Alhamdulillah, pada pertengahan bulan Januari 2010 ini, moderator milis Bahtera (diwakili oleh Sofia Mansoor serta Maria E. Sundah) dan Yayasan Mitra Netra (YMN) telah menandatangani surat perjanjian kerja sama  penerbitan buku Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat (TMN) dalam versi Braille.  Kerja sama penerbitan TMN dalam format Braille ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh 45 orang penulis TMN, termasuk pendiri dan anggota tim moderator milis Bahtera, kepada Gerakan Seribu Buku untuk Tunanetra yang diselenggarakan oleh YMN.

Alih Bahasa: Tersesat Membawa Nikmat (TMN), buku perdana milis Bahtera yang mengupas seluk-beluk dunia penerjemahan dan kejurubahasaan di Indonesia ini diterbitkan untuk menyambut ulang tahun ke-12 Bahtera pada tahun 2009, di samping sebagai upaya untuk memperkenalkan profesi penerjemah dan dunia penerjemahan yang tampaknya belum begitu populer di Indonesia. Dalam buku ini, 45 orang Bahterawan — sebutan “resmi” anggota milis Bahtera — menceritakan aneka pengalaman pribadi dan profesional mereka yang begitu unik sebagai penerjemah dan jurubahasa dalam 61 tulisan dengan bahasa yang ringan dan lugas.

Gerakan Seribu Buku Tunanetra merupakan salah satu program yang dicanangkan YMN sejak tanggal 30 Januari 2006 dan terus berlangsung hingga kini dengan semakin banyak pengarang, penerbit, maupun relawan dari kalangan masyarakat yang berpartisipasi.

Dalam proses konversi buku biasa menjadi buku Braille, pengarang atau penerbit meminjamkan soft file dari buku yang mereka terbitkan kepada YMN. Sementara itu, masyarakat luas yang berminat menjadi relawan membantu proses ini dengan cara mengetik ulang isi buku pada file MS Word dan mengirimkan file MS Word tersebut ke YMN. Selanjutnya, semua file buku, baik dari penerbit, penulis, maupun relawan, diolah menjadi file berformat Braille oleh YMN dengan menggunakan perangkat lunak Mitranetra Braille Converter (MBC), untuk kemudian dicetak menjadi buku Braille dengan mesin Braille embosser. Agar buku tersebut dapat dinikmati oleh tunanetra di seluruh Indonesia, YMN kemudian mendistribusikannya melalui layanan perpustakaan Braille online yang dikelolanya, www.kebi.or.id (KEBI singkatan dari Komunitas E-Braille Indonesia), yang beranggotakan para produser buku Braille di Indonesia.

Penerbitan buku TMN versi Braille diharapkan dapat membawa angin segar bagi hubungan kerja sama jangka panjang yang saling mendukung antara milis Bahtera dan Yayasan Mitra Netra, antara lain mengingat profesi penerjemah dan juru bahasa adalah profesi yang memungkinkan untuk dijalani oleh tunanetra. Beberapa tunanetra yang berprofesi sebagai penerjemah dan juru bahasa antara lain adalah DR. Didi Tarsidi, Ketua Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia), dan Ir. Nyantoso Sukirno seorang penerjemah bersumpah. Mudah-mudahan TMN versi Braille dapat membantu memberi masukan kepada generasi muda tunanetra yang ingin menjalani profesi sebagai penerjemah atau juru bahasa.

Jakarta, 23 Januari 2010
Mila Kartina Kamil
(salah seorang kontributor buku TMN, relawan pembaca buku bicara untuk tunanetra di YMN)

Tentang Milis Bahtera

Bahtera (BAHasa dan TERjemahan indonesiA) adalah milis untuk para penerjemah Indonesia yang didirikan pada 3 Juli 1997 oleh Bashir Basalamah, Wiwit Margawiati, dan Sofia Mansoor. Saat ini Bahtera beranggotakan lebih dari 2.000 orang yang berasal dari sejumlah kota besar dan kecil di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Selain itu, ada juga anggota yang berdomisili di Eropa, Asia, Afrika, Amerika, dan Australia.

Tentang Yayasan Mitra Netra (YMN)

Yayasan Mitra Netra adalah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan tunanetra yang didirikan di Jakarta pada tanggal 14 Mei 1991. YMN sebagai sebuah organisasi nirlaba yang memusatkan kegiatannya pada peningkatan kualitas dan partisipasi tunanetra di bidang pendidikan dan lapangan kerja adalah satu dari sangat sedikit “penerbit” buku untuk tunanetra di negeri ini.

Trackback

only 1 comment untill now

  1. tak ada kata lain : salut!

Add your comment now