<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bahtera &#187; Perangkat lunak</title>
	<atom:link href="http://blog.bahtera.org/category/perangkat-lunak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bahtera.org</link>
	<description>asah asih asuh bersama melayari samudra bahasa dan terjemahan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 13:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Kateglo: Pemanfaatan internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/02/kateglo-pemanfaatan-internet-untuk-pengayaan-istilah-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2010/02/kateglo-pemanfaatan-internet-untuk-pengayaan-istilah-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 13:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perangkat lunak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tolok ukur kemajuan suatu bahasa adalah kekayaan kosakatanya dan kemampuan kosakata tersebut untuk memerikan berbagai konsep baru seiring dengan perkembangan pengetahuan. Pembentukan istilah bahasa Indonesia selama ini menjadi tugas Pusat Bahasa (Pusba) dengan bantuan para ahli bidang yang bersangkutan. Meskipun tak dapat dimungkiri bahwa upaya Pusba untuk memodernkan terminologi ini cukup berhasil memperkaya kosakata bahasa Indonesia, sering kali neologisme yang dibentuk kurang berterima di masyarakat karena kurangnya pelibatan publik dalam pembentukannya serta terbatasnya sosialisasi penggunaan terminologi tersebut. Internet sebagai medium yang dapat diakses publik tanpa batasan lokasi adalah sarana yang tepat untuk mengatasi masalah kolaborasi dan sosialisasi dalam bidang peristilahan ini. Kateglo dirancang sebagai sistem yang memanfaatkan internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia dengan memberdayakan kebijakan khalayak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tolok ukur kemajuan suatu bahasa adalah kekayaan kosakatanya dan  kemampuan kosakata tersebut untuk memerikan berbagai konsep baru seiring dengan  perkembangan pengetahuan. Pembentukan istilah bahasa Indonesia selama ini  menjadi tugas Pusat Bahasa (Pusba) dengan bantuan para ahli bidang yang  bersangkutan. Meskipun tak dapat dimungkiri bahwa upaya Pusba untuk memodernkan  terminologi ini cukup berhasil memperkaya kosakata bahasa Indonesia, sering kali  neologisme yang dibentuk kurang berterima di masyarakat karena kurangnya  pelibatan publik dalam pembentukannya serta terbatasnya sosialisasi penggunaan  terminologi tersebut. Internet sebagai medium yang dapat diakses publik tanpa  batasan lokasi adalah sarana yang tepat untuk mengatasi masalah kolaborasi dan  sosialisasi dalam bidang peristilahan ini. <a href="http://kateglo.com/">Kateglo</a> dirancang sebagai sistem yang memanfaatkan  internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia dengan memberdayakan kebijakan  khalayak.<br />
<span id="more-696"></span></p>
<h3>Latar belakang</h3>
<p>Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong  bermunculannya banyak istilah baru yang digunakan untuk memerikan aneka konsep  yang diciptakan atau ditemukan manusia. Bahasa Inggris yang merupakan <em>lingua  franca</em> dunia diperkirakan menerima tambahan 90.000 lema baru sepanjang abad  ke-20. Jumlah yang kurang lebih setara dengan jumlah lema pada Kamus Besar  Bahasa Indonesia Edisi Keempat yang diterbitkan Pusat Bahasa.</p>
<p>Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang relatif baru juga tidak luput dari  tuntutan modernisasi kosakata. Sebagai bahasa yang cukup terencana, kegiatan  pembentukan istilah dalam bahasa Indonesia sebenarnya telah dilakukan dengan  cukup terkoordinasi di bawah Pusat Bahasa. Pertambahan jumlah lema di Kamus  Besar Bahasa Indonesia dari sekitar 68 ribu pada edisi pertama (1988) hingga  mencapai 90 ribu pada edisi keempat (2008) menggambarkan perkembangan kosakata  bahasa Indonesia tersebut. Ini pun masih ditambah dengan sekitar 120 ribu  padanan yang diterbitkan dalam bentuk glosarium Pusba dalam beberapa bidang  ilmu.</p>
<p>Dalam pembentukan istilah, Pusba menggabungkan kepakaran ahli bahasa dan ahli  bidang ilmu tertentu yang diundangnya. Proses ini bukan proses yang mudah dan  cepat untuk dilakukan karena selain melibatkan pemahaman yang mendalam mengenai  konsep suatu istilah, pembentukan istilah juga melibatkan rasa bahasa. Setelah  tercipta pun, masih ada pekerjaan besar yang menunggu, yaitu sosialisasi istilah  tersebut ke masyarakat, terutama kepada para pemangku kepentingan terkait.</p>
