun pribadi. Dan, siapa lagi  orang-orang terdekat kami yang bisa menuliskan kisah itu kalau bukan anggota  milis Bahtera sendiri?</p>
<p><span id="more-46"></span>Gagasan ini kemudian diajukan kepada para pendiri dan tim moderator Bahtera,  dan langsung disetujui. Diputuskan pula bahwa tugas ini diserahkan  pelaksanaannya kepada kami berdua sebagai penggagas. Setelah rencana disusun  lebih matang, antara lain setelah menetapkan format tulisan, isi tulisan, serta  kemungkinan penerbitannya, kami pun menyusun pengumuman untuk dimuat di  Bahtera.</p>
<p>Tidak lama setelah pengumuman ditayangkan, sambutan berupa dukungan ternyata  langsung dilontarkan oleh beberapa orang Bahterawan, dan tidak lama kemudian  tulisan demi tulisan mulai berdatangan, dan tim penyunting pun langsung bekerja  di antara seabreg kesibukan mereka. Dalam waktu hanya sebulan terkumpul 61  tulisan yang berasal dari 45 orang Bahterawan, termasuk pendiri dan anggota tim  moderator.</p>
<p>Keenam puluh tulisan tersebut dipilah ke dalam tujuh bagian, yakni (1)  <em>Awalnya</em> (13 tulisan), yang mengungkap pengalaman para penulis dalam  mengawali karier sebagai penerjemah; (2) <em>Rona</em> (8 tulisan), yang  bercerita tentang ragam kerja penerjemah; (3) <em>All About Bahtera</em> (9  tulisan), yang mengemukakan peranan milis Bahtera dalam karier mereka; (4)  <em>Di Balik Kata</em> (13 tulisan), yang berkisah tentang aneka sisi kehidupan  penerjemah; (5) <em>The Messengers</em> (7 tulisan), yang menampilkan kekhasan  dunia penerjemah lisan sebagai pengalih pesan langsung; (6) <em>Astaga</em> (7  tulisan), yang berisi pengalaman kurang menyenangkan sebagai penerjemah; dan (7)  <em>Cekakak</em> (4 tulisan), yang membuat kita tergelak sejenak di akhir  kumpulan tulisan ini.</p>
<p>Yang terakhir, namun tidak kalah menariknya, silakan Anda berkenalan dengan  wajah dan profil para penulis ini dalam halaman foto. Ditampilkan pula beberapa  foto kegiatan Bahtera, baik yang benar-benar santai maupun serius seperti acara  lokakarya. Tak kenal maka tak sayang, demikian kata pepatah. Harapan kami,  mudah-mudahan Alih bahasa: Tersesat membawa nikmat ini dapat memberikan gambaran  sekilas mengenai lika-liku dunia penerjemahan dan kejurubahasaan di Indonesia  pada umumnya, serta pengalaman para penerjemah dan jurubahasa yang terhimpun  dalam milis Bahtera pada khususnya.</p>
<p>Selamat membaca!</p>
<p><em>Untuk pemesanan, silakan hubungi sofiamansoor at gmail dot com.</em></p>
<div style="text-align:left !important;">
<h3>Daftar Isi</h3>
<p><strong>Awalnya</strong></p>
<p>1. Rahmani Astuti: <em>Tersesat Membawa Nikmat</em><br />
2. Ezmieralda  Melissa: <em>Berjodoh dengan Dunia Penerjemahan</em><br />
3. Lanny Irenewati  Utoyo: <em>Tetangga</em><br />
4. Sugeng Hariyanto: <em>Cinta Kedua yang Memenangi  Hatiku</em><br />
5. Lulu Rahman: <em>Penerjemah, Jangan Dipandang Sebelah  Mata</em><br />
6. Katsujiro Ueno: <em>Perjumpaan yang Tak Terlupakan</em><br />
7.  Yovenda E Eksalan: <em>Kok Bisa jadi Penerjemah?</em><br />
8. Hilda Lionata:  <em>USB, Landfill, Cincin Psikologi, dan Banyak Lagi</em><br />
9. Nelce Manoppo:  <em>Hmm… Jadi Penerjemah?</em><br />
10. Maria E Sundah: <em>Terjun Payung</em><br />
