Pedoman bagi Penerjemah

Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya temukan yang memberikan pedoman teoritis sekaligus praktis untuk melakukan penerjemahan.

Buku ini adalah buah karya Rochayah Machali (Rochie) yang telah berkecimpung, baik sebagai teoritisi maupun praktisi, dalam bidang penerjemahan sejak awal 1990-an. Saat ini beliau menjadi pengajar di School of Languages and Linguistics, University of New South Wales, Sydney, Australia.

Tinjauan

Buku ini terdiri dari 11 bab, 5 lampiran, dan suatu daftar pustaka yang mencantumkan banyak rujukan. Meskipun pembahasan dalam setiap bab cukup mendalam, adanya uraian tentang cara pembahasan pada bagian awal serta kesimpulan pada bagian akhir masing-masing bab sangat memudahkan pemahaman isi. Setiap bab pun dilengkapi dengan contoh-contoh dan latihan sebagai sarana pemantapan pemahaman pembaca.

Bab-bab yang terdapat dalam buku ini adalah sebagai berikut.

  1. Penerjemahan dan penerjemah.
  2. Konsep dasar mengenai bahasa, fungsi, dan ragam.
  3. Proses dan tahap penerjemahan.
  4. Metode penerjemahan.
  5. Prosedur penerjemahan.
  6. Teknik penerjemahan.
  7. Pergeseran makna umum, perubahan maksud, ketaksaan, dan pemadanan.
  8. Penilaian terjemahan.
  9. Topik khusus 1: Seksisme bahasa dan penerjemahan.
  10. Topik khusus 2: Perspektif wacana dan penerjemahan.
  11. Pendidikan dan pelatihan penerjemahan.

Lampirannya antara lain memuat daftar organisasi dan tempat pendidikan penerjemah serta terjemahan bahasa Indonesia dari Translator’s Charter FIT.

Ringkasan

Berikut adalah ringkasan dari isi buku yang disajikan dalam bentuk padat: satu alinea untuk masing-masing bab.

Penerjemahan bukanlah semata kegiatan menggantikan teks bahasa sumber (TSu) ke dalam teks bahasa sasaran (TSa) melainkan perlu dipandang sebagai suatu tindak komunikasi, bukan sekadar kumpulan kata dan kalimat. Penerjemah perlu melihat penerjemahan dari dua pendekatan, yaitu proses dan produk, serta perlu dibekali dengan perangkat intelektual (kemampuan dalam bahasa sumber dan sasaran, pengetahuan tentang topik terjemahan, penerapan pengetahuan pribadi, serta keterampilan) dan praktis (penggunaan sumber rujukan serta pengenalan konteks langsung maupun tak langsung).

Bahasa merupakan (1) sistem yang terstruktur, (2) sistem bunyi yang bersifat manasuka, serta (3) sarana komunikasi antarpribadi. Aspek kebahasaan yang harus dipahami dan diperhatikan oleh penerjemah antara lain adalah bentuk (bunyi, tulisan, dan struktur), makna, fungsi, dan ragam bahasa. Hierarki satuan bahasa adalah kalimat, klausa, frase, kata, dan morfem. Makna dapat dilihat dari segi hubungan dengan kata lain (leksikal, gramatikal, kontekstual, dan sosiokultural) serta dari segi asalnya (primer atau referensial dan sekunder atau konotatif). Fungsi bahasa dapat digolongkan menjadi (1) ekspresif, (2) informatif, (3) vokatif, (4) estetik, (5) fatis, serta (6) metalingual. Ragam bahasa adalah perbedaan yang ada dalam penggunaan suatu bahasa yang bisa bersumber dari variasi internal maupun eksternal. Ada empat istilah untuk menunjukkan keragaman bahasa, yaitu (1) dialek, (2) laras, (3) gaya, dan (4) idiolek. Gaya bahasa dapat dibagi menjadi lima, yaitu ragam beku, resmi, operasional, santai, dan akrab. Pembagian ragam juga dapat dilakukan menurut ragam baku (dengan ciri kemantapan dinamis dan kecendikiaan) dan tak baku.

Proses penerjemahan terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) analisis, (2) pengalihan, dan (3) penyerasian, yang masing-masing dapat diulangi untuk lebih memahami isi teks. Analisis dilakukan untuk memahami (1) maksud penulisan, (2) cara atau gaya penyampaian, serta (3) pemilihan satuan bahasa. Pengalihan dilakukan untuk menggantikan unsur TSu dengan TSa yang sepadan baik bentuk maupun isinya dengan mengingat bahwa kesepadanan bukanlah kesamaan. Penyerasian dilakukan untuk penyesuaian hasil terjemahan dengan kaidah dan peristilahan dalam bahasa sasaran. Dalam analisis dan pengalihan, dapat dimanfaatkan konstruk konteksi situasi yang terdiri dari tiga unsur: bidang (field), suasana atau nada (tenor), dan cara (mode). Setelah analisis, seorang penerjemah harus memilih orientasi ke bahasa sumber (BSu) atau bahasa sasaran (BSa) dengan mempertimbangkan (1) maksud penerjemahan, (2) pembaca, (3) jenis teks, serta (4) kesenjangan waktu.