<p>Pemangku kepentingan dalam peristilahan dapat dibagi menjadi beberapa  kelompok.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2010/02/Pemangku-kepentingan-peristilahan1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-698" title="Pemangku-kepentingan-peristilahan" src="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2010/02/Pemangku-kepentingan-peristilahan1-300x300.png" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<ol>
<li><strong>Ahli bahasa</strong>. Terlibat dalam memastikan bahwa istilah yang terbentuk  sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan memiliki makna yang tepat.</li>
<li><strong>Ahli atau praktisi bidang ilmu</strong>. Terlibat dalam mendefinisikan konsep  yang akan diperikan oleh istilah yang dibentuk.</li>
<li><strong>Media massa</strong>. Terlibat dalam upaya sosialisasi istilah dan menjaring  istilah baru dari masyarakat.</li>
<li><strong>Penulis</strong>. Sama seperti media massa, terlibat dalam sosialisasi dan  penjaringan istilah.</li>
<li><strong>Penerjemah</strong>. Terlibat dalam upaya menangkap istilah baru yang belum  ada padanannya dalam bahan terjemahan.</li>
<li><strong>Masyarakat umum</strong>. Terlibat dalam memberikan umpan balik secara umum  mengenai keberterimaan suatu istilah.</li>
</ol>
<p>Sementara itu, proses pembentukan istilah telah dijabarkan dalam <em><a href="http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Pembentukan_Istilah">Pedoman  Umum Pembentukan Istilah</a></em> (PUPI) terbitan Pusba seperti dalam gambar berikut ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2010/02/Pembentukan-istilah1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-701" title="Pembentukan-istilah" src="http://blog.bahtera.org/wp-content/uploads/2010/02/Pembentukan-istilah1.png" alt="" width="450" height="220" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Pertanyaan yang harus dijawab adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Bagaimana menyatukan para pemangku kepentingan di bidang peristilahan untuk  dapat bekerja sama dalam upaya pengayaan istilah bahasa Indonesia?</li>
<li>Bagaimana melakukan sosialisasi istilah yang dibentuk, termasuk memberikan  pemahaman etimologi dan maknanya?</li>
</ol>
<p>Salah satu hambatan terbesar dalam kerja sama dan sosialisasi ini adalah  komunikasi. Semakin meluasnya penggunaan media internet di Indonesia tampaknya  dapat menjadi jawaban atas kedua masalah ini. Internet dapat digunakan sebagai  tempat berembuk pemangku kepentingan, sekaligus sarana sosialisasi dan rujukan  yang dapat diakses oleh banyak orang.</p>
<h3>Kateglo</h3>
<p>Kateglo, akronim dari kamus, tesaurus, dan glosarium, adalah situs yang lahir  dari keperluan dua kelompok pemangku kepentingan yang sudah dikemukakan di atas:  penulis dan penerjemah. Kateglo menyediakan hal-hal yang diperlukan sebagai  pendukung kerja mereka, yaitu: (1) memeriksa ejaan dan makna baku suatu lema,  (2) memperoleh sinonim suatu lema untuk meningkatkan ragam pilihan kata dalam  suatu wacana, serta (3) mencari padanan istilah asing dalam bidang tertentu,  sekaligus memeriksa apakah istilah tersebut telah dibakukan di kamus, memiliki  ejaan dan makna yang tepat, dan sesuai dengan pedoman pembentukan istilah.</p>
<p>Kateglo mulai dioperasikan untuk publik pada 12 Mei 2009 dengan mengambil  data awal dari KBBI Daring, Glosarium Pusba, serta glosarium pribadi milik  beberapa anggota milis Bahtera, yakni milis yang beranggotakan lebih dari 2000  orang penerjemah berbahasa Indonesia. Lisensi yang diterapkan adalah lisensi  terbuka yang membebaskan semua orang untuk menggunakan, menyalin, menyebarkan,  dan mengadaptasi isi Kateglo, asalkan menyebutkan sumbernya dan bukan untuk  tujuan komersial.</p>
<p>Dari laman <a href="http://bahtera.org/kateglo">beranda Kateglo</a>,  pengunjung dapat (1) melakukan pencarian di kamus, glosarium, maupun peribahasa,  (2) membaca beberapa lema acak untuk meningkatkan kosakata, serta (3) memperoleh  pengetahuan tentang beberapa kesalahan eja yang sering ditemukan.</p>
