Anton Moeliono

Sumber gambar: Pikiran Rakyat (Imam JP)

Tak pelak lagi, seluruh masyarakat pencinta Bahasa Indonesia hari ini berduka. Mereka yang tidak mengetahui perjalanan penyakitnya mungkin terperangah mendengar atau membaca berita kepulangan beliau, termasuk kita, anggota milis Bahtera — Bahasa dan Terjemahan Indonesia.

Pak Anton memang tidak pernah secara resmi menjadi anggota milis Bahtera, namun bagi para pendiri Bahtera, Pak Anton adalah salah satu narasumber yang sering menjawab pertanyaan yang dilontarkan Bahterawan, khususnya di masa-masa awal berdirinya milis tercinta ini.

Read the rest of this entry

Ing kalangan para penerjemah wis suwe ana pasemon mitos sing kira-kira ngene unine: “Jarwan (terjemahan) sing becik lan ideal iku jarwan sing setya lan endah nyengsemake”. Banjur ana sing ngumpamaake mitos iku karo sipate pacar: “Sipate jarwan iku kaya dene pacar, pacar sing ayu rupane biasane ora setya, lan sing setya biasane ora ayu”. Sing dikarepake jarwan sing setya yaiku sing wujud (bentuk linguistik), isi (makna), lan ancase (tujuan) ora mlenceng seka tulisan asline. Dene jarwan sing endah nyengsemake iku sing basane becik, surasane apik, lan paramasastra sarta pandungkapane luwes lan layak (idiomatis).

Di kalangan para penerjemah sudah lama ada perumpamaan mitos yang kira-kira demikian bunyinya: “Terjemahan yang bagus dan ideal itu penerjemahan yang setia dan indah menarik hati.” Selanjutnya ada yang mengumpamakan mitos tersebut dengan sifat pacar: “Sifat terjemahan itu dapat diumpamakan pacar; pacar yang cantik wajahnya biasanya tidak setia, dan yang setia biasanya tidak cantik.” Yang dimaksud terjemahan yang setia adalah terjemahan yang wujud (bentuk linguistik), isi (makna) dan tujuannya tidak mlenceng dari tulisan aslinya. Sedangkan terjemahan yang indah menarik hati itu bahasanya indah, bunyinya bagus, dan nilai sastra serta pengungkapannya luwes dan idiomatis.

Read the rest of this entry

Di atas kertas,

waktu 24 jam cukup untuk menjadi penerjemah dan penyunting buku yang baik,

menjadi ibu yang baik, menjadi istri yang baik:

menyunting di kala segar di pagi hari,

menerjemahkan novel yang menarik di siang hari saat kantuk mulai menyerang,

menerjemahkan materi sains yang membuat kening berkerut di malam saat hening.

Read the rest of this entry