Dalam menjalankan pekerjaannya, penerjemah penuh waktu di kantor swasta kadang menghadapi kesulitan, antara lain dalam menghadapi permintaan atau tuntutan pihak pemesan jasanya, terutama jika mereka tidak memahami sepenuhnya mengenai hakikat penerjemahan. Berbeda dari penerjemah lepas yang dapat menolak pekerjaan yang tidak disukainya, penerjemah ‘kantoran’ wajib menerima semua jenis pekerjaan penerjemahan yang ditugaskan kepadanya.

Menurut pengakuan beberapa rekan yang sama-sama bekerja sebagai penerjemah tetap di kantor swasta, ada kalanya atasan atau pihak pemesan jasanya mengharapkan diterjemahkannya dokumen dengan jumlah halaman yang cukup banyak, dan dalam batas waktu yang mustahil.

Beberapa permasalahan

Terjemahan ‘asal’

Ucapan ini kerap terlontar dari klien intern:

I just want a simple translation of this document (Saya hanya ingin dibuatkan terjemahan asal dari dokumen ini),” sambil menunjukkan dokumen dalam bahasa Indonesia setebal 50 halaman. Maksudnya, 50 halaman dokumen ini dapat diringkas dalam bahasa Inggris dalam beberapa jam saja, atau sekurangnya satu hari.

Permintaan untuk terjemahan ‘asal’, ‘asal-asalan’, atau ‘asal jadi’, sebaiknya ditampik dengan jawaban profesional yang menegaskan bahwa jenis terjemahan seperti ini tidak ada. Yang ada hanyalah hasil terjemahan terbaik yang dapat dihasilkan oleh seorang penerjemah profesional.

Tongkat Ajaib

Ada dua masalah di sini. Satu, permintaan atau tuntutan yang tidak masuk akal dalam memenuhi tenggat waktu. Kapasitas rata-rata penerjemah yang berkisar antara satu setengah jam hingga setengah jam untuk setiap halaman folio satu setengah spasi. Masyarakat pengguna jasa penerjemah mungkin perlu diberitahukan alasan mengapa dibutuhkan waktu sekian lama untuk pekerjaan ini. Pertama-tama, penerjemah perlu membaca seluruh isi dokumen untuk memahami pesannya. Kemudian ia menuliskan pemahamaannya itu. Setelah selesai mengetikkannya pada komputer, ia wajib membaca ulang dan memperbaiki, menyunting dan mengoreksi kesalahan yang timbul selama proses pengetikan. Kadang muncul kebutuhan untuk mencari makna kata, baik dalam bahasa sumber maupun dalam bahasa sasaran. Kadang perlu juga diperoleh penegasan dari klien mengenai makna atau pesan di dalam dokumen. Kesemuanya ini mensyaratkan waktu.

Dengan mengkomunikasikan hal ini, penerjemah mendidik kliennya sehingga mereka tidak akan mengharapkan hadirnya ‘tongkat ajaib’ di tangan penerjemah.

Lingkup Kerja: Menerjemahkan bukan Meringkas

Masalah kedua, pekerjaan seorang penerjemah adalah mengalihkan pesan dari teks dalam bahasa sumber ke teks dalam bahasa sasaran. Sangat tidak disarankan dilakukannya pekerjaan lain, misalnya dalam hal ini, meringkas pesan, apalagi harus menentukan bagian-bagian mana yang penting dan mana yang tidak. Hal ini bukan bagian tanggungjawab penerjemah, dan membuka peluang untuk risiko terjadinya kesalahan terutama yang menyangkut bidang khusus yang tidak dipahami penerjemah. Pekerjaan seperti ini selayaknya dilakukan oleh orang yang paling tahu mengenai duduk persoalan, yaitu si pemesan jasa.

Oleh sebab itu perlu dilakukan komunikasi yang jelas mengenai batasan tugas penerjemah yang hanya meliputi aspek kebahasaan. Salah satu siasat menghadapi persoalan ini adalah mengusulkan kepada pemesan jasa untuk diterjemahkannya judul dan/atau subjudul, supaya dapat ditandai bagian-bagian mana yang dianggap penting dan ingin diketahui isinya secara lengkap. Berdasarkan bagian yang ditandai ini lah penerjemah dapat mengerjakan penerjemahan setelah berunding dengan pemesan jasa tentang tenggat waktunya.

