Berbeda dengan penerjemah yang bekerja di sebuah perusahaan, penerjemah lepas tidak banyak memiliki kesempatan untuk mengukur kualitas terjemahannya secara objektif. Penerjemah yang bekerja di perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas terjemahan pekerjanya. Sementara penerjemah lepas biasanya hanya bisa mengharapkan masukan seadanya dari klien.

Padahal sering kali klien sendiri tidak bisa langsung menilai hasil terjemahan saat menerimanya. Ini terutama jika klien Anda adalah perusahaan luar negeri yang tidak mengerti bahasa yang kita terjemahkan. Untuk sampai ke tangan konsumen akhir, terjemahan harus menempuh proses yang memerlukan waktu tidak sedikit. Karena itu, ketika klien menemukan kesalahan dalam terjemahan kita, sudah terlambat untuk memperbaiki. Klien tidak akan repot-repot menghabiskan waktu mengajukan keluhan. Mereka akan langsung berhenti menggunakan jasa kita. Kalau Anda mempunyai klien yang tidak pernah mengeluhkan kualitas terjemahan Anda dan tiba-tiba saja berhenti mengirimkan pekerjaan ke Anda, bisa jadi ini pertanda ada masalah dengan kualitas terjemahan Anda.

Untuk menghindari masalah seperti itu, sebagai penerjemah lepas, kita perlu menciptakan sendiri suatu sistem untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas terjemahan kita. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk ini. Tulisan singkat ini akan berusaha menawarkan salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan penerjemah lepas untuk meningkatkan kualitas terjemahan, yaitu melalui evaluasi mandiri.

Ada enam langkah yang dapat Anda lakukan untuk melaksanakan evaluasi mandiri, yaitu:

  1. menentukan kualitas terjemahan,
  2. menentukan pengevaluasi,
  3. memverifikasi hasil evaluasi,
  4. mengenali kelemahan,
  5. menentukan strategi untuk mengatasi kelemahan, serta
  6. melakukan evaluasi secara berkala,

Berikut ini akan dijabarkan masing-masing langkah evaluasi tersebut.

1. Menentukan Kualitas Terjemahan

A. Kategori Kualitas terjemahan

Untuk bisa meningkatkan kualitas terjemahan kita, pertama-tama kita perlu menentukan terlebih dahulu apa yang kita anggap sebagai terjemahan berkualitas. Hanya dengan demikian kita akan dapat mengukur peningkatan kualitas terjemahan kita.

Kualitas terjemahan dapat kita jabarkan ke beberapa kategori yang bisa kita jadikan acuan. Kategori ini bisa Anda buat sendiri atau mengacu pada model yang sudah ada. Jika Anda mengacu pada model Penjaminan Mutu dari LISA misalnya, beberapa kategori yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas antara lain Keakuratan, Terminologi, Bahasa, Gaya, Aturan Negara, Konsistensi, dsb. Dengan kategori ini, kita dapat memilah-milah kesalahan terjemahan pada terjemahan kita agar lebih mudah mengevaluasinya. Berdasarkan kategori di atas, nantinya kita dapat membuat tabel sederhana seperti di bawah ini:

Keakuratan Konsistensi Terminologi Bahasa
“Not many” diterjemahkan sebagai “Sedikit sekali” Awalan di- dipisah pada kata “di cari”
“Anda” ditulis dengan huruf kecil (“anda”)

Tabel 1. Kategori Kualitas Terjemahan

B. Bobot Kategori Kualitas terjemahan

Perlu diingat bahwa jenis terjemahan yang berbeda biasanya juga akan mempengaruhi bobot kategori kualitas yang ada. Misalnya, untuk terjemahan karya fiksi, kesalahan dalam hal penggunaan bahasa target dan gaya bahasa mungkin akan jauh lebih mempengaruhi kualitas daripada kesalahan pada konsistensi dan keakuratan. Sebaliknya, pada terjemahan manual elektronik misalnya, kesalahan pada konsistensi dan terminologi akan berpengaruh lebih besar pada kualitas daripada kesalahan pada gaya dan aturan bahasa.

