Siang tanggal 16 Oktober 2009 pukul 12.00-14.30 sejumlah Narabahtera yang bermukim di Bandung/Cimahi ngumpul di rumah makan Gudeg Yu Nam, di Jl Trunojoyo 38, Bandung. Saya tiba paling dulu, sebelum jam 12. Koq sepi dan tutupan? Apa gak salah cialis 5mg tempat ya? Jadi saya tanya sama seorang pria di situ, “katanya ada janjian di sini jam 12?” “Oh ya”, katanya. Barulah rumah makan ini buka deh, dan diserbu oleh pengunjung-pengunjung lain yang non-Narabahtera, yang kelaparan pas jam makan siang.

Rupanya biasanya hari Jumat mereka tutup, tapi khusus hari ini buka atas permintaan Bu Sofia, yang rupanya kenalan baik Pak Jeffrey dan Yu Nap, pemilik rumah makan tersebut. Kemudian tiba  Eva Nukman, Julianty Martadiradja, sang antropolog, dan Ibu Iim serta Ibu Hermin, dosen-dosen STBA Bandung. Lalu disusul Susi Septaviana bersama muridnya, Jose, warga Australia kelahiran Filipina. Barulah Bu Sofia tiba.

Kami masuk ke  dalam ruang makan yang berdekorasi “tempo doeloe”, dan ngantri porsi nasi gudeg kami masing-masing. Lalu tiba Hilda Lionata, Rein (Alreinsius), Esti Budihabsari, si penerjemah in-house Penerbit Mizan, dan Pak Ikram serta Pak Indra Sofyar. Kami makan sambil asyik ngobrol. Wah, saya gak nyatet deh obrolannya apa aja.

Bu Sofia buru-buru meninggalkan kami yang tengah asyik menyantap hidangan pencuci mulut pada pukul 13.15, karena akan berangkat ke Jakarta (dan besok menghadiri kumpul-kumpul di Salihara..yang ..hiks…saya gak bisa ikuti). Eh, masih ada hidangan “complimentary“, sepiring gehu (tahu isi toge yang digoreng)…wah…tambah asyiklah kami mengobrol jadinya.

Makasih sudah traktir kami nasi gudeg yang lezat, Bu Sofia, yang ternyata dalam rangka ultah kepala suku kita tgl 12 y.l. Menjadi keinginan kepala suku kita bahwa pertemuan Narabahtera Bandung bisa diadakan secara rutin, misalnya 3 bulan sekali, dan diisi acara berbagi dan diskusi seputar penerjemahan. Trims atas kehadiran teman-teman juga. Atta Verin, kamu ke mana?

Oh ya, makasih juga almond slices cookiesnya, Bu, bikin kami ketagihan tuh. Dan doa Ibu terkabul: gak hujan….:)

Trackback

3 comments untill now

  1. Lanny Utoyo @ 2009-10-22 19:59

    Ternyata Atta Verin tertimpa musibah. Permata hatinya, Hilmy, jatuh dan tangannya patah. Bu Atta mendampingi Hilmy menjalani operasi, mungkin siang itu ya? Kami ikut prihatin, Ta. Ada permintaan maaf dari Atta kepada Bu Sofia karena tidak bisa ikutan ngariung. Cepat sembuh, Hilmy!

  2. Kapan atuh Narabahtera Bandung dsk. kumpul lagi? 😀

  3. Ngariung Bahtera Bdg dsk rencananya dlm wkt dekat, awal Juni…nantikan pengumuman berikutnya…

Add your comment now