<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan 2010</title>
	<atom:link href="http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/</link>
	<description>asah asih asuh bersama melayari samudra bahasa dan terjemahan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 03:39:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Standar jasa translate &#8211; terjemahan di Jakarta &#171; Jogja Translator Service</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-3755</link>
		<dc:creator>Standar jasa translate &#8211; terjemahan di Jakarta &#171; Jogja Translator Service</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 17:52:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-3755</guid>
		<description>[...] translate/terjemahan di kota Jakarta dikutip dari blog bahtera sebagai [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] translate/terjemahan di kota Jakarta dikutip dari blog bahtera sebagai [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shinta</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-3735</link>
		<dc:creator>Shinta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 02:12:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-3735</guid>
		<description>maaf kalau rate In-house translator pada badan swasta atau pemerintah ada acuan rate-nya kah? kalau ada acuan salarynya mungkin bisa jadi referensi untuk negosiasi gaji:) Terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf kalau rate In-house translator pada badan swasta atau pemerintah ada acuan rate-nya kah? kalau ada acuan salarynya mungkin bisa jadi referensi untuk negosiasi gaji:) Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Menerjemahkan dokumen non-buku &#171; My Pensieve</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-3713</link>
		<dc:creator>Menerjemahkan dokumen non-buku &#171; My Pensieve</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 03:49:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-3713</guid>
		<description>[...] mengacu kepada Standar Biaya Penerjemahan HPI, aku lebih suka menentukan honor berdasarkan hitungan per kata dari bahasa sumber karena dengan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] mengacu kepada Standar Biaya Penerjemahan HPI, aku lebih suka menentukan honor berdasarkan hitungan per kata dari bahasa sumber karena dengan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Batam</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-2638</link>
		<dc:creator>Batam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 02:59:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-2638</guid>
		<description>Boleh beritau gak ya....syarat yg musti diurus mau jadi sworn translator...makasih atas informasinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh beritau gak ya&#8230;.syarat yg musti diurus mau jadi sworn translator&#8230;makasih atas informasinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Biru Akhtiar</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-2519</link>
		<dc:creator>Biru Akhtiar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 18:07:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-2519</guid>
		<description>wah segitu ya rate nya???

lumayan buat info...soalnya ada bisnis terjemahan nih...

angkanya emang bikin shock..kaget,sedih, dan senang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah segitu ya rate nya???</p>
<p>lumayan buat info&#8230;soalnya ada bisnis terjemahan nih&#8230;</p>
<p>angkanya emang bikin shock..kaget,sedih, dan senang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M.S. Laba</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-2067</link>
		<dc:creator>M.S. Laba</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 14:19:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-2067</guid>
		<description>Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk ... Rp... tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll. 

Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed). 

Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report). 

Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.

Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M&#039;sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???

Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.

Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah. 

Info Harga:
Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)

Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).

Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah  Jakarta, Rp 10.000 perlembar. 

On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta
Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….

Semoga jadi pembanding.

MS Laba - Batam
Indoor Translator at Solicitor/Notary Office</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk &#8230; Rp&#8230; tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll. </p>
<p>Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed). </p>
<p>Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report). </p>
<p>Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.</p>
<p>Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M&#8217;sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???</p>
<p>Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.</p>
<p>Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah. </p>
<p>Info Harga:<br />
Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)</p>
<p>Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).</p>
<p>Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah  Jakarta, Rp 10.000 perlembar. </p>
<p>On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta<br />
Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….</p>
<p>Semoga jadi pembanding.</p>
<p>MS Laba &#8211; Batam<br />
Indoor Translator at Solicitor/Notary Office</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M.S. Laba</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-2066</link>
		<dc:creator>M.S. Laba</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 14:13:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-2066</guid>
		<description>Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk ... Rp... tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll. 

Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed). 

Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report). 

Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.

Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M&#039;sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???

Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.

Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah. 

Info Harga:
Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)

Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).

Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah  Jakarta, Rp 10.000 perlembar. 

On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta
Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….

Semoga jadi pembanding.

MS Laba - Batam
Indoor Translator at Solicitor/Notary Offices</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk &#8230; Rp&#8230; tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll. </p>
<p>Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed). </p>
<p>Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report). </p>
<p>Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.</p>
<p>Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M&#8217;sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???</p>
<p>Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.</p>
<p>Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah. </p>
<p>Info Harga:<br />
Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)</p>
<p>Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).</p>
<p>Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah  Jakarta, Rp 10.000 perlembar. </p>
<p>On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta<br />
Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….</p>
<p>Semoga jadi pembanding.</p>
<p>MS Laba &#8211; Batam<br />
Indoor Translator at Solicitor/Notary Offices</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syaf</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-1006</link>
		<dc:creator>Syaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 12:43:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-1006</guid>
		<description>Emang mantap kalo dlm prakteknya jg spt itu... Tp di dunia penerbitan buku spt yg selama ini saya jalani rata-2 per hlm kuarto 2 spasi Inggris-Indonesia cuma dihargai Rp7000,-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang mantap kalo dlm prakteknya jg spt itu&#8230; Tp di dunia penerbitan buku spt yg selama ini saya jalani rata-2 per hlm kuarto 2 spasi Inggris-Indonesia cuma dihargai Rp7000,-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: md</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-913</link>
		<dc:creator>md</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 02:37:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-913</guid>
		<description>yaaah kalo gitu gw dikadalin dooong....gw nerjemahin kamus dibayarnya suppeerrr muraaah bener... T.T .... udah terlanjuuuur.... maaf teman2...tak akan ku ulangi.... (gak mau sebut harga ... maluuuu)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaaah kalo gitu gw dikadalin dooong&#8230;.gw nerjemahin kamus dibayarnya suppeerrr muraaah bener&#8230; T.T &#8230;. udah terlanjuuuur&#8230;. maaf teman2&#8230;tak akan ku ulangi&#8230;. (gak mau sebut harga &#8230; maluuuu)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rudi Wilson</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2010/01/standar-satuan-biaya-penerjemahan-dan-pengetikan-2010/comment-page-1/#comment-894</link>
		<dc:creator>Rudi Wilson</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 00:05:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.bahtera.org/?p=642#comment-894</guid>
		<description>Saya pernah dapat  €0.08 per kata dari suatu agency di Negeri Belanda (Dia mengirimkan lebih dari 3000 kata).
Memang bergantung pada orangnya. Ada an Irish lady who pays me Rp75000 (tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk setiap surat, biarpun suratnya kadang-kadang terdiri hanya atas 3 baris. Ada juga teman dosen yang membayar saya Rp250000 (dua ratus lima puluh ribu) untuk 3/4 halaman A4 (162 kata).  Patokan is ok, but one has to be flexible.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah dapat  €0.08 per kata dari suatu agency di Negeri Belanda (Dia mengirimkan lebih dari 3000 kata).<br />
Memang bergantung pada orangnya. Ada an Irish lady who pays me Rp75000 (tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk setiap surat, biarpun suratnya kadang-kadang terdiri hanya atas 3 baris. Ada juga teman dosen yang membayar saya Rp250000 (dua ratus lima puluh ribu) untuk 3/4 halaman A4 (162 kata).  Patokan is ok, but one has to be flexible.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

