Beberapa hari yang lalu, rekan Sugeng Hariyanto, yang akan menjadi pembicara utama di acara TransCon Atmajaya 2014, memasang posting di FB HPI, meminta masukan untuk makalahnya. Temanya adalah cara bertahan dan berjaya dalam industri penerjemahan dan penjurubahasaan. Mas Sugeng menayangkan beberapa opsi untuk dipilih responden, dan membuka kesempatan bagi responden untuk menambahkan opsi lain.

Nah, karena saya antara lain memilih opsi “Menjaga hubungan baik dengan PM” untuk meningkatkan kualitas terjemahan, Mas Sugeng meminta saya memberikan contoh konkret mengenai cara saya memelihara hubungan baik tersebut. Catatan singkat berikut inilah yang saya sampaikan lewat surel kepada Mas Sugeng.

Berdasarkan pengalaman, hubungan baik dengan PM memang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas terjemahan. Berikut ini beberapa contoh yang dapat saya kemukakan.

1.    Duluuu sekali, saya belum tahu soal fitur Track Changes di program Word sehingga saya agak bingung juga ketika PM meminta saya menyunting dengan memanfaatkan TC. Nah, PM yang mengajukan permintaan itulah yang mengajari saya. Dia menjelaskan apa manfaat TC dan bagaimana menggunakannya. Otomatis kualitas pekerjaan saya juga membaik karena saya berhasil memenuhi permintaan PM untuk menggunakan TC. Lalu, sekitar dua tahun yang lalu, saya juga diajari PM cara mengubah tayangan PowerPoint dan Word menjadi format PDF. Haha, butir nomor 1 ini jelas mengungkapkan kebodohan saya ya, tetapi memetik ilmu yang diajarkan PM itu beda lho kepuasannya.

2.    Pernah suatu kali, saat menerjemahkan IND-ENG, terjemahan saya dirapikan oleh PM (tanpa memotong fee saya), meskipun dia tetap meminta persetujuan saya sebelum terjemahan itu dikirim ke klien-akhir. Tentu saja kualitas terjemahan saya semakin baik.

3.    Kalau hubungan kita baik dengan PM, tanya jawab (baik melalui surel maupun YM) pasti mulus seandainya kita menghadapi kesulitan dalam memahami teks. Hal ini sudah saya alami berkali-kali, baik dalam peran saya sebagai penerjemah maupun sebagai editor.

Suatu kali, saya pernah mengajukan cukup banyak pertanyaan dalam peran saya sebagai editor. PM menjawab semua pertanyaan saya dengan sabar. Dia “memuji” saya karena banyak bertanya, padahal semua pertanyaan saya itu, menurutnya, seharusnya ditanyakan oleh penerjemah. Fee saya sebagai editor juga ditambah karena tentu saja editing yang saya lakukan menyita cukup banyak waktu mengingat penerjemah rupanya sering malu bertanya sehingga agak sesat di jalan, hehehe…

Mengenai cara memelihara hubungan baik dengan klien lama dan/atau PM, hal-hal berikut ini yang antara lain pernah saya lakukan.

1.    Saya rasa kebutuhan untuk menjalin hubungan baik ini sangat tergantung pada kepribadian kita masing-masing. Hubungan saya dengan para PM boleh dikatakan sangat akrab. Bahkan ada kalanya kami saling bertukar cerita tentang kehidupan pribadi. Misalnya, saya tahu salah seorang PM saya yang berkebangsaan Amrik punya istri wanita Meksiko. Dia mengirimkan foto keluarga ketika cuti liburan ke Meksiko, sambil membanggakan anak gadisnya yang berpenampilan eksotis blasteran amrik-mesksiko. Nah, kalau PM membuka peluang untuk keakraban ini, sebaiknya dimanfaatkan.

2.    Cerita pribadi bisa juga di-share dengan PM. Misalnya saat memasang notifikasi untuk tidak menerima pekerjaan karena sedang liburan, saya berjanji untuk menceritakan pengalaman liburan saya. Nah, setelah saya aktif kembali, saya pun bercerita sedikit. Yang paling seru adalah ketika saya berlibur ke Bali dan pengalaman snorkeling di Bunaken. Mereka iri melihat kecantikan alam Bali dalam bentuk foto yang saya kirimkan.

3.    Contoh lain, saya pernah mengomentari nama PM yang bagi saya menarik, misalnya nama belakangnya mirip nama pembalap terkenal dari Kanada, Villeneuve. Dia mengatakan bahwa hanya nama keluarganya saja yang sama, tapi dia bukan pembalap, diakhiri dengan LOL. Pernah juga saya mengomentari nama PM yang nama keluarganya mirip nama keluarga Rusia. Dari sini muncul keakraban.

4.    Pada komunikasi di hari Jumat, biasanya saya mengakhiri surel dengan ucapan selamat berakhir pekan. Atau, kalau surel dikirimkan di malam hari, saya sering menutup surel dengan ucapan “Have a nice day and good night from this part of the globe”. Sering kali PM membalas dengan salam penutup penuh canda, misalnya bahwa dia iri saya sudah memulai akhir pekan, sementara dia masih harus bekerja sehari lagi.

Nah, itulah sebagian dari cara saya menjalin hubungan baik dengan PM. Seperti yang sudah sering saya kemukakan dalam berbagai kesempatan, jumlah agensi yang saya layani tidak banyak. Saat ini hanya di bawah 10. Tetapi, saya menjalin hubungan kerja dengan mereka sudah belasan tahun. Saya yakin, hubungan akrab menjadi salah satu perekat yang membuat mereka betah untuk selalu memberi saya pekerjaan.

Namun, saya juga ingin menegaskan bahwa kepribadian kita masing-masing akan menentukan warna hubungan kerja dengan PM. Kalau kita memang bukan orang yang senang berakrab-ria, tidak usah memaksakan diri menerapkan gaya saya. Pada akhirnya, kulitas kerja kitalah yang menjadi prioritas utama PM mempekerjakan kita.

 

Selamat menerjemahkan!

Trackback

6 comments untill now

  1. Sangat menarik membacanya, klien memang ibarat aset bagi bisnis kita dan mesti harus di servis sebaik mungkin

  2. setiap orang tidak bisa bekerja sendiri, pasti butuh orang lain. Untuk itu kita harus bisa bekerja sama dengan baik apalagi di perusahaan yang besar

  3. lebih bae usaha kalau ada modal mah

  4. Mungkin yg paling utama adalah menjaga mutu terjemahan. Namun kadang penerjemah dipaksa nurut dg keinginan klien, misalnya dlm penggunaan istilah atau tata bahasa yg baku.

  5. Jadi teringat dengan perkataan pimpinan saya dulu “pikirlah 4x sebelum menekan tombol SEND pada email untuk dikirim ke klien” yang belakangan baru saya tahu maksudnya. Tata bahasa kadang juga perlu dicermati, dan hal ini sering diremehkan oleh seorang fresh graduate. Memang pengalaman tidak bisa dibeli dengan apapun. Terima kasih pak :)

  6. Setuju, kita musti menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan klien agar menghasilkan kepuasan di kedua belah fihak.

Add your comment now