Menjaga Stamina

Di samping masalah yang lebih teknis dan berurusan dengan pelaksanaan penerjemahan, penerjemah yang bekerja penuh waktu sebagai karyawan tetap, rawan terkena beberapa gangguan kesehatan. Yang kerap dikeluhkan adalah sakit punggung dan gangguan yang dikenal dengan sebutan sindroma ‘leher, bahu, dan lengan’.

Yang disebutkan belakangan ini merupakan gangguan pada otot leher yang berdampak atau merambat ke otot pundak, bahu dan lengan hingga sebatas siku. Gangguan ini disebabkan oleh sikap tubuh yang tidak berubah dan berulang terus untuk jangka waktu yang lama. Jika dibiarkan, gangguan yang biasanya tidak terlalu dirasakan ini dapat berkembang menjadi cedera otot yang cukup parah. Untuk mencegahnya, penerjemah dianjurkan meninggalkan mejanya dan melakukan gerakan peregangan dengan berjalan-jalan atau berolahraga ringan, idealnya setiap setengah jam sekali.

Bagian tubuh yang juga perlu mendapat perhatian adalah punggung. Karena pekerjaan menerjemahkan mengharuskan konsentrasi untuk waktu yang lama, sikap duduk dan jenis kursi yang salah mudah mengakibatkan terjadinya sakit punggung. Berikut cuplikan dari sebuah situs web tentang cara mencegah sakit punggung bagi orang yang pekerjaannya mengharuskan ia duduk terus untuk waktu yang lama.

Kesimpulan

Sosok penerjemah yang berstatus karyawan tetap di kantor swasta, tampil sebagai berikut:

Seharian bekerja tekun, berhadapan dengan komputer (memelototi layar komputer, mengetik dan membuka-buka kamus)

Ini sekedar gambaran dari luar, secara kasat mata. Perannya di perusahaan atau kantor, menjadi penting dengan dipenuhinya beberapa syarat. Yang pertama, perusahaan atau kantor yang mempekerjakannya membutuhkan jasa penerjemahan. Kedua, ia sebagai penerjemah mampu melakukan tugasnya dengan baik dan memberikan hasil kerja yang memuaskan bagi pemesan jasanya (klien intern). Sama halnya dengan penerjemah secara umum, kepuasan pelanggan merupakan kunci keberhasilan pula bagi penerjemah ‘kantoran’.

Meskipun statusnya sebagai karyawan tetap sedikit banyak memberikan jaminan kelanggengan keberadaannya, jika ia tidak berhati-hati menjaga kepuasan pelanggannya, terbuka kemungkinan suatu hari jasanya dianggap tidak dibutuhkan lagi.

Sama seperti karyawan tetap lainnya, mutu pekerjaan penerjemah di kantor swasta dinilai secara berkala melalui penilaian kinerja (performance appraisal) secara berkala yang hasilnya dijadikan dasar penghitungan kenaikan gaji dan/ atau bonus tahunan. Perangkat pelengkap yang digunakan sebagai tolok ukur di sini meliputi kepuasan pelanggan dan laporan penggunaan waktu (time sheet report).

Etos kerja

Demi memelihara kepuasan pelanggannya, sosok penerjemah yang kita bahas di sini harus memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah dalam mencari pemahaman mengenai pesan teks yang ditanganinya dan menyampaikannya sebaik mungkin  dalam teks sasaran. Begitu pula dalam pencarian padanan makna atau istilah yang ‘berterima’. Banyak cara yang dapat ditempuh selain dari pencarian di bahan-bahan acuan. Yang paling banyak diminati dan dimanfaatkan penerjemah dewasa ini, mesin pencari pada jalur internet, yang sangat memudahkan hidup para penerjemah.

Kepuasan Pelanggan

Hal lain yang perlu mendapat perhatian penerjemah, bagaimana ia melayani permintaan khusus dari pemesan jasa. Ada yang lebih menyukai penggunaan kalimat aktif ketimbang pasif. Ada yang menginginkan gaya bahasa yang lebih luwes dan mengalir, ada pula yang lebih suka gaya penuturan yang lebih datar dan apa adanya. Dalam melayani permintaan jasa penerjemahan dari klien (meski klien intern), seorang penerjemah sebaiknya berupaya terbaik untuk menyesuaikan hasil terjemahannya sedekat mungkin dengan harapan atau permintaan kliennya.