Metode penerjemahan adalah cara melakukan penerjemahan menurut suatu rencana tertentu. Ada delapan metode penerjemahan, yaitu (1) kata-demi-kata, (2) harfiah, (3) setia, (4) semantis, (5) adaptasi, (6) bebas, (7) idiomatik, (8) komunikatif. Metode semantis dan komunikatif sering dianggap paling memenuhi tujuan ketepatan dan efisiensi dalam penerjemahan.

Prosedur dan metode penerjemahan dibedakan menurut satuan penerapannya: Metode pada keseluruhan teks sedangkan prosedur pada satuan bahasa seperti kalimat, klausa, frase, dan kata. Lima prosedur penerjemahan terpenting adalah (1) transposisi, (2) modulasi, (3) adaptasi, (4) pemadanan berkonteks, dan (5) pemadanan bercatatan. Transposisi atau pergeseran bentuk adalah pengubahan bentuk gramatikal dari BSu ke BSa yang dibagi menjadi empat jenis, yaitu (1) wajib dan otomatis, (2) penyesuaian struktur gramatika, (3) pewajaran ungkapan, serta (4) pengisian kesenjangan leksikal. Modulasi atau pergeseran makna adalah pergeseran struktur yang juga menyebabkan perubahan perspektif, sudut pandang, atau segi maknawi lain yang dibagi menjadi (1) wajib, yang dilakukan apabila suatu kata, frase, atau struktur tidak ada padanannya dalam BSa, serta (2) bebas, yang dilakukan karena alasan nonlinguistik. Adaptasi adalah pengupayaan padanan kultural antara dua situasi tertentu. Pemadanan berkonteks adalah pemberian suatu informasi dalam konteks sehingga maknanya jelas. Pemadanan bercatatan adalah pemberian catatan untuk hal yang tak bisa ditangani oleh prosedur-prosedur lain.

Teknik penerjemahan adalah hal-hal praktis, berbeda dengan metode dan prosedur yang kurang lebih normatif, yang langsung berkaitan dengan langkah praktis dan pemecahan masalah dalam penerjemahan. Masalah praktis ini terkait dengan berbagai masalah kebahasaan antara lain (1) fungsi teks, (2) gaya bahasa, (3) ragam fungsional, (4) dialek, serta (5) masalah khusus yang perlu penanganan praktis seperti idiom dan metafora.

Kesepadanan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam penerjemahan. Pergeseran yang terjadi dalam proses penerjemahan karena metode, prosedur, dan/atau teknik yang diterapkan harus menjamin (1) fungsi dan maksud umum teks tidak berubah, serta (2) makna referensial TSu dipertahankan dalam TSa. Ketaksaan, teks yang tidak runtut, serta unsur yang meragukan harus dikenali dengan jeli dan diputuskan oleh penerjemah.

Penilaian terjemahan dilakukan terhadap produk dan bukan proses. Dalam penilaian terjemahan, yang perlu dipahami adalah (1) segi dan aspek penilaian, (2) kriteria penilaian, serta (3) cara penilaian. Segi dan aspek penilaian bisa dilihat antara lain dari (1) ketepatan (linguistik, semantik, pragmatik), (2) kewajaran ungkapan, (3) peristilahan, dan (4) ejaan. Kriteria penilaian ditetapkan terhadap masing-masing segi atau aspek penilaian baik secara positif maupun secara negatif. Cara penilaian terbagi dua, yaitu cara umum (relatif dapat diterapkan pada segala jenis terjemahan) dan cara khusus (untuk jenis teks khusus seperti teks bidang hukum atau puisi). Pada akhirnya, penilaian terjemahan dilakukan terhadap ada tidaknya serta besarnya penyimpangan makna referensial yang terjadi.

Penutup

Buku terbitan Penerbit Kaifa (Mizan) setebal 252 halaman ini sangat bermanfaat bagi para penerjemah; bekal bagi penerjemah pemula dan pengingat bagi penerjemah kawakan. Hampir semua aspek penerjemahan dimuat secara terstruktur dengan bahasa yang cukup mudah untuk dipahami. Harga eceran Rp39.500 yang ditetapkan untuk buku ini adalah investasi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan penerjemah dan memperbaiki kualitas terjemahannya.

Penulis: Ivan Lanin.