Untuk memfasilitasi adanya perbedaan seperti ini, kita perlu memberikan bobot untuk masing-masing kategori yang disesuaikan dengan kebutuhan kita akan terjemahan yang berkualitas. Jika Anda ingin mengukur kualitas terjemahan novel yang Anda kerjakan, berilah bobot 2 untuk gaya dan bahasa misalnya. Dengan demikian, setiap kali ada kesalahan yang ditemukan untuk kategori ini, jumlahnya akan dikalikan dua sementara kesalahan pada kategori yang lain nilainya hanya 1. Jika Anda sudah melengkapi tabel di atas, Anda bisa memasukkan jumlah kesalahan yang ada ke dalam tabel seperti di bawah ini:

Kategori Kesalahan Bobot Total
Bahasa 1 2 1
Terminologi 0 1 0
Keakuratan 1 1 1
Gaya 4 2 8
Jumlah 6 10

Tabel 2. Bobot Kategori Kualitas terjemahan

C. Standar Kualitas Terjemahan

Ingat bahwa jumlah kesalahan wajarnya akan dipengaruhi oleh besarnya terjemahan yang Anda evaluasi. Semakin besar teks yang Anda evaluasi semakin besar kemungkinan ditemukannya lebih banyak kesalahan. Oleh karena itu, jumlah total dalam tabel di atas akan tidak dapat dibandingkan jika besar teks yang Anda evaluasi berbeda.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menyamakan besar teks yang Anda evaluasi, misalnya 500 kata. Jadi setiap kali Anda akan melakukan evaluasi, teks harus Anda potong terlebih dahulu agar besarnya sesuai dengan standar yang Anda tentukan, 500 kata. Cara lain yang dapat dilakukan, dan yang lebih mudah, adalah dengan menghitung nilai untuk setiap sekian kata. Misal jika Anda ingin mengetahui nilai Anda dalam setiap 500 kata yang terjemahkan dari teks yang besarnya 1250 kata, dari tabel di atas Anda dapat menghitungnya seperti berikut:

Nilai per 500 kata = (Total Kesalahan x 500) / Jumlah kata

= (10 x 500) / 2500 = 4

Dengan menggunakan nilai yang sudah Anda hitung seperti di atas, Anda dapat menentukan berapa standar yang ingin Anda gunakan untuk menilai kualitas terjemahan Anda. Ingat, semakin besar nilai Anda, itu berarti semakin banyak kesalahan yang Anda lakukan. Semakin baik terjemahan, nilainya akan semakin mendekati nol.

2. Menentukan pengevaluasi

Untuk menjaga keobjektifan evaluasi, kita memerlukan bantuan pihak kedua untuk mengevaluasi terjemahan kita. Pengevaluasi ini bisa merupakan teman penerjemah Anda yang bersedia membantu, atau pun penerjemah lain yang bisa Anda bayar untuk melakukan evaluasi. Menentukan penerjemah yang akan mengevaluasi kita biasanya tidak mudah. Ke depannya, penilaian kualitas terjemahan kita akan bergantung pada pengevaluasi ini. Karena itu, kita perlu mencari penerjemah yang tepat untuk mengevaluasi hasil terjemahan kita.

Dengan menggunakan sistem evaluasi yang telah kita buat untuk diri kita, kita bisa melakukan evaluasi pada penerjemah yang akan mengevaluasi kita tersebut. Dengan standar yang telah kita tetapkan, jika penerjemah lolos evaluasi tersebut kita dapat menggunakannya untuk mengevaluasi terjemahan kita. Setelah itu, Anda bisa mengirimkan hasil terjemahan Anda ke penerjemah tersebut untuk dievaluasi — pastikan terjemahan yang Anda pilih untuk dievaluasi tersebut tidak terikat oleh perjanjian kerahasiaan dengan klien.

3. Memverifikasi hasil evaluasi

Setelah terjemahan Anda selesai dievaluasi dan Anda menerima hasil evaluasi, kita perlu melakukan verifikasi atas hasil tersebut. Verifikasi perlu dilakukan agar hasil evaluasi benar-benar valid sesuai dengan yang Anda harapkan dan pengevaluasi telah melakukan tugasnya dengan benar sesuai dengan sistem yang telah kita buat.

