Semerbak Harum di Taman Bunga

Katakanlah dengan bunga. Demikian kata pepatah, yang di masa lalu pernah dipermasalahkan sebagian orang di beberapa kota besar Indonesia. Kala itu ada anjuran agar ucapan selamat tidak lagi disampaikan dengan mengirim karangan bunga, melainkan dengan cara lain, biasanya sumbangan berupa uang. Cara ini dianggap lebih bermanfaat karena bukankah bunga kiriman pada akhirnya dibuang dan menjadi sampah? Tetapi, tentu saja mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan bunga menjadi uring-uringan. Rezeki mereka terpangkas oleh kebijakan yang dilatarbelakangi oleh niat mengurangi sampah itu. Padahal, kalau dipikir-pikir, sampah bunga yang bersifat organik ini sangat mudah hancur, dan dipastikan tidak mencemari lingkungan. Marilah pembaca, kita berjalan-jalan di taman bunga khayal dan membalik-balik kisah di balik beberapa nama bunga dan tanaman.

Lebih dari 40 tahun yang silam, ketika pertama kali melangkahkan kaki masuk ke kampus Ganesha sebagai mahasiswa baru, saya disambut dengan bunga Air Mata Pengantin. Nama yang puitis bukan? Sampai sekarang, bunga berwarna merah muda itu, yang bentuknya bak tetesan air mata, masih tetap setia menyambut warga dan para tamu ITB di pintu gerbangnya yang khas.

Nama bunga memang banyak yang aneh-aneh. Ada Lidah Api Irian atau Irian Flame – tanaman merambat yang banyak digunakan sebagai penghias pergola. Warnanya memang jingga menyala, bergantungan berkelompok-kelompok. Ada lagi nama tanaman unik yang pasti Anda kenal – apa lagi kalau bukan Si Putri Malu. Namanya sungguh tepat mencerminkan tingkah daun tanaman itu, yang menutup diri begitu terkena sentuhan. Sungguh bak seorang putri yang pemalu. Bagaimana dengan Kumis Kucing? Tanaman ini diyakini dapat mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit kencing manis atau diabetes. Bunganya memang memiliki bagian panjang yang halus, persis seperti kumis kucing. Saya yakin, masih banyak tanaman lain yang namanya menarik, khususnya nama khas daerah tertentu, sebutlah misalnya Eceng Gondok, Ki Acret, Jawer Kotok, Bunga Sepatu, Mulut Harimau

Bunga Terbesar dan “Terharum”

Bangsa Indonesia boleh berbangga karena begitu banyaknya spesies tanaman berbunga yang tumbuh di tanah tercinta ini. Bahkan, kabarnya Indonesia memiliki jenis anggrek terbanyak di dunia, yang masih belum seluruhnya teridentifikasi di belantara hutan Kalimantan dan Sumatera.

Salah satu kartupos bergambar khas Indonesia yang banyak beredar di toko buku adalah gambar bunga Rafflesia arnoldi. Sebuah buku terbitan Indonesia yang sampulnya menggunakan gambar bunga ini telah menarik perhatian sejumlah pengunjung Pameran Buku Internasional 1995 di Tokyo. Saya bersama Ibu Aida Joesoef dari Ikapi yang bertugas saat itu, dengan bangga menceritakan kekhasan bunga terbesar itu (padahal kami belum pernah melihat bunga itu dengan mata kepala sendiri!). Nama bunga ini kabarnya berasal dari Stamford Raffles (1781–1826), penguasa berkebangsaan Inggris yang pernah menduduki Indonesia di masa lalu.

Bunga lain asal Indonesia yang tak kalah menariknya adalah bunga yang konon amat “harum” alias bunga bangkai. Tanaman yang berbunga sekali dalam waktu 1-3 tahun ini ditemukan di Sumatera pada tahun 1868, bernama Latin Amormophallus titanum.