Trackback

25 comments untill now

  1. Very useful info. Thanks Mr. Lanin!

  2. Terima kasih atas info dan link-nya di Bahtera pak Ivan. Melihat ringkasan di atas, saya berpendapat buku ini sangat bermanfaat bagi penerjemah.

  3. Reza Daffi @ 2010-02-01 16:10

    Ini bukan promosi lho, tapi buku ini adalah buku teori terjemahan karya orang Indonesia yang paling terbaca dan mudah dipahami. Terus terang saya merasa sangat terbantu oleh buku ini :)

  4. Buku ini menandakan bahwa profesi penerjemah mulai diperhitungkan. Pustaka lain berbahasa Inggris yang bisa dibaca adalah ‘The Theory and Practice of Translation’ karya E.A. Nida dan C.R. Taber dan ‘Translating the Word of God’ karya J. Beekman dan J.C. Callow.

  5. ada informasi toko online yang menjual buku ini? atau ada yang bisa bantu dan kirimkan ke Jambi? Tks.

  6. Hananto Sudharto @ 2010-02-06 15:12

    Mas Wit,
    mungkin bisa coba
    http://www.bukudiskon.com/books.aspx?item=12863

    salam,
    han

  7. Kebetulan saya beli lebih dari 1 buku, kalau mas Wit berminat..atau mungkin teman2 yang lain.

    rgds,
    Wendy

  8. Agar tidak dianggap iklan, mungkin buku lain juga bisa diresensikan di sini Mas. Pak Sugeng, bahterawan, juga punya buku tentang teori terjemahan tapi saya lupa judulnya.

  9. latifah hanum @ 2010-02-26 12:01

    Apa buku tersebut juga tersedia di toko-toko buku di jawa timur? dimana saya bisa mendapatkannya? trims.

  10. di toko buku gramedia atau toga mas, kalau memang kesulitan saya masih ada 1 buku (waktu beli sengaja lebih dari satu). posisi saya di kota kudus.

  11. ABDUL SALAM @ 2010-08-07 15:37

    Saya juga amat membutuhkan buku PEDOMAN BAGI PENERJEMAH ini. Bagaimana saya bisa mendapatnya

  12. ABDUL SALAM @ 2011-03-25 23:59

    Saya amat berminat dan membutuhkan buku PEDOMAN BAGI PENERJEMAH. Saya sudah berusaha mencarinya melalui teman saya tetapi masih tidak bisa ditemui. Kalau wendys masih punya satu naskhah lagi, saya amaat membutuhkan naskhkah itu.

    terima kasih

  13. Saya bangga menjadi penerjemah setelah tahu ada buku seperti ini!

  14. Saya juga sangat terbantu buku ini dalam penyelesaian skripsi saya, sayang bu Machali sudah kembali ke australia jadi tdk bisa diskusi langsung

  15. Wah, buku yang menarik. Tapi, ada sedikit yang mengganggu nih pada kalimat “Buku ini terdiri dari 11 bab…”. Yang betul “terdiri dari” atau “terdiri atas” ya?

  16. siti hendrawati @ 2010-09-21 11:28

    Wah, sayang isi buku ini tidak berbeda jauh (kalau tidak dikatakan sama) dengan buku terbitan Grasindo dengan judul dan penulis yang sama.

    Untuk terbitan revisi selanjutnya mohon ditambahkan latihan-latihan yang banyak agar buku lebih tebal.
    Dengan sabar saya menanti edisi revisi tersebut.

  17. fitriyana @ 2012-01-09 13:30

    aq smpe muter-muter cri buku ne,,tpi gga’ ktemu,,klo ad yg tw lokasi buku ne,,ksih tw ya????

  18. Teman-teman, saat ini saya menangani penjualan buku Pedoman bagi Penerjemah. Harga ditetapkan rata Rp50.000 tanpa ongkos kirim ke mana pun di Indonesia. Jika masih berminat, silakan layangkan surel ke alamat saya di: sofiamansoor@gmail.com

  19. Florianus @ 2012-07-06 15:26

    Kok, cuma beda sampul ya…? Saya miliki buku itu terbitan Grasindo. Kenapa isinya tidak ditambah biar semakin jadi pedoman dalam arti sesungguhnya.

  20. […] Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional Penulis: Rochayah Machali Penerbit: Kaifa, 2009 Tebal: 252 halaman Ringkasan isi buku: di Blog Bahtera […]

  21. mantap thx

  22. Hola! I’ve been reading your web site for a long time now and fillany got the courage to go ahead and give you a shout out from New Caney Texas! Just wanted to say keep up the good job!

  23. saya tidak bisa membuka tbmlur, twitter dan google chrome ngloading. tapi pas dipc bisa membuka tbmlur dan twitter. kenapa ya? apa notebook nya yang salah -___-

  24. Wow! That’s a really neat answer!

  25. Ya learn something new everyday. It’s true I guess!

Add your comment now