Setiap tahun, Departemen Keuangan Republik Indonesia menerbitkan suatu standar biaya umum sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga untuk menghitung biaya kegiatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran mereka. Standar biaya umum adalah satuan biaya paling tinggi yang ditetapkan sebagai biaya masukan dan/atau indeks satuan biaya keluaran. Untuk tahun 2010 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 01/PM.2/2009 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2010 yang ditetapkan pada tanggal 4 Maret 2009. Peraturan ini juga memuat standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan yang dapat dijadikan acuan bagi para penerjemah.

Sesuai dengan butir nomor 40 pada halaman 9, standar satuan biaya penerjemahan dan pengetikan dihitung per halaman jadi dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Berikut jabarannya.

Dari bahasa asing ke Indonesia:

  1. Dari bahasa Inggris: Rp.68.000
  2. Dari bahasa Perancis dan Jerman: Rp.101.000
  3. Dari bahasa Mandarin dan Belanda: Rp.135.000
  4. Dari bahasa Jepang: Rp.168.000
  5. Dari bahasa asing lain (Arab, Rusia, dll): Rp.115.000

Dari bahasa Indonesia ke asing:

  1. Ke bahasa Inggris: Rp.85.000
  2. Ke bahasa Perancis dan Jerman: Rp.101.000
  3. Ke bahasa Mandarin dan Belanda: Rp.165.000
  4. Ke bahasa Jepang: Rp.168.000
  5. Ke bahasa asing lain (Arab, Rusia, dll): Rp.115.000

Terima kasih untuk Farah Rachmat atas informasi ini.

, ,
Trackback

23 comments untill now

  1. beberapa penerbit terbesar di Indonesia, kisaran tarifnya hanya Rp 12000- Rp 20.000 per halaman…mungkin teman2 bisa sharing

  2. @gugi, lain mas/mbak. Standar ini kan cuma buat badan pemerintah. Cuma buat acuan untuk bikin anggaran biaya kegiatan

  3. Kalo harganya segitu, rasanya gak akan ada agensi luar negeri yg mau nerima outsourcing terjemahan dari kantor2 pemerintah Indonesia :-)

  4. kalo “acuan” mestinya kisarannya ya kurang-lebih 10-20% dari harga itu

  5. sugianto yusuf @ 2010-01-05 19:41

    Namanya juga standar, Mas, Mbak. Ada yang main di atas, ada yang main di bawah. Cuma yang kebanyakan main di bawah standar ati-ati, nanti ketimpa kendaraan.

  6. Hm baru nyadar, sepertinya salah nih ditempatkan di sini. Kalo lihat Permen-nya, di situ ditulis standar ini “…satuan biaya paling tinggi”. Jadi tidak sebaiknya digunakan sebagai acuan buat penerjemah. Sekali lagi, ini acuan buat pemerintah kalau mau belanja terjemahan, paling tinggi bolehnya segitu duitnya. Lagian, kasihan sekali penerjemah di sini, masih disamakan dengan tukang ketik (“satuan biaya PENERJEMAHAN dan PENGETIKAN”) :(

  7. Devi R. Ayu @ 2010-01-05 21:27

    Ya berarti kalau dapat orderan dari Pemerintah, kita sudah punya gambaran berapa ratenya…karena selama ini ternyata rate yg diberikan kepada saya, jauhhhhh dari yg telah ditetapkan.

  8. Informasi ini bagus, saya juga jadi ingin tahu kalau standar agency luar negri…adakah yang tahu? terima kasih…

  9. Ni aku ada info tentang rate standard untuk penerjemahan luar negeri. Menurut saya sih tergantung Anda yang tentukan. Saya pernah dapat agency dari hongkong dengan rate $0,05 per word of source language. Besar kan? tapi ada juga lho yangg cuma $0,03. Pokoknya antara itu deh

  10. Selama ini kalo saya dapat order ya kisaran harga tersebut baik dari agency atau perusahaan yang membutuhkan jasa langsung dengan waktu pengerjaan “SECEPAT MUNGKIN”. Kalo mau rate yang tinggi ya coba kita nembak agency dari luar Indonesia. Rata-rata mereka bayarnya per word antara $0,03 s.d 0,05 dst. Tergantung nego kita. Sekarang tinggal kita main aja di standar teknis kertas, font dll. Yang penting adalah “Great Translator Provides Great Translation Result at Most Affordable Price.”

