Setyadi Setyapranata

Setyadi Setyapranata, pensiunan dosen bahasa Inggris Univ. Neg. Malang; mantan Presiden Asosiasi Pengajar Bhs Inggris se-Indonesia (TEFLIN); S-2 Bhs. Inggris UM, Victoria University, NZ, dan Texas University; tahun 1989-2007 menatar pada Proyek Penataran Calon Penerjemah Textbook (Dep Diknas); pendiri milis penggemar bahasa dan budaya Jawa.

Back Translation

Monday, April 19th, 2010

Back translation” adalah istilah teknis dalam dunia penerjemahan, yang mungkin tepat untuk dipadankan dengan “Terjemahan balik.” Istilah ini bermakna menerjemahkan materi dari bahasa A ke bahasa B, kemudian hasil terjemahan bahasa B diterjemahkan balik ke bahasa A oleh orang (editor) lain. Prosedur ini sangat berguna bagi editor, terutama bagi yang belum banyak jam terbangnya, untuk memeriksa ketepatan atau kecermatan makna aslinya seperti yang dimaksud oleh penulisnya.

(more…)

Sexy

Sunday, January 31st, 2010

“Wanita mana yang tidak ingin berpenampilan sexy”. Kalimat ini bukan suatu pertanyaan, melainkan pernyataan ahli kecantikan di acara TV. Dia ingin menandaskan bahwa semua wanita tentu ingin berpenampilan sexy. Biasanya orang sudah merasa “tahu” apa yang dimaksud dengan “sexy” meski akan susah menjelaskannya. Bahkan bila ditanyakan artinya, jawabnya akan “ngaco”. Namun demikian mereka, terutama cewek, selalu setuju dengan pernyataan itu. Namun anehnya, mereka sering mengelak kalau dituding berpenampilan sexy.

(more…)

Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

Friday, January 1st, 2010

Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

(more…)

Masalah penggunaan kamus yang asal-asalan: Papaya banyak berserat

Saturday, September 5th, 2009

Itulah yang sering dikatakan oleh para ahli nutrisi. Tentu saja pernyataan itu dapat membingungkan orang kebanyakan, sebab yang mereka tahu, serat adalah bahan berbentuk mirip benang, seperti yang terdapat pada batang pohon pisang. Serat yang dimaksud oleh ahli nutrisi sebenanya adalah istilah serapan dari bahasa Inggris fiber yang salah satu padanannya di dalam kamus memang serat. Dari kamus yang bagus dapat ditemukan lebih dari lima makna fiber, yang salah satunya, seperti yang dimaksud ahli nutrisi tersebut, adalah sari zat tumbuhan yang berkhasiat melancarkan pencernaan. Tanpa peduli adanya multi makna itu, ahli nutrisi langsung saja mencomot makna nomor satu, serat, karena tak dapat menemukan atau “mencipta” istilah lain yang tepat.

(more…)

Pilih sing ayu apa sing setya? Pilih yang cantik atau yang setia?

Thursday, August 20th, 2009

Ing kalangan para penerjemah wis suwe ana pasemon mitos sing kira-kira ngene unine: “Jarwan (terjemahan) sing becik lan ideal iku jarwan sing setya lan endah nyengsemake”. Banjur ana sing ngumpamaake mitos iku karo sipate pacar: “Sipate jarwan iku kaya dene pacar, pacar sing ayu rupane biasane ora setya, lan sing setya biasane ora ayu”. Sing dikarepake jarwan sing setya yaiku sing wujud (bentuk linguistik), isi (makna), lan ancase (tujuan) ora mlenceng seka tulisan asline. Dene jarwan sing endah nyengsemake iku sing basane becik, surasane apik, lan paramasastra sarta pandungkapane luwes lan layak (idiomatis).

Di kalangan para penerjemah sudah lama ada perumpamaan mitos yang kira-kira demikian bunyinya: “Terjemahan yang bagus dan ideal itu penerjemahan yang setia dan indah menarik hati.” Selanjutnya ada yang mengumpamakan mitos tersebut dengan sifat pacar: “Sifat terjemahan itu dapat diumpamakan pacar; pacar yang cantik wajahnya biasanya tidak setia, dan yang setia biasanya tidak cantik.” Yang dimaksud terjemahan yang setia adalah terjemahan yang wujud (bentuk linguistik), isi (makna) dan tujuannya tidak mlenceng dari tulisan aslinya. Sedangkan terjemahan yang indah menarik hati itu bahasanya indah, bunyinya bagus, dan nilai sastra serta pengungkapannya luwes dan idiomatis.

(more…)