<p>Laman detail suatu lema menyajikan antara lain definisi, kelas kata, sumber,  sinonim, kata turunan, peribahasa, serta entri glosarium yang terkait dengan <a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=dict&amp;action=view&amp;phrase=ucap">kata  tersebut</a>.</p>
<p><a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=glossary">Glosarium Kateglo</a> menyediakan daftar padanan istilah bidang ilmu tertentu, sekaligus tautan ke  Wikipedia jika artikel terkaitnya telah ada di sana. Dari glosarium dibuat juga  tautan ke masing-masing lema pembentuknya untuk menguji kesesuaian makna.</p>
<h3>Pengembangan</h3>
<p>Kateglo saat ini telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber rujukan utama  bagi komunitas penerjemah Bahtera dengan jumlah kunjungan halaman rata-rata 20  ribu per hari. Pengembangan lanjutan Kateglo dirancang dengan sejumlah fitur  yang diharapkan dapat menjawab dua pertanyaan yang diajukan di awal tadi seperti  dijabarkan berikut ini.</p>
<ol>
<li><strong>Pengusulan dan pemilihan padanan istilah</strong>. Di masa lalu, proses ini  dijalankan sendiri-sendiri oleh setiap pemangku kepentingan. Kateglo diharapkan  dapat menjadi sarana tempat semua pihak dapat mengajukan padanan istilah,  dilengkapi dengan dasar pembentukannya, serta bermufakat untuk memilih yang  terbaik dari semua usulan yang diajukan.</li>
<li><strong>Penjaringan istilah baru</strong>. Kateglo diharapkan dapat digunakan untuk  menangkap berbagai istilah baru yang terus tumbuh dan berkembang di masyarakat,  baik melalui pemasukan secara manual maupun dengan robot yang merayapi situs web  media massa, blog, dan lain-lain untuk mendapatkan istilah baru yang sering  digunakan.</li>
<li><strong>Pemeriksaan pola dan ejaan</strong>. Bahasa adalah sistem yang berpola.  Pembentukan istilah juga memiliki pola. Berdasarkan pengamatan, banyak istilah  yang dibuat di Glosarium Pusba yang tidak taat pada pola seperti yang digariskan  pada PUPI atau mengandung kesalahan ejaan. Kateglo diharapkan dapat mengoreksi  hal ini.</li>
<li><strong>Basis data etimologi</strong>. Sedikit sekali ditemukan rujukan tentang  etimologi suatu kata, bahkan juga di dalam KBBI. Padahal, pengetahuan tentang  asal-usul suatu kata sangat bermanfaat untuk memahami secara mendalam makna kata  tersebut serta mengapa dieja seperti itu. Kateglo diharapkan dapat sedikit demi  sedikit mengumpulkan informasi ini.</li>
<li><strong>Kamus kiasan, singkatan, dan akronim</strong>.</li>
<li><strong>Dokumentasi bahasa daerah</strong>.</li>
</ol>
<p>Satu fitur lagi yang masih menjadi mimpi dan belum berani dimasukkan ke dalam  daftar pengembangan yang ingin dilakukan adalah <strong>pengusulan padanan istilah  otomatis</strong>. Jika basis data Kateglo sudah cukup besar, hal ini tidak mustahil  dilakukan.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Komputer, seperti halnya semua teknologi lain, hanyalah alat untuk mencapai  keinginan orang yang mengoperasikannya. Kateglo sangat bergantung pada para  enggunanya, yang diharapkan ikut berperan membangunnya. Sejarah telah  mengajarkan kepada kita bahwa urusan peristilahan sering tak dapat dilepaskan  dari masalah politis dan ego. Tapi, jika banyak orang dapat mengesampingkan  semua hal tersebut dan bersama-sama mengumpulkan kebijakan khalayak, upaya untuk  mempercepat pengayaan bahasa Indonesia akan dapat terbantu dengan adanya  Kateglo. <strong>Bahasa Indonesia pun dapat masuk ke dalam jajaran elite  bahasa-bahasa di dunia</strong>.</p>
<h3>Rujukan</h3>
<ul>
<li>Chamber-Loir, Henri, ed. (2009). <em>Sadur: Sejarah Terjemahan di Indonesia  dan Malaysia</em>. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.</li>
<li>Jones, Russell, ed. (2007). <em>Loan-Words in Indonesian and Malay</em>.  Jakarta: KITLV Press.</li>
<li>Pusat Bahasa (2000). <em>Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang  Disempurnakan</em>. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional  Republik Indonesia.</li>
<li>Pusat Bahasa (2007). <em>Pedoman Umum Pembentukan Istilah</em>, Edisi Ketiga.  Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.</li>
<li>Samuel, Jerome (2008). <em>Kasus Ajaib Bahasa Indonesia? Pemodernan Kosakata  dan Politik Peristilahan</em>. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.</li>
</ul>