11. Arfan Achyar: <em>Semua Gara-gara Krismon</em><br />
12. Sandra Dewi  Wirawan: <em>The Most Suitable Profession for Me</em><br />
13. Anung Ariwibowo:  <em>Saya Bukan Penerjemah. Sumpah!</em></p>
<p><strong>Rona</strong></p>
<p>14. Windri Marieta: <em>Menerjemahkan Do-re-mi</em><br />
15. Mimi Bonnetto:  <em>Jadi Penerjemah di Luar Negeri Memangnya Gampang?</em><br />
16. Dina Faoziah:  <em>Penerjemah di Jepang Harus Berani Buka-bukaan</em><br />
17. Mila K Kamil:  <em>Angin pun Berbisik (*Whispering Breeze*)</em><br />
18. Anna Wiksmadhara:  <em>Penerjemah Oh … Penerjemah</em><br />
19. Ariani Widodo: <em>Penerjemah Medis:  Penerjemah Dua Setengah Bahasa?</em><br />
20. Indra Listyo: <em>Penerjemah  Bersumpah</em><br />
21. Susan Kumaat: <em>Ujian Kualifikasi Penerjemah</em></p>
<p><strong><em>All About Bahtera</em></strong></p>
<p>22. Ade Indarta: <em>Dengan Bahtera ke Singapura</em><br />
23. Susan Kumaat:  <em>Bahtera Sahabatku</em><br />
24. Rahmad Ibrahim: <em>Nasibku Seandainya Tak  Ada Bahtera</em><br />
25. Maria E Sundah: <em>Keluarga Besar</em><br />
26.  Dariyatno: <em>Duh Bahteraku! Kau Berlayar Cukup Jauh</em><br />
27. Lanny  Irenewati Utoyo: <em>Sinergi</em><br />
28. Arif Rakhman: <em>Mengarungi Lautan  Penerjemah Bersama Bahtera</em><br />
29. Rahmad Ibrahim: <em>Bahtera, Semua  Karena Cinta</em><br />
30. Arfan Achyar: <em>Si Meong</em></p>
<p><strong>Di Balik Kata</strong></p>
<p>31. Eva Nukman: <em>Di Atas Kertas</em><br />
32. Wiyanto Suroso: <em>Ketika  Klien Memaksa Menerjemahkan</em><br />
33. Sofia Mansoor: <em>My Dream Job</em><br />
34. Nursalam AR: <em>Aneka Rasa Menjadi Penerjemah</em><br />
35. Femmy  Syahrani: <em>When The Translator Meets The Author</em><br />
36. Daisy M Subakti:  <em>Bonus Menarik sebagai Penerjemah</em><br />
37. John Gare: <em>Niche  Market</em><br />
38. Wiyanto Suroso: <em>Untungnya Dapat Berbahasa Asing</em><br />
39. Sofia Mansoor: <em>Thank You, Salamat Pagi, Next Vacation –  Indonesia!</em><br />
40. Nursalam AR: <em>Saat Penerjemah Meminang</em><br />
41. T  Sima Gunawan: <em>Lost in Translation</em><br />
42. Wiwit Margawiati: <em>Tetap  Profesional sebagai Tenaga Lepas</em><br />
43. Ivan Lanin: <em>Kamus, Tesaurus,  dan Glosarium Daring</em></p>
<p><strong><em>The Messengers</em></strong></p>
<p>44. Ayu Sasta: <em>Interpreter Dadakan</em><br />
45. Rochayah Machali:  <em>Etika Datang, Uang Terbang</em><br />
46. Yanti Susanti: <em>Interpreters  Count</em><br />
47. Susan Kumaat: <em>Jadi Juru Bahasa Ternyata Asyik</em><br />
48. Lenah Susianty: <em>Juru Bahasa Sok Tahu</em><br />
49. Bashir Basalamah:  <em>Karier Abah</em><br />
50. Indra Listyo: <em>Tip Praktis bagi Juru  Bahasa</em></p>
<p><strong>Astaga</strong></p>
<p>51. Eva Nukman: <em>Oh My God! I Translated My English</em><br />
52. Kholidah  Hanum: <em>Saya Bayar Sisanya, tapi Dicicil Ya …</em><br />
53. Ayu Sasta:  <em>Nasib Penerjemah Pemula</em><br />
54. Rahmad Ibrahim: <em>Sepenggal Kisah, di  Tahun 2005</em><br />
55. Rini Nurul: <em>Seminggu yang Tak Terlupakan</em><br />
56. Maria RW Perdana: <em>Deadlines and Blunders</em><br />
57. Krisnowati:  <em>Duka Penerjemah Buku Ajar</em></p>
