Archive for the ‘Penerjemahan’ Category

Lokalisasi dan Penerjemah

Thursday, April 29th, 2010

Batu Rosetta, lambang alat bantu penerjemah.

Lokalisasi (localization) akhir-akhir ini menjadi jargon yang cukup sering dibicarakan dalam konteks penerjemahan. Sebagai subjek yang semakin populer dalam ranah praktik penerjemahan, lokalisasi semakin sering ditemui dalam kerja sehari-hari penerjemah. Meskipun pada dasarnya penerjemahan dalam proses lokalisasi kurang lebih sama dengan penerjemahan pada umumnya, ada kesalahkaprahan yang menyebutkan bahwa keduanya berbeda. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa penerjemahan dalam proses lokalisasi dapat menghasilkan terjemahan yang lebih baik daripada penerjemahan biasa. Untuk selanjutnya, tulisan ini akan berusaha menjabarkan proses lokalisasi secara umum, menunjukkan bahwa pendapat seperti di atas tidak tepat, dan memberikan gambaran sederhana peran penerjemah dan penerjemahan dalam proses lokalisasi.

(more…)

Back Translation

Monday, April 19th, 2010

Back translation” adalah istilah teknis dalam dunia penerjemahan, yang mungkin tepat untuk dipadankan dengan “Terjemahan balik.” Istilah ini bermakna menerjemahkan materi dari bahasa A ke bahasa B, kemudian hasil terjemahan bahasa B diterjemahkan balik ke bahasa A oleh orang (editor) lain. Prosedur ini sangat berguna bagi editor, terutama bagi yang belum banyak jam terbangnya, untuk memeriksa ketepatan atau kecermatan makna aslinya seperti yang dimaksud oleh penulisnya.

(more…)

Meningkatkan Kualitas Terjemahan Melalui Evaluasi Mandiri

Wednesday, February 3rd, 2010

Berbeda dengan penerjemah yang bekerja di sebuah perusahaan, penerjemah lepas tidak banyak memiliki kesempatan untuk mengukur kualitas terjemahannya secara objektif. Penerjemah yang bekerja di perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas terjemahan pekerjanya. Sementara penerjemah lepas biasanya hanya bisa mengharapkan masukan seadanya dari klien.

Padahal sering kali klien sendiri tidak bisa langsung menilai hasil terjemahan saat menerimanya. Ini terutama jika klien Anda adalah perusahaan luar negeri yang tidak mengerti bahasa yang kita terjemahkan. Untuk sampai ke tangan konsumen akhir, terjemahan harus menempuh proses yang memerlukan waktu tidak sedikit. Karena itu, ketika klien menemukan kesalahan dalam terjemahan kita, sudah terlambat untuk memperbaiki. Klien tidak akan repot-repot menghabiskan waktu mengajukan keluhan. Mereka akan langsung berhenti menggunakan jasa kita. Kalau Anda mempunyai klien yang tidak pernah mengeluhkan kualitas terjemahan Anda dan tiba-tiba saja berhenti mengirimkan pekerjaan ke Anda, bisa jadi ini pertanda ada masalah dengan kualitas terjemahan Anda.

(more…)

Akan Terbit: Tersesat Membawa Nikmat Versi Braille

Saturday, January 23rd, 2010

Alhamdulillah, pada pertengahan bulan Januari 2010 ini, moderator milis Bahtera (diwakili oleh Sofia Mansoor serta Maria E. Sundah) dan Yayasan Mitra Netra (YMN) telah menandatangani surat perjanjian kerja sama  penerbitan buku Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat (TMN) dalam versi Braille.  Kerja sama penerbitan TMN dalam format Braille ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh 45 orang penulis TMN, termasuk pendiri dan anggota tim moderator milis Bahtera, kepada Gerakan Seribu Buku untuk Tunanetra yang diselenggarakan oleh YMN.

(more…)

Seluk beluk dunia penerjemahan di Prancis

Saturday, August 22nd, 2009

Jadi penerjemah itu gampang”, “Kalau bisa bicara dua bahasa, pasti bisa menerjemahkan”, “Tidak perlu ilmu untuk menerjemahkan”, “Penerjemahan itu cuma sampingan”… ucapan-ucapan ini pasti sudah sering sekali kita dengar. Tak perlu lagi saya jelaskan bahwa anggapan ini tidak benar, dan kita terus-menerus bergelut dengan anggapan seperti ini sepanjang profesi kita, karena berdasarkan anggapan yang salah dan kurangnya penghargaan atas pekerjaan kita, tarif penerjemahan pun ditekan serendah mungkin oleh penerima jasa atau klien. Akibatnya, para penerjemah yang memilih profesi ini sebagai pekerjaan utama mereka seringnya terpaksa menerima penerjemahan jenis apa saja, bekerja secara serabutan demi mendapat gaji yang layak setiap bulannya. Kondisi seperti ini tentunya mempengaruhi kualitas terjemahan itu sendiri.

