Juru istilah

Pada tanggal 25 Juli 2011 yang lalu saya berduka. Mbak Mia (Lauder) mengirim pesan melalui BB: Pak Anton Moeliono telah wafat pada pukul 23.27. Pereksa Bahasa yang sering dijuluki “Kamus Berjalan” ini tidak lagi bisa dijadikan narasumber untuk mencipta istilah-istilah bahasa Indonesia yang tepat makna dan sedap didengar. Padahal, selama ini beliau sangat berperan besar dalam pembentukan berbagai padanan istilah asing seperti tenggat (deadline), canggih (sophisticated), kudapan (snack), penyelia (supervisor), dan, yang terakhir, sumberluar (outsource). Meskipun mungkin tidak terlalu terlihat, selama satu minggu saya menghitamkan foto profil saya pada berbagai jejaring sosial sebagai wujud duka atas kepergian beliau.

Di antara berbagai keterampilan bahasa yang dimiliki oleh Pak Ton, “juru istilah” merupakan salah satu kepiawaian beliau yang tidak banyak dimiliki oleh bahasawan Indonesia lain. Juru istilah, atau terminologist dalam bahasa Inggris, adalah ahli dalam penelitian terminologi yang meliputi pengumpulan, analisis, pencatatan informasi, serta penciptaan hubungan antara istilah dan definisi sesuai konteks istilah tersebut. Dalam bahasa (yang terlalu) sederhana, juru istilah adalah pencipta dan pencatat istilah.

Juru istilah merupakan salah satu dari tiga profesi yang dinaungi oleh Fédération Internationale des Traducteurs (FIT, Federasi Internasional Penerjemah)–selain penerjemah (translator) dan juru bahasa (interpreter). Penyebutan profesi ini secara khusus oleh FIT bukan tanpa alasan. Juru istilah adalah suatu profesi khusus yang membutuhkan keahlian khusus pula. Profesi ini kiranya sulit untuk disambi oleh penerjemah atau juru bahasa, namun memegang peranan vital untuk mendukung kedua profesi dalam bidang penerjemahan tersebut.

Satu hal yang menjadi alasan utama untuk memisahkan tugas juru istilah dari penerjemah maupun juru bahasa adalah waktu. Juru istilah memerlukan waktu untuk menelaah suatu konsep dan menciptakan istilah yang cocok untuk mewakili konsep tersebut. Kelewahan ini tidak dimiliki oleh penerjemah dan juru bahasa yang hampir selalu dihadapi dengan tenggat yang ketat. Sayang, tampaknya pasar belum menyadari hal ini.

Selamat jalan, Pak Ton. Semoga segera lahir para juru istilah baru yang paling tidak dapat sedikit menutupi kerumpangan karena ketiadaan Bapak.

Rujukan:

  1. Association of Translators and Interpreters of Ontario. What is a terminologist. Diakses pada 14 Agu 2011.
  2. Fédération Internationale des Traducteurs. What is FIT. Diakses pada 14 Agu 2011.
,
Trackback

5 comments untill now

  1. Indahnya.

    Sungguh.

    Lama sekali.

    Saya menanti surga dunia.

    Kini saya temukan.

    Di Bahtera.

    Setelah lama melaut di dunia maya.

    Cuma ketemu penulis yang setengah hati menyayangi Bahasa Indonesia.

    Cuma ketemu para penyingkat kata-kata.

    Namun di sini berbeda.

    Seperti surga.

    Saya sangat bahagia melihat blog Bahtera ini.

    Padahal baru melihat saja.

    Indahnya Bahasa Indonesia.

    Salam kenal, Bahtera. Salam kenal saudara-saudaraku yang mencintai bahasanya. Maafkanlah saya yang tidak tahu apa-apa ini.

    Jabat erat,

    Ade Malsasa Akbar

  2. terimakasihh

  3. asslmualaikum, stlh ak baca ttg tulisan singkat dr pak muliono atau kamus brjalan yg skrg tlah wafat, sungguh ak terharu skali dan ingin rasany menelusuri tapak beliau, cm sangat berat rintangan yg msti di tempuh, bagi para ahli translator bahasa inggris saya mohon bimbingan dan bantuan ilmu nya mksh.
    ni alamt fb saya : Moon Zet

  4. Link sudah dipasang mohon konfirmasi link back http://sumber-mu.blogspot.com/ terima kasih buat admin.

  5. Sudah lama saya hanya berani membaca-baca Bahtera karena keperluan saya sebelum ini hanya untuk “ngangsu kawruh”. Namun, karena sekarang ada keperluan teknis, saya memberanikan diri untuk menulis di kolom ini. Bukan komentar, tetapi hendak bertanya. Apakah Bahtera tahu di mana alamat kantor HPI Komda DIY-Jateng? Saya ingin “ngangsu kawruh” secara langsung dengan Mbak Sandra. Terima kasih.

Add your comment now