Semula Nama Orang

Di kalangan botaniwan atau ahli tanaman, sudah menjadi kebiasaan menamai tanaman menurut nama penemunya. Kebiasaan yang sama juga berlaku dalam bidang ilmu lain, misalnya astronomi, yang menamai planet, meteor, dan benda langit menurut nama para penemunya. Nah, dalam kelompok ini kita bertemu dengan bunga Camelia. Nama romantis ini pernah sangat populer di akhir tahun 1970-an ketika Ebiet G. Ade bersenandung merdu, menggapai-gapai hati sang kekasih yang bernama Camelia. Linnaeus (1707-78), botaniwan Swedia yang terkenal, memberi nama bunga indah itu untuk menghormati pengelana Jesuit bernama Georg Joseph Kamel. Dialah orang pertama yang membawa bibit bunga itu dari kawasan Timur pada abad ke-17. Linnaeus mereka-reka nama camellia yang merupakan versi Latin dari Kamel.

Begonia adalah satu lagi contoh nama bunga yang diambil dari nama orang. Pada abad ke-17, Michel Begon (1638-1710) bertugas sebagai gubernur pemerintahan Prancis di Santo Domingo. Sebagai pejabat pemerintah, dia turut menggalakkan pengkajian botani. Begonia pertama kali dibawa ke Inggris pada tahun 1777 dan diberi nama menurut nama sang gubernur yang merangkap botaniwan ulung itu.

Bunga Dahlia mendapatkan namanya dari seorang botaniwan Swedia yang hidup pada abad ke-18, Anders Dahl (meninggal 1789). Bunga ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Inggris pertama kali mengenalnya pada tahun 1789 ketika Marchionees of Bute membawa tanaman itu dari Spanyol.

Tanaman penghasil bunga Magnolia memiliki kulit kayu dan, tentu saja, bunga yang harum semerbak. Keharumannya ini pernah dimanfaatkan bangsa Cina untuk mengharumkan … nasi! Aneh-aneh saja ya? Dikabarkan bahwa nama tanaman ini berasal dari nama Pierre Magnol, guru besar botani di Montpelier, Prancis.

Edelweiss, Gladiolus, Anggrek

Siapa yang tak kenal keluarga Von Trapp dari Austria? Masyarakat dunia berkenalan dengan keluarga ini melalui film istimewa pemenang hadiah Oscar, The Sound of Music. Pada tahun 1970-an, ketika film itu diputar di sejumlah bioskop di kota Bandung, banyak orang yang menontonnya sampai beberapa kali. Sekarang, video dan DVD-nya merupakan salah satu film yang paling banyak peminatnya di seluruh dunia. Dalam film berdurasi sekitar 3 jam ini, banyak lagu indah didendangkan – salah satu di antaranya Edelweiss. Masih ingatkah Anda ketika Julie Andrews, si pengasuh anak, berdiri terpesona mengagumi tuannya, Baron Von Trapp, yang diperankan Christopher Plummer, yang dengan penuh perasaan menyanyikan lagu Edelweiss? Bunga kecil yang banyak tumbuh di Pegunungan Alpen ini mendapatkan namanya dari gabungan dua kata Jerman: edel yang berarti mulia, dan weiss yang berarti putih atau suci. Memang Edelweiss dikenal sebagai lambang kesucian, khususnya di negara seperti Swiss dan Austria.

Tahukah Anda bahwa bunga Gladiol yang ramping tinggi itu berkaitan dengan … ya ampun … para gladiator Roma! Tanaman ini dinamai Gladiol karena kelopak bunganya yang lancip dan tampak cemerlang itu dianggap mirip dengan gladius atau pedang yang digunakan para gladiator untuk bertarung di medan laga.

Sebuah nama lagi yang “mengejutkan” saya ketika membaca riwayatnya adalah asal-usul nama bunga anggrek. Dalam bahasa Inggris, bunga anggrek disebut orchid. Ternyata bunga yang cantik dan harganya mahal ini mendapatkan namanya dari kata Yunani orchis yang berarti … buah pelir atau testikel! Bahkan sejak 2000 tahun yang lalu, Pliny the Elder, pengarang berkebangsaan Romawi, mengatakan bahwa bunga anggrek memang menakjubkan karena kedua akarnya mirip sekali dengan testikel ….

Belladonna Lily

Belladonna berarti wanita cantik. Bunga ini dinamai demikian karena kehalusan kelopak bunganya yang mirip kulit gadis cantik, atau demikianlah menurut kaum cerdik cendekia. Ada juga yang mengatakan bahwa bunga itu diberi nama demikian karena dara-dara Italia menggunakannya sebagai ramuan kecantikan. Para gadis ini percaya bahwa sari bunga itu dapat menghaluskan kulit mereka. Namun, bagi kaum Yunani di masa lalu, bunga secantik itu bak gadis molek yang biasa disebut Amaryllis, dari kata amarysso yang berarti “gemerlap”. Karena itulah bunga itu bernama Amaryllis sebelum bernama Belladonna Lily.