Di negara-negara maju, Prancis khususnya, penerjemah adalah profesi yang terhormat dan dihargai masyarakat dan pemerintah, bahkan disetarakan dengan pengacara, dokter, notaris, maupun ahli bedah, dalam status “profession libérale”. Sampai saat ini, hak-hak dan kondisi kerja penerjemah secara permanen selalu diperjuangkan dan ditingkatkan oleh himpunan-himpunan atau asosiasi-asosiasi penerjemah seperti SFT (Société Française des Traducteurs), ATLF (Association des Traducteurs Litteraires de France), ATAA (Association des Traducteurs/Adaptateurs Audiovisuels), dan sebagainya. Kondisi ini secara otomatis memicu rasa kesadaran profesionalisme dan kualitas kerja para penerjemah.

Berikut ini pemaparan singkat tentang situasi penerjemah di Prancis. Tarif-tarif yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh dari berbagai seminar penerjemahan yang saya hadiri selama beberapa tahun terakhir ini.

(more…)

Pilih sing ayu apa sing setya? Pilih yang cantik atau yang setia?

Thursday, August 20th, 2009

Ing kalangan para penerjemah wis suwe ana pasemon mitos sing kira-kira ngene unine: “Jarwan (terjemahan) sing becik lan ideal iku jarwan sing setya lan endah nyengsemake”. Banjur ana sing ngumpamaake mitos iku karo sipate pacar: “Sipate jarwan iku kaya dene pacar, pacar sing ayu rupane biasane ora setya, lan sing setya biasane ora ayu”. Sing dikarepake jarwan sing setya yaiku sing wujud (bentuk linguistik), isi (makna), lan ancase (tujuan) ora mlenceng seka tulisan asline. Dene jarwan sing endah nyengsemake iku sing basane becik, surasane apik, lan paramasastra sarta pandungkapane luwes lan layak (idiomatis).

Di kalangan para penerjemah sudah lama ada perumpamaan mitos yang kira-kira demikian bunyinya: “Terjemahan yang bagus dan ideal itu penerjemahan yang setia dan indah menarik hati.” Selanjutnya ada yang mengumpamakan mitos tersebut dengan sifat pacar: “Sifat terjemahan itu dapat diumpamakan pacar; pacar yang cantik wajahnya biasanya tidak setia, dan yang setia biasanya tidak cantik.” Yang dimaksud terjemahan yang setia adalah terjemahan yang wujud (bentuk linguistik), isi (makna) dan tujuannya tidak mlenceng dari tulisan aslinya. Sedangkan terjemahan yang indah menarik hati itu bahasanya indah, bunyinya bagus, dan nilai sastra serta pengungkapannya luwes dan idiomatis.

(more…)

Penerjemahan nursery rhymes dan puisi dalam novel

Sunday, August 9th, 2009

Dalam sebuah novel, kadang-kadang kita menemukan nursery rhymes, atau puisi-puisi yang disisipkan pengarang agar karangannya menjadi lebih hidup. Meskipun hanya tempelan, tentu saja lagu-lagu dan puisi tersebut tetap harus kita terjemahkan, karena merupakan bagian tak terpisahkan dari novel tersebut.

(more…)

Menerjemahkan novel

Sunday, August 2nd, 2009

Untuk bisa menerjemahkan novel dengan baik, yang lebih dulu harus dikuasi adalah cara-cara menerjemahkan buku dengan baik, antara lain: 1) menguasai bahasa sumber, 2) menguasai bahasa sasaran, 3) menguasai materi yang diterjemahkan, 4) akrab dengan segala jenis kamus, 5) mudah dan terbiasa melihat “gambaran keseluruhan” buku, serta 6) membaca sebanyak-banyaknya buku lain yang setipe.

Setelah mampu menerjemahkan buku (umum) dengan baik, seorang penerjemah novel harus membekali diri dengan keterampilan menulis yang prima. Menerjemahkan novel bisa dikatakan “setengah mengarang.” Lebih dari penerjemah buku biasa, penerjemah novel harus pandai mengolah kata-kata agar pembaca bisa terhanyut menikmati novel yang dibacanya. Biasanya, bahasa yang digunakan pengarang novel itu khas, berbeda antara satu pengarang dan pengarang lainnya. Penerjemah novel harus bisa mengikuti gaya bahasa pengarang asli. Dengan begitu barulah pembaca bisa menangkap keunikan dari karya tersebut.

(more…)