  11. Ahnan,

    FYI, setahu saya cukup banyak penerjemah yang menerima imbalan lebih dari US$0.05 per kata.

    Tempo hari bahkan ada yang mengirimkan laman yang memuat rata2 tarif penerjemah Indonesia di Eropa, dan angka tertinggi di situ EUR0.50/word! Rata-ratanya belasan sen EUR per word.

  12. Menarik…

  13. Menarik

  14. Rudi Wilson @ 2010-05-05 07:05

    Saya pernah dapat €0.08 per kata dari suatu agency di Negeri Belanda (Dia mengirimkan lebih dari 3000 kata).
    Memang bergantung pada orangnya. Ada an Irish lady who pays me Rp75000 (tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk setiap surat, biarpun suratnya kadang-kadang terdiri hanya atas 3 baris. Ada juga teman dosen yang membayar saya Rp250000 (dua ratus lima puluh ribu) untuk 3/4 halaman A4 (162 kata). Patokan is ok, but one has to be flexible.

  15. yaaah kalo gitu gw dikadalin dooong….gw nerjemahin kamus dibayarnya suppeerrr muraaah bener… T.T …. udah terlanjuuuur…. maaf teman2…tak akan ku ulangi…. (gak mau sebut harga … maluuuu)

  16. Emang mantap kalo dlm prakteknya jg spt itu… Tp di dunia penerbitan buku spt yg selama ini saya jalani rata-2 per hlm kuarto 2 spasi Inggris-Indonesia cuma dihargai Rp7000,-

  17. Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk … Rp… tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll.

    Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed).

    Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report).

    Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.

    Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M’sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???

    Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.

    Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah.

    Info Harga:
    Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)

    Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).

    Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah Jakarta, Rp 10.000 perlembar.

    On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta
    Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….

    Semoga jadi pembanding.

    MS Laba – Batam
    Indoor Translator at Solicitor/Notary Offices

  18. Itu kayak pengumuman statistik, harga cabe keriting di pasar induk … Rp… tapi di pasar siapa mau ikut??? Pedagang ditanya hanya bilang beli aja di koran, kantor statistik.. dll.

    Kenapa harus dipatok??? Itu Depkeu buat standar utk internal, bukan utk penerjemah tapi utk pejabat pengelola pos anggaran Dep Keu sampai ke level RT RW kalo ada. Orang ngatur internal mereka kok kita sibuk. Bagi saya tidak ada tarif patokan. Beda antara buku, surat. Surat Pernyataan, Perjanjian bawah tangan (private deed).

    Saya sebagai penerjemah di dunia PMA keberatan jika dipatok. Saya menerjemahkan kadang satu paragraf tapi harus menunggu seharian. Jadi saya berhak dong atas Rp. 500.000 per lembar, dan kadang hanya sebuah kalimat dari korespondensi ekpor impor, prosedur bongkar muat. Atau laporan uji coba (Commissioning Report).

    Kalau salah nerjemahin, orang bisa rugi milyaran. Misalnya prosedur discharging utk plat baja antara Korea, Turki dan Batam. Bagaimana sebuah kalimat yang mewakili suasana, misalnya kalau kapal sandar, truck datang dihitung lebar jenjang truck, jika memutar, ada barang di pelabuhan sehingga truck butuh sekian lama utk take position. Hitungan waktu dan keluwesan truck disepkati ada reward and punishment. Jika sebuah kalimat salah dimengerti maka resikonya fatal. Nah saya kan hanya nerjemahin satu kalimat, lalu negosiasi, saya nunggu, bolak balik untuk penempatan kata. Saya harus dibayar Rp 10 juta utk satu kalimat itu, kenyataan hanya 500.000, jangan dibatasi lagi.