<p><strong>Cekakak</strong></p>
<p>58. T Sima Gunawan: <em>Dari Tikus sampai Kambing</em><br />
59. Niken Terate:  <em>Terorisme Punya Tiga Istri</em><br />
60. Mimi Bonnetto: <em>Anekdot  Terjemahan</em><br />
61. T Sima Gunawan: Carut Marut Singkatanisasi</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2009/07/tersesat-membawa-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat datang!</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/06/blog-bahtera/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2009/06/blog-bahtera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 17:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofia Mansoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Halo Bahterawan, Tahun 2009 rupanya menjadi tahun sibuk yang penuh karya cipta di Bahtera… Sebulan sebelumnya, Desember 2008, Lokakarya Bahtera yang pertama dilangsungkan di Jakarta, dihadiri oleh sekitar 75 orang yang haus akan pengetahuan di bidang penerjemahan. Lokakarya ini dengan cepat diikuti dengan kegiatan yang sama yang berlangsung di Bandung (Februari 2009, 50an peserta), Yogyakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-34" title="Bahtera" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/07/Bahtera-150x150.jpg" alt="Bahtera" width="150" height="150" />Halo Bahterawan,</p>
<p>Tahun 2009 rupanya menjadi tahun sibuk yang penuh karya cipta di Bahtera… Sebulan sebelumnya, Desember 2008, Lokakarya Bahtera yang pertama dilangsungkan di Jakarta, dihadiri oleh sekitar 75 orang yang haus akan pengetahuan di bidang penerjemahan. Lokakarya ini dengan cepat diikuti dengan kegiatan yang sama yang berlangsung di Bandung (Februari 2009, 50an peserta), Yogyakarta (April 2009, lebih dari 100 peserta), dan pada Juli 2009 akan berlangsung di Malang dengan nama acara Bahtera Goes to Malang.</p>
<p>Selain kegiatan lokakarya, aneka lomba juga mulai marak di milis Bahtera, diawali dengan Lomba Penerjemahan Bahtera yang pertama (Januari 2009), diikuti dengan Sayembara penerjemahan puisi Amir Hamzah dan Abdul Hadi (Maret 2009), dan yang terakhir adalah Lomba Bahtera – Kata Berimbuhan (Mei 2009).</p>
<p>Selanjutnya, dalam acara Bahtera Goes to Malang pada Juli 2009 ini akan ada beberapa peristiwa penting dalam sejarah Bahtera: (1) acara ulang tahun ke-12 Bahtera, (2) peluncuran buku perdana Bahtera berjudul <em>ALIH BAHASA: Tersesat membawa Nikmat</em> yang memuat 60 tulisan karya 45 orang Bahterawan, dan (3) peresmian Kateglo Bahtera, yakni kamus-tesaurus-glosarium daring Bahtera yang digagas oleh Ivan Lanin dkk.</p>
<p>Karya cipta paling mutakhir, yakni Blog Bahtera, sudah mulai pula disibakkan layarnya oleh Ivan dan Romi Hardiyanto, yang menjadi tempat dilayarkannya aneka tulisan yang berkaitan dengan bahasa dan terjemahan – misi milis Bahtera.</p>
<p>Marilah bersama-sama kita isi Blog Bahtera ini dengan tulisan-tulisan yang menarik dan layak dibaca, untuk meneguhkan bahasa Indonesia yang kita cintai, dan memperkaya khazanah pengetahuan para penerjemah dan juru bahasa Indonesia.</p>
<p>Kami nantikan tulisan Anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2009/06/blog-bahtera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

