Anton Moeliono

Sumber gambar: Pikiran Rakyat (Imam JP)

Tak pelak lagi, seluruh masyarakat pencinta Bahasa Indonesia hari ini berduka. Mereka yang tidak mengetahui perjalanan penyakitnya mungkin terperangah mendengar atau membaca berita kepulangan beliau, termasuk kita, anggota milis Bahtera — Bahasa dan Terjemahan Indonesia.

Pak Anton memang tidak pernah secara resmi menjadi anggota milis Bahtera, namun bagi para pendiri Bahtera, Pak Anton adalah salah satu narasumber yang sering menjawab pertanyaan yang dilontarkan Bahterawan, khususnya di masa-masa awal berdirinya milis tercinta ini.

Banyak ucapan beliau yang diingat orang, banyak pula istilah yang melekat di hati para pemerhati bahasa, namun yang paling melekat kuat dalam benak saya adalah frasa “salam takzim” yang hampir selalu menutup surat-surat beliau. Pak Anton memang sosok yang amat santun, baik saat bertutur maupun menulis. Namun, pendiriannya dan kecintaannya kepada bahasa Indonesia sangat kokoh dan patut mendapat acungan jempol. Kalau orang lain mencampurkan bahasa asing ke dalam ucapannya yang berbahasa Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya berbahasa asing, Pak Anton justru dengan teguh menggunakan bahasa Indonesia dengan taat asas. Namun, kemampuannya berbahasa asing tetap tampak tanpa beliau harus berbahasa gado-gado.

Kini sosok santun itu telah tiada… Kita boleh saja berduka, tetapi sajak Jalaluddin Rumi berikut ini mungkin bisa mengobati kehilangan kita…

Selamat jalan, Pak Anton… Bahterawan di balik layar…

When I die
Jalaluddin Rumi

when my coffin
is being taken out
you must never think
I am missing this world

don’t shed any tears
don’t lament or feel sorry
I’m not falling
into a monster’s abyss

when you see
my corpse is being carried
don’t cry for my leaving
I’m not leaving
I’m arriving at eternal love

when you leave me
in the grave
don’t say goodbye

remember a grave is
only a curtain
for the paradise behind

you’ll only see me
descending into a grave
now watch me rise

how can there be an end
when the sun sets or
the moon goes down
it looks like the end
it seems like a sunset
but in reality it is a dawn

when the grave locks you up
that is when your soul is freed

have you ever seen
a seed fallen to earth
not rise with a new life
why should you doubt the rise
of a seed named human

have you ever seen
a bucket lowered into a well
coming back empty

why lament for a soul
when it can come back
like Joseph from the well

when for the last time
you close your mouth
your words and soul
will belong to the world of
no place
no time

Trackback

2 comments untill now

  1. Selamat Jalan Guru-Ku

  2. Selamat Jalan Pak Anton, semoga diterima semua amal ibadah di sisiNya

Add your comment now