<p><em>Penulis: <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/">Ivan Lanin</a>. Makalah  pada <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/01/13/seminar-dalam-rangka-hari-bahasa-ibu-internasional-2010/">Seminar  Hari Bahasa Ibu Internasional 2010</a>. Bandung, 19–20 Februari 2010. Salindia  presentasi dapat <a href="http://www.slideshare.net/ivanlanin/kateglo-pemanfaatan-internet-untuk-pengayaan-istilah-bahasa-indonesia">dilihat  di SlideShare</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2010/02/kateglo-pemanfaatan-internet-untuk-pengayaan-istilah-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Belajar Wordfast Classic</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/langkah-awal-belajar-wordfast-classic/</link>
		<comments>http://blog.bahtera.org/2009/08/langkah-awal-belajar-wordfast-classic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 05:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiwit Tabah Santoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perangkat lunak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah cara penggunaan program Wordfast berdasarkan yang saya pelajari, yang saya alami, dan saya lakukan. Untuk praktik pembuatan panduan ini, saya menggunakan Wordfast 5.5. Untuk Wordfast Classic terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah versi 5.53q. Download, Install, Setting Hal yang kita lakukan adalah: Download (unduh) program Wordfast di: http://www.wordfast.com/store_download.html. Setelah berhasil mengunduh (men-download) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin-left:10px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/2/22/WordfastLogo5.png" alt="" width="196" height="90" />Berikut adalah cara penggunaan program Wordfast berdasarkan yang saya pelajari, yang saya alami, dan saya lakukan. Untuk praktik pembuatan panduan ini, saya menggunakan Wordfast 5.5. Untuk Wordfast Classic terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah versi 5.53q.</p>
<p><span id="more-82"></span><strong>Download, Install, Setting</strong></p>
<p>Hal yang kita lakukan adalah:</p>
<ol>
<li>Download (unduh) program Wordfast di: <a href="http://www.wordfast.com/store_download.html" target="_blank">http://www.wordfast.com/store_download.html</a>.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/1.png"><img class="size-medium wp-image-87" title="1" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/1-300x205.png" alt="1" width="300" height="205" /></a></li>
<li>Setelah berhasil mengunduh (men-download) program tersebut (dalam bentuk zip), double click file “Wordfast.dot”. Maka akan tampil sebagai berikut.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/2.png"><img class="size-medium wp-image-88" title="2" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/2-300x72.png" alt="2" width="300" height="72" /></a></li>
<li>Ikuti Perintah tersebut, tekan “Ctrl+Alt+W”. Pastikan saat menekan tombol-tombol tersebut dokumen lain sudah ditutup. Kalau tidak, maka akan muncul perintah untuk menutupnya.<br />
Kalau terjadi demikian, Klik OK dan tutup dokumen yang lain.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/3.png"><img class="size-medium wp-image-89" title="3" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/3-300x97.png" alt="3" width="300" height="97" /></a></li>
<li>Setelah menekan “Ctrl+Alt+W”, proses instalasi akan berjalan. Jika berhasil, akan muncul komentar berikut:<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/4.png"><img class="size-medium wp-image-90 " title="4" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/4-300x82.png" alt="4" width="300" height="82" /></a></li>
<li>Lalu, akan ada menu tambahan dan juga icon tambahan di MS Word Anda.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/5.png"><img class="size-medium wp-image-91 " title="5" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/5-300x62.png" alt="5" width="300" height="62" /></a></li>
<li>Jika ada permintaan pengaktifan makro, maka klik enable.</li>
<li>Biasanya, yang menjadi masalah adalah proses setelah itu, karena program tidak bisa dijalankan. Untuk mengatasinya lakukan langkah selanjutnya.</li>
<li>Klik Tools, Templates and Add-Ins, kemudian centang Wordfast.dot.</li>
<li>Klik Tools, Macro, Security. Maka akan muncul tampilan berikut.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/6.png"><img class="size-medium wp-image-92 " title="6" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/6-300x147.png" alt="6" width="300" height="147" /></a></li>