    Ada lagi akta pendirian yang diterjemahin sworn translator sebuah perusahaan patungan China, M’sia, Singapur, di Batam. Dalam rapat2, Presdir selalu halangan hadir, sebagai gantinya ada pasal mengatakan rapat diketuai oleh Direktur pengganti (UU PT dan AD/ART PT). Si penjerjemah memakai kata Substitute Director. Di Singapur, boleh yang berhalangan menunjuk siapa saja untuk memimpin, UU PT kita tidak boleh, yang boleh Direktur juga tapi yang hadir jika berpatokan pada kata Substitute hukum Inggris mengatakan boleh siapa saja. Nah saya harus menerjemahkan ulang satu kata, saya berhak dong atas Rp 500.000.???

    Maka liat dulu, jika nerjemahin buku, itu terjemahan bebas, tergantung pembaca, tapi dalam terjemahan berisiko (bukan teks hukum atau bahasa negara), bahasanya pendek-pendek tapi fatal jika sembarangan.

    Misalnya dalam jual beli 16 set kapal, si Consultan Hukum PT si buyer memakai kata Deficiency kapal. Seller dari Singapure bingung dengan istilah-istilah itu. Jual beli kapal disini sama dengan jual beli mobil. Si pembeli dari Jakarta memandang ribet sehingga memakai bahasa buku dari Dep. Pertahanan US mungkin Prjanjian induk G to G Kapal perang. Padahal tongkang itu cuma sebuah bangunan kotak sederhana. Nah saya sebagai penerjemah 12 jam menaklukkan tim buyer yang ngotot. Seperti ini kalau dibayar 100 ribu ya gak adil lah.

    Info Harga:
    Di Dunia PMA Batam, berlaku dua tarif.. Karena kami dari kantor notaris, harus kasih harga. Pasaran di kedutaan sana S$100,- per lembar, Untuk Batam, Penerjemah Senior memasang standar S$50.- per lembar utk Dokumen Sworn. Untuk dokumen biasa pasaran penerjmah Rp. 50 ribu per lembar (standard kata perhalaman tidak berlaku)

    Saya pernah dapat tarif untuk dokumen Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) utk pendirian pertabangan bauksit seharga Rp 14 juta per buku (200 an hal semacam skripsi).

    Untuk surat menyurat ke instansi pemerintah (BKPM, BAPEDAL, Depnaker dll) Rp 100.000 per lembar. Sementara dokumen dari arah Jakarta, Rp 10.000 perlembar.

    On top of that, ini yang mau saya sampaikan ke Teman-teman di Jakarta
    Menurut saya harga pasaran professional untuk dokumen normal (tanpa case sensitive) adalah Rp. 85.000 per halaman, setidaknya itu harga di Sumatera. Dan saya juga mau kritik seperti komentator lain, kok di Jakarta harganya 7.000 rupiah, Sebuah agency di Jakarta kasih harga ke saya Rp.10.000 dengan bahasa: “Tapi untuk Bapak Kami kasi rate special Rp. 10.000). Padahal Adik2 ku terima jasa pengetikan saja Rp 8.000 per lembar di Kabupaten Alor NTT. Bagaimana ini?? Bukan berarti di sana gk ada orang punya komouter loh ….

    Semoga jadi pembanding.

    MS Laba – Batam
    Indoor Translator at Solicitor/Notary Office

  19. wah segitu ya rate nya???

    lumayan buat info…soalnya ada bisnis terjemahan nih…

    angkanya emang bikin shock..kaget,sedih, dan senang…

  20. Boleh beritau gak ya….syarat yg musti diurus mau jadi sworn translator…makasih atas informasinya

  21. […] mengacu kepada Standar Biaya Penerjemahan HPI, aku lebih suka menentukan honor berdasarkan hitungan per kata dari bahasa sumber karena dengan […]

  22. maaf kalau rate In-house translator pada badan swasta atau pemerintah ada acuan rate-nya kah? kalau ada acuan salarynya mungkin bisa jadi referensi untuk negosiasi gaji:) Terimakasih

  23. […] translate/terjemahan di kota Jakarta dikutip dari blog bahtera sebagai […]

Add your comment now