Banyak orang mengira menguasai dua bahasa adalah cukup untuk menjadi modal penerjemah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Untuk menjadi penerjemah ada beberapa modal yang perlu dimiliki oleh seseorang, dan penguasaan dua bahasa hanyalah beberapa di antaranya.

Read the rest of this entry

Salah satu tolok ukur kemajuan suatu bahasa adalah kekayaan kosakatanya dan kemampuan kosakata tersebut untuk memerikan berbagai konsep baru seiring dengan perkembangan pengetahuan. Pembentukan istilah bahasa Indonesia selama ini menjadi tugas Pusat Bahasa (Pusba) dengan bantuan para ahli bidang yang bersangkutan. Meskipun tak dapat dimungkiri bahwa upaya Pusba untuk memodernkan terminologi ini cukup berhasil memperkaya kosakata bahasa Indonesia, sering kali neologisme yang dibentuk kurang berterima di masyarakat karena kurangnya pelibatan publik dalam pembentukannya serta terbatasnya sosialisasi penggunaan terminologi tersebut. Internet sebagai medium yang dapat diakses publik tanpa batasan lokasi adalah sarana yang tepat untuk mengatasi masalah kolaborasi dan sosialisasi dalam bidang peristilahan ini. Kateglo dirancang sebagai sistem yang memanfaatkan internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia dengan memberdayakan kebijakan khalayak.

Read the rest of this entry

Bahterawan budiman,

Sudah agak lama juga Bahtera tidak mengadakan lomba ya? Yang terakhir adalah Lomba Penerjemahan PuisiDi Atas Kertas” yang berlangsung pada Agustus 2009 yang berhasil memikat 22 orang Bahterawan untuk ikut “mengasah pena” dan memeriahkan acara tersebut.

Kali ini, sambil menunggu bahan lomba berbentuk lain selain puisi, Bahtera kembali menyelenggarakan lomba penerjemahan puisi. Bahan lomba diusulkan oleh John Gare, Bahterawan Australia, yang menemukan puisi lama ini dalam sebuah majalah terbitan tujuh tahun yang lalu di meja ruang tunggu juru bahasa di Refugee Review Tribunal, Melbourne.

Read the rest of this entry

Apakah Anda termasuk orang yang berkeberatan menggolongkan permainan catur sebagai olahraga? Mengapa? Apakah karena Anda berpendapat bahwa catur lebih tepat disebut olahotak, bukan olahraga, karena otaklah yang lebih berperan dalam permainan tersebut?

Anda tentu kenal moto di atas, moto yang banyak dianut para olahragawan di seluruh dunia. Secara bebas, kita biasa menerjemahkannya menjadi: “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Jagoan catur kita, Utut Adianto, pastilah tahu benar bahwa untuk dapat bermain catur dengan prima, baik jiwa maupun raga harus dalam keadaan sehat. Jadi, sesuai benar dengan moto itu.

Read the rest of this entry

Berbeda dengan penerjemah yang bekerja di sebuah perusahaan, penerjemah lepas tidak banyak memiliki kesempatan untuk mengukur kualitas terjemahannya secara objektif. Penerjemah yang bekerja di perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas terjemahan pekerjanya. Sementara penerjemah lepas biasanya hanya bisa mengharapkan masukan seadanya dari klien.

Padahal sering kali klien sendiri tidak bisa langsung menilai hasil terjemahan saat menerimanya. Ini terutama jika klien Anda adalah perusahaan luar negeri yang tidak mengerti bahasa yang kita terjemahkan. Untuk sampai ke tangan konsumen akhir, terjemahan harus menempuh proses yang memerlukan waktu tidak sedikit. Karena itu, ketika klien menemukan kesalahan dalam terjemahan kita, sudah terlambat untuk memperbaiki. Klien tidak akan repot-repot menghabiskan waktu mengajukan keluhan. Mereka akan langsung berhenti menggunakan jasa kita. Kalau Anda mempunyai klien yang tidak pernah mengeluhkan kualitas terjemahan Anda dan tiba-tiba saja berhenti mengirimkan pekerjaan ke Anda, bisa jadi ini pertanda ada masalah dengan kualitas terjemahan Anda.

Read the rest of this entry

Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya temukan yang memberikan pedoman teoritis sekaligus praktis untuk melakukan penerjemahan.

Buku ini adalah buah karya Rochayah Machali (Rochie) yang telah berkecimpung, baik sebagai teoritisi maupun praktisi, dalam bidang penerjemahan sejak awal 1990-an. Saat ini beliau menjadi pengajar di School of Languages and Linguistics, University of New South Wales, Sydney, Australia.

Read the rest of this entry