<li>Sampai di sini. Proses Instalasi dan persiapan sudah selesai. Selanjutnya, cara penggunaan program.</li>
</ol>
<p><strong>Penggunaan</strong></p>
<ol>
<li>Buka file yang akan diterjemahkan.</li>
<li>Letakkan kursor di awal teks. Lalu tekan “Alt + Panah Bawah”. Untuk pertama kali, akan tampil dialog berikut dikarenakan belum ada TM (Translation Memory) yang kita gunakan. Klik OK.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/7.png"><img class="size-full wp-image-93 " title="7" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/7.png" alt="7" width="245" height="156" /></a></li>
<li>Maka akan muncul dialog berikut:<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/8.png"><img class="size-medium wp-image-94 " title="8" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/8-300x108.png" alt="8" width="300" height="108" /></a></p>
<p>Kotak dialog tentang bahasa sumber akan muncul. Klik OK.<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/9.png"><img class="size-medium wp-image-95 " title="9" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/9-300x96.png" alt="9" width="300" height="96" /></a></p>
<p>Masukkan Bahasa Sumber: EN-US untuk Bahasa Inggris Amerika, IN-01 untuk Bahasa Indonesia.</li>
<li>Lakukan hal serupa untuk mengisi Bahasa Target. Simpan, dengan nama misalnya: Eng – Ina, atau nama lain.</li>
<li>Untuk TM, saya membuat dua TM global. Maksudnya, saya buat dua TM untuk pasangan bahasa berbeda. Misalnya, Eng – Ind untuk pasangan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dan Ind – Eng untuk pasangan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.</li>
<li>Untuk selanjutnya, Anda tinggal memilih menu Select TM dan pilih TM yang sesuai dengan pasangan bahasa yang sedang Ada kerjakan.</li>
<li>Sekarang Anda mempunyai TM untuk satu pasangan bahasa. Selanjutnya, mengerjakan terjemahan. Tekan saja Alt + Panah Bawah.</li>
<li>Wordfast membaca segmen per kalimat. Jadi, bisa jadi dia memenggal di tengah kalimat jika ada tanda titik di tengah. Untuk mengatasi ini Anda bisa menekan “Alt + Page Down” untuk menambahkan kalimat di bawahnya hingga benar satu kalimat. Bisa juga sebaliknya, “Alt + Page Up” jika Wordfast membaca lebih satu kalimat.</li>
<li>Dalam proses penerjemahan, ada kemungkinan tampil background hasil terjemah berwarna “hijau” atau “kuning”. Hijau berarti hasil terjemah sama persis dengan yang pernah diterjemahkan, kuning berarti ada kemiripan. Persentase persamaan antara teks tersebut dengan teks yang sudah pernah dikerjakan ditampilkan di atas hasil terjemahan:<br />
<a href="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/10.png"><img class="alignnone size-full wp-image-96" title="10" src="http://bahtera.org/blog/wp-content/uploads/2009/08/10.png" alt="10" width="280" height="84" /></a></li>
<li>Akan tetapi PERIKSA KEMBALI apakah memang sama dengan yang diterjemahkan sebelumnya dan apakah terjemahannya sudah benar.</li>
<li>Setelah terjemahan selesai, tekan menu “Ctrl+Alt+W”. Klik Tools, sorot file yang akan dibersihkan, lalu klik Clean Up. Tunggu sebentar. Sekarang Anda sudah mempunyai file hasil terjemahan.</li>
<li>Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Ini hanyalah panduan awal sederhana. Untuk panduan lengkap silahkan merujuk ke situs resminya (www.wordfast.net). Semoga bermanfaat.</li>
</ol>
<p><strong>Catatan tambahan:</strong></p>
<ul>
<li>Jika Anda menerjemahkan satu file dan tidak selesai dalam satu waktu, anda bisa mengakhir terjemahan sebelum menutup file dengan menekan Alt+End. Ketika membuka kembali file tersebut, Anda langsung tekan tombol Alt+Home untuk ke posisi akhir yang diterjemahkan.</li>
<li>Mudah-mudahan pada kesempatan lain akan dibuat panduan tentang glosarium, menerjemahkan Power Point, Excel, dll.</li>
<li>Mohon masukan setelah Anda menggunakan panduan ini. Silahkan alamatkan ke email saya. Terima kasih.</li>
</ul>
<p><em> Wiwit Tabah Santoso adalah penerjemah penuh waktu (full-time translator) Bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya.</em><em> Tulisan ini ditulis di Muara Tabir, Tebo, Jambi, 26 November 2008. Revisi: 3 Januari 2009.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bahtera.org/2009/08/langkah-awal-belajar-wordfast-classic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

