Bahterawan budiman,

Sudah agak lama juga Bahtera tidak mengadakan lomba ya? Yang terakhir adalah Lomba Penerjemahan PuisiDi Atas Kertas” yang berlangsung pada Agustus 2009 yang berhasil memikat 22 orang Bahterawan untuk ikut “mengasah pena” dan memeriahkan acara tersebut.

Kali ini, sambil menunggu bahan lomba berbentuk lain selain puisi, Bahtera kembali menyelenggarakan lomba penerjemahan puisi. Bahan lomba diusulkan oleh John Gare, Bahterawan Australia, yang menemukan puisi lama ini dalam sebuah majalah terbitan tujuh tahun yang lalu di meja ruang tunggu juru bahasa di Refugee Review Tribunal, Melbourne.

Read the rest of this entry

Salam,

Sudah banyak puisi yang saya tulis, tapi “Di Atas Kertas” memberi saya pengalaman yang homework research sangat berbeda, apalagi ketika tulisan yang dapat dikatakan curcol* ini diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa.

Tidak terlalu mudah menjatuhkan 3 pilihan karena semuanya menarik, semuanya bagus, kendati ada juga satu-dua kesalahan. Sebagian menerjemahkan, mengalihbudayakan, dan bahkan mengadaptasi. Ada yang setia namun kurang indah, ada pula yang cantik dan cukup setia. Saya sendiri lebih menyukai terjemahan yang cantik dan setia kepada keindahan seni dan kandungan maknanya. (Yup, saya baca tulisan Pak Sty dulu untuk lebih yakin.)

Read the rest of this entry

Dari tanggal 24 Agustus hingga 29 Agustus 2009, Bahtera menyelenggarakan Lomba Terjemahan Puisi “Di Atas Kertas” karya Eva Y. Nukman.¬†Ada 23 karya terjemahan puisi yang masuk: 18 bahasa Inggris, 2 bahasa Jerman, 1 bahasa Perancis, 1 bahasa Belanda, dan 1 bahasa Jepang. Para Bahterawan dipersilakan untuk memilih puisi favoritnya di antara karya-karya yang telah masuk di bawah ini.

Read the rest of this entry