Racun Panah, Bintang, dan Si Kering

Pernahkan Anda mencicipi kue ararut? Kue yang renyah itu dibuat dari tepung ararut yang diperoleh dari akar tanaman Ararut atau Arrowroot (terjemahan harfiahnya akar panah). Tepung tanaman ini digunakan oleh suku Indian di Amerika untuk mengobati luka akibat panah beracun. Karena itulah kemudian tanaman ini dinamakan demikian.

Bunga lain yang banyak disukai kaum wanita adalah bunga Aster. Dahulu, warna bunga ini terbatas hanya putih, merah muda, dan ungu. Sekarang, dengan kemajuan dalam bidang teknologi perbungaan, kita dapat memperoleh bunga Aster berwarna kuning dan kuning emas. Bila melihat bentuknya yang cantik itu, Anda teringat pada apa? Tidak salah kalau Anda menyebut bintang karena dalam bahasa Latin, aster memang berarti bintang.

Azalea adalah nama bunga yang tanamannya seperti semak. Bunganya berwarna putih, kuning, dan merah tua keunguan. Dalam bahasa Yunani, azalea berarti kering. Nama tersebut sungguh tepat karena tanaman ini dapat berbunga subur bila tumbuh di tanah yang kering dan berpasir.

Bunga Daging, Bunga Emas, dan Turban

Memang tak terbayangkan hubungan antara bunga dan daging. Tetapi, ada sebuah kata Latin yang digunakan sebagai sumber nama bunga. Kata itu adalah caro atau carnis yang berarti daging. Tak dinyana, nama bunga Carnation berasal dari kata tersebut karena warnanya yang merah muda pucat itu tampak seperti warna daging.

Dalam perhiasan pengantin wanita dikenal istilah bunga emas, yaitu hiasan berbentuk bunga yang dibuat dari bahan bersepuh emas. Tetapi, ini tentu berbeda dengan bunga Krisan atau Chrysanthemum. Warnanya yang kuning keemasan, dan juga putih, memang berarti bunga emas, yang berasal dari kata Yunani chrysos dan anthemon.

Akhirnya, Anda tentu tahu bahwa Negeri Belanda sangat dikenal dengan impor bunganya yang bentuknya sangat khas. Tidak salah lagi, bunga khas Belanda ini adalah bunga Tulip. Kelopak bunganya yang halus bak beludru dan warnanya yang cerah, mengingatkan orang pada sebuah turban, sejenis tutup kepala. Kata tulip sendiri berasal dari kata Prancis kuno tulipan, dari tulbend, cara orang Turki melafalkan turban.

Penutup

Demikianlah pembaca, akhir wisata kita kali ini. Sekarang, bila Anda mengunjungi kebun bunga yang dewasa ini banyak membuka diri untuk menerima tamu, Anda memiliki pengetahuan tambahan mengenai nama bunga dan tanaman yang Anda kagumi itu. Sampai jumpa lagi.

Penulis: Sofia Mansoor. Sumber: Funk, Word Origins

Trackback

6 comments untill now

  1. Bunga sangat menikmati wisata taman bunga di sini. Ini adalah informasi yang sangat baik untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang sejati.
    Thanks for sharing sobat

  2. bunga memang segalanya….Tuhan pasti Maha Indah….bunga adalah salah satu cerminan betapa Allah Maha Indah….

  3. wow..
    so fantastic..
    Bunga ternyata punya arti yang lebih special yah dri yang aku duga..
    aku kira bunga cuma lambang dari ketidak abadian..
    coz bunga bisa layu..
    hehe..
    tapi karena bunga uniq n byk macamnya..
    jadi ga bosen..
    thx for sharing..

  4. Wow…, lengkap koleksi asal usul nama bunga. thanks sharing-nya.

  5. Informasi tentang bunga-bunga ini menarik sekali.

  6. seperti berjalan-jalan di taman bunga setelah membaca dan memperhatikan bunga2 yang ada diblog ini..klo ada bunga yang lain gan…

Add your comment now