Verifikasi ini tidak dimaksudkan agar kita dapat membohongi diri sendiri dengan mencari pembenaran untuk kesalahan valid yang telah ditemukan pengevaluasi. Oleh karena itu, kita harus berusaha seobjektif mungkin dalam melakukan verifikasi. Dalam proses ini, yang harus Anda lakukan adalah menganalisis setiap kesalahan dan kategori yang telah ditemukan. Ada kalanya pengevaluasi akan keliru dalam menetapkan kategori pada kesalahan terjemahan Anda. Dengan cara ini, pengukuran kualitas terjemahan Anda akan lebih akurat.

Sering juga pengevaluasi akan bersikap subjektif dan mencatat perbedaan gaya sebagai kesalahan terjemahan. Misalnya saja, Anda lebih memilih menggunakan kata “bisa” sedang menurut penerjemah tersebut kata “dapat” dirasa lebih tepat. Dengan mempertimbangkan konteksnya, sering kali perbedaan gaya seperti ini tidak cukup kuat argumennya untuk dipertimbangkan sebagai kesalahan terjemahan. Oleh karena itu, Anda perlu menyingkirkan kesalahan-kesalahan seperti ini dalam hasil evaluasi.

4. Mengenali kelemahan

Setelah tabel Kategori Kesalahan Terjemahan Anda dilengkapi dengan kesalahan-kesalahan yang ditemukan oleh pengevaluasi dan telah Anda verifikasi, Anda dapat melanjutkan dengan melakukan penghitungan pada tabel Bobot Kategori Kualitas terjemahan. Setelah selesai, Anda akan mendapatkan total nilai Anda untuk evaluasi tersebut. Berdasarkan standar kualitas yang telah Anda tetapkan, Anda dapat mengetahui apakah terjemahan yang kirim untuk evaluasi tersebut memiliki kualitas yang Anda harapkan atau tidak.

Selanjutnya, Anda dapat menganalisis lebih jauh wilayah kekurangan atau kelebihan Anda dengan melihat kesalahan yang ada berdasarkan kategorinya. Anda mungkin baru menyadari bahwa Anda sering kali melakukan kesalahan pengetikan; Anda mungkin tidak pernah tahu bahwa selama ini Anda selalu tidak sengaja menambahkan arti baru ke sebuah kalimat dan sebagainya. Semakin Anda melakukan evaluasi ini, Anda mungkin akan semakin melihat banyak kesalahan yang secara logika mungkin tidak akan mungkin Anda lakukan. Semakin dalam Anda melakukan analisis, semakin banyak kelemahan yang dapat Anda simpulkan dari kualitas terjemahan Anda.

5. Menentukan strategi untuk mengatasi kelemahan

Meskipun tentu saja tidak ada strategi mutlak yang bisa untuk mengatasi suatu masalah, Anda paling tidak dapat merancang strategi yang sesuai dengan kelemahan yang telah Anda temukan dan peningkatan kualitas yang Anda harapkan. Misal, ternyata Anda baru menyadari bahwa Anda lemah di kategori bahasa. Anda dapat merancang proses terjemahan Anda agar lebih menekankan pada deteksi kesalahan pada kategori ini.

Umpamanya Anda sering melakukan kesalahan ketik. Mungkin Anda bisa menambahkan langkah pemeriksaan ejaan dengan perangkat lunak pemeriksa ejaan setelah Anda selesai menerjemahkan dan menyunting agar apabila ada kesalahan ketik yang terlewatkan pada tahap pemeriksaan Anda, Anda masih dapat menangkapnya sebelum diserahkan ke klien. Jika kelemahan Anda adalah gaya terjemahan Anda sangat kaku dan tingkat keterbacaannya rendah, Anda bisa mulai menambahkan waktu tunggu 1 hari ke dalam proses terjemahan Anda. Ini agar Anda mempunyai waktu tambahan untuk memisahkan diri dari terjemahan Anda dan dapat membacanya secara objektif untuk melakukan perbaikan jika perlu.

