I am going today” (Saya akan pergi hari ini) dan “I am going to die” (Saya akan mati) terdengar mirip bila seorang Australia “totok” yang mengucapkannya. Demikian canda orang untuk mengungkapkan keunikan lafal Inggris orang Australia. Seorang teman yang pernah menuntut ilmu di negeri kanguru itu mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu sedikitnya dua bulan untuk bisa benar-benar memahami ucapan orang Australia. Lennie Johanson, pengarang buku Australian Slang, mula-mula merasa heran mengapa penutur bahasa Inggris dari negara lain mengalami kesulitan memahami pembicaraan orang Australia. Barulah setelah mengkajinya lebih dalam, ia menyadari bahwa ternyata cukup banyak kata atau ungkapan Australia yang berbeda artinya dengan yang dipahami oleh penutur bahasa Inggris lain. Mungkin sama dengan yang pernah kita bicarakan dalam Wisata Kata ketika membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia.

Read the rest of this entry

Siang tanggal 16 Oktober 2009 pukul 12.00-14.30 sejumlah Narabahtera yang bermukim di Bandung/Cimahi ngumpul di rumah makan Gudeg Yu Nam, di Jl Trunojoyo 38, Bandung. Saya tiba paling dulu, sebelum jam 12. Koq sepi dan tutupan? Apa gak salah cialis 5mg tempat ya? Jadi saya tanya sama seorang pria di situ, “katanya ada janjian di sini jam 12?” “Oh ya”, katanya. Barulah rumah makan ini buka deh, dan diserbu oleh pengunjung-pengunjung lain yang non-Narabahtera, yang kelaparan pas jam makan siang.

Read the rest of this entry

Pada mulanya adalah Slamet Djabarudi, wartawan Tempo yang bahasawan, yang penasaran dengan apa sebetulnya kata dasar “memerinci“. Pada awal dasawarsa delapan puluhan saya kira. Jadi, belum ada KBBI. Pusat Bahasa masih mengandalkan Kamus Umum Bahasa Indonesia Mas Poer.

Slamet memang menemukan lema PERINCI di kamus itu. Turunannya: PERINCIAN yang setali tiga uang dengan PERINCISAN. Namun, di sana tersua petunjuk bahwa bentuk baku PERINCI adalah RINCI. Pada lema RINCI ada MERINCI: (1) ‘memecahkan (membagi-bagi, menguraikan) kecil-kecil’; (2) ‘menerangkan (merancang dsb.) yang menyebutkan bagian-bagiannya yang kecil-kecil’. Ada pula turunan PERINCIAN: (1) ‘pembagian yang kecil-kecil’; (2) ‘uraian (suatu) perancangan’.

Read the rest of this entry

Dari manakah asal kata “Anda”? Menurut Ajip Rosidi dalam tulisannya, Kegagalan “Anda”, di rubrik Stilistika di Pikiran Rakyat, kata ini tercipta pada tahun 1958 ketika Rosihan Anwar, pimpinan koran Pedoman saat itu, mengundang para pembacanya untuk urun usul kata ganti orang kedua yang dapat dipakai terhadap semua orang seperti kata “you” dalam bahasa Inggris. Dari banyak usul yang masuk, menurut Ajip, akhirnya dipilih kata “anda” yang diusulkan oleh seorang mayor penerbang dari Palembang.

Dalam tulisannya, menurut Ajip, setelah lewat setengah abad, keinginan Rosihan Anwar untuk menemukan satu kata ganti orang kedua yang dapat dipakai terhadap semua orang seperti kata “you” dalam bahasa Inggris ini tidak berhasil tercapai.

Benarkah? Sebagai orang yang mengenal Rosihan Anwar secara pribadi, di milis Bahtera, Akhmad Bukhari Saleh (ABS) menjabarkan sedikit cerita di balik layar tentang peristiwa ini: alasan pencarian, alternatif kata, serta mengapa “Anda” ditulis dengan diawali huruf kapital. Sebelum menyimak tulisan ini, jangan lupa untuk membaca dulu tulisan Ajip Rosidi, Kegagalan “Anda”.

Read the rest of this entry

Jika supir punya risiko pekerjaan mengalami kecelakaan, maka penerjemah yang menjalani harinya di depan komputer lebih dari 10 jam sehari berisiko mengalami Repetitive Strain Injury (RSI). Namanya risiko, jadi tidak pasti semua penerjemah mengalaminya. Namun saya termasuk yang tidak beruntung dan terkena RSI.

Read the rest of this entry

,