Archive for the ‘Bahasa’ Category

Awalan

Saturday, January 9th, 2010

Salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia itu keren adalah karena pembentukan kata dalam bahasa Indonesia cukup mudah dan berpola. Imbuhan atau afiks adalah alat bantu penting dalam proses tersebut yang dapat mengubah fungsi, bentuk, serta makna suatu kata. Ada tiga jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Di antara ketiga jenis imbuhan tersebut, awalan adalah yang paling kompleks aturannya.

(more…)

Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

Friday, January 1st, 2010

Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

(more…)

Tapi Sebagai Awal

Sunday, September 13th, 2009

Pemerhati bahasa dari kalangan kolot sering bersikukuh pada tata aturan yang kaku. Ia cenderung bergerak antara dua kutub betul-salah, seakan-akan bahasa adalah sebentuk soal pilihan ganda pada ujian anak sekolah yang tak dapat ditawar—maka ia jadi tertutup, normatif. Sepadan dengan wataknya, tata bahasa tradisional yang mereka anut itu kentara sekali mencerminkan cara berpikir deduktif, kurang memperlihatkan keinginan menerima bentuk-bentuk bahasa di luar aturan yang sudah ada. Padahal, seperti nanti akan kita lihat, tidak semua gejala kebahasaan dapat dirumuskan ke dalam kaidah yang disertai ukuran-ukuran betul-salah.

(more…)

Membakar Buku, Merayakan Kemerdekaan

Monday, August 17th, 2009

…Dort, wo man Bücher Verbrennt, verbrennt man auch am Ende Menschen.
…manakala mereka sudah membakar buku, pada akhirnya mereka akan membakar manusia
Heinrich Heine (1797-1856)

Bahasa tidak hanya menyangkut ejaan dan tata kalimat. Selain rambu-rambu kebahasaan, pengguna bahasa juga mesti peduli pada logika. Pernah dalam sebuah majalah saya menemukan kalimat: ”. . . , ujar Thierry Powis saat melenggang bersama kapalnya (kapal pesiar—EE) . . . .” Rupanya si Powis ini mirip Nabi Isa yang, berkat mukjizat, dapat berjalan di atas air memarani perahu murid-murid-Nya yang dipermainkan angin sakal. Belum habis heran saya, di halaman lain mata saya menumbuk kalimat: ”Dengan cuek ia terus bicara dengan telepon selulernya.” Sedang terganggukah ingatannya?

(more…)