6. Melakukan evaluasi secara berkala

Untuk mengetahui peningkatan (atau penurunan) kualitas terjemahan kita, kita perlu melakukan evaluasi terjemahan secara berkala. Dengan cara ini, kita bisa terus mengetahui kualitas terjemahan kita. Anda bisa merancang waktunya sesuai dengan kebutuhan Anda dan pekerjaan Anda. Misalkan Anda hanya menerima pekerjaan terjemahan misalnya satu bulan sekali, tentunya secara finansial tidak akan sehat jika Anda harus melakukan evaluasi ini setiap bulan, 6-12 bulan sekali mungkin cukup. Sebaliknya jika Anda setiap hari menerjemahkan puluhan halaman, mungkin melakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali pun tidak lah mencukupi. Anda bisa membuat sebuah tabel sederhana untuk memonitor hasil evaluasi Anda seperti di bawah ini:

Tanggal Pengevaluasi Nama berkas Nilai Catatan

Tabel 3. Hasil Evaluasi Berkala

Penutup

Untuk sampai ke tangan konsumen akhir, terjemahan harus menempuh proses yang memerlukan waktu tidak sedikit. Ketika klien menemukan kesalahan dalam terjemahan kita, biasanya sudah terlambat untuk memperbaiki. Klien tidak akan repot-repot menghabiskan waktu mengajukan keluhan dan akan langsung berhenti menggunakan jasa kita. Karena itu, tidak adanya keluhan dari klien seharusnya tidak dijadikan ukuran bahwa kualitas terjemahan kita sudah sempurna. Sebagai penerjemah lepas kita perlu mawas diri dan menciptakan sistem evaluasi kualitas sendiri untuk dapat terus memonitor dan meningkatkan kualitas terjemahan kita. Metode yang dipaparkan di atas hendaknya tidak dilihat sebagai panduan lengkap untuk melakukan evaluasi terjemahan mandiri; melainkan sebagai inspirasi dan awalan untuk menciptakan sistem evaluasi kualitas terjemahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing penerjemah lepas.

Penulis: Ade Indarta. Pekerja bahasa, sekarang menjadi penerjemah di SDL International, Singapura.

Trackback

11 comments untill now

  1. Thanks for the info. Pak Ade bagaimana ya caranya bisa nembus jadi translator di luar negeri? Mohon infonya. Thanks

  2. kharun kartaputra @ 2010-02-06 07:53

    Terima kasih atas tulisannya.
    Sangat bermanfaat buat saya dan teman-teman di milis Bahtera tentunya. Pendapat saya, tiap penerjemah harus siapkan cara evaluasi spesifik untuk diri sendiri yang sederhana tapi efektif, dan bisa dilakukan berulang-ulang dengan mudah, ini akan memudahkan pembiasaan diri dengan cara kerja ini.
    Teruskan perjuangan………

  3. @Pak Kharun, terima kasih. Semoga bermanfaat. :)

    @Pak Ahnan, terus ikuti bahtera, banyak lowongan mondar-mandir di sana. Saya juga dulu dapatnya dari Bahtera.he2

  4. Ini tulisan yg bermanfaat. terimakasih.

  5. Devianti @ 2010-04-13 07:08

    Tertarik tuk jadi penerjemah dan gabung dg Bahtera, gimana caranya? tolong advise, makasih..

  6. Devianti,

    Silakan subscribe ke: bahtera@yahoogroups.com

    salam,
    sofia – cofounder Bahtera

  7. Terima kasih atas tulisanya.
    It is very important for the reader.especially for me…………
    please, give me a advise to be translator like you.
    Sukron…………………………..

  8. it is important to the reader
    thanks for all………………..

  9. to be a good translator is difficult,,,,,

  10. Greetings I am so delighted I found your blog page, I really found you by accident,
    while I was researching on Aol for something else, Anyhow
    I am here now and would just like to say thanks for a fantastic post and a all round exciting blog (I also love the theme/design),
    I don’t have time to read it all at the moment but I have book-marked it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep
    up the awesome jo.

  11. Terima kasih untuk postingan blog nya, which is very useful for me as a newbie in the field of translation.
    Saya br pertama kali menekuni profesi sebagai penerjemah di sebuat kantor konsultan hukum. Banyak sekali istilah-istilah hukum yang saya tidak paham krn saya memang bkn lulusan hukum. Saya mengalami kesulitan setiap mencari dictionary atau web khusus yg berisi padanan istilah hukum Inggris dlm bhs Indonesia. Kalau blh saya minta saran, web atau dictionary yg tepat utk dijadikan referensi penerjemahan dokumen2 hukum?
    Thank you so much in advance!

Add your comment now