Di sisi lain, karena teks yang diterjemahkannya sering berisi hal-hal teknis yang tidak dapat ia jamin benar-benar ketepatannya, ia dapat melindungi diri dengan mencantumkan Pernyataan Pelepasan Tanggung Jawab (Disclaimer) pada setiap lembar hasil penerjemahannya. Bagaimana pun, pernyataan ini tidak mengandaikan dan tidak dimaksudkan untuk dijadikan alasan bebasnya penerjemah dari  kewajiban dan tanggungjawab untuk memberikan kinerja maksimal.

Kepuasan Penerjemah

Hidup penerjemah menyerupai kisah “Never Ending Story” yang menceritakan bagaimana tokoh utamanya, Atreyu, menangani aneka tugas secara berantai. Lepas yang satu, muncul yang lain, terus bergulir nyaris tiada henti, dan di tengah kejadian-kejadian yang seru dan menegangkan, tanpa terasa membawanya ke berbagai petualangan yang mencekam di negeri ‘Fantasia’.  Bagi penerjemah ini berarti tingkatan penguasaan dan keterampilan yang lebih baik yang dapat dicapainya, seandainya ia rela melakukan tugas-tugasnya dengan gembira dan penuh semangat, menanggapi setiap beban kerja sebagai tantangan yang harus ditaklukkannya.

Mengutip ucapan seorang rekan yang menekuni penyuntingan di sebuah penerbit ternama, “Setiap hari merupakan kesempatan belajar”.  Proses pembelajaran sosok penerjemah yang bekerja sebagai karyawan tetap ini adalah proses ‘belajar dengan cara bekerja’. Dengan menggabungkan kerendahan hati dan semangat untuk terus menyempurnakan diri, ‘Practice makes Perfect’, niscaya ia akan mencapai tingkat keterampilan yang tinggi sambil tetap menikmati kepuasan bekerjanya sendiri.

Citra Penerjemah

Keberadaan seorang penerjemah sebagai karyawan tetap di sebuah kantor, sekaligus memberikan peluang bagi dirinya untuk mengaktualisasikan diri sebagai duta bahasa yang menyandang misi penyempurnaan penggunaan bahasa, dan juru penerang tentang pentingnya penggunaan bahasa yang baik demi komunikasi yang efektif. Di sini pula terletak martabat penerjemah sebagai profesi pemberi jasa intelektual.

Ada seorang rekan yang cukup positif dalam menyikapi beban penerjemah kantoran dalam mengikuti aturan berbusana. Dikatakannya, hal ini sesungguhnya rahmat terselubung. Dengan tampil rapi, citra penerjemah akan meningkat, dan pada gilirannya profesi penerjemah akan lebih dihargai oleh masyarakat.

Harapan yang terselip dalam uraian ini, dengan semakin diketahui dan dikenalnya peran penerjemah di kantor-kantor swasta, profesi penerjemah akan semakin dihargai. Dengan semakin tinggi penghargaan masyarakat terhadap profesi ini, diharapkan semakin tinggi pula harga yang dapat dicantumkan pada jasa penerjemah.

Sekian, semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat.

Sambungan dari bagian pertama: Pendahuluan dan tuntutan profesi.

Dibawakan pada Seminar Profesi Penerjemah dan Juru Bahasa: Aspek Kualitas dan Kewirausahaan. Hotel Acacia, Jakarta, 3 Juni 2006.

Trackback

4 comments untill now

  1. Wah wah wah! Saya jadi berubah pikiran untuk jadi penerjemah full time, Lebih baik jadi penerjemah freelance aja karena lebih bisa bebas berpikir, bebas bermain kata-kata dan pastinya bebas menentukan nasibnya sendiri he he he he

  2. saya juga sama dgn yg atas saya nih :)

  3. Very interesting post. Thank you.

    chiropractic orlando

  4. mahayana @ 2015-01-16 19:47

    semakin pintar sering main di blog bahtera.. sangattt2 menarik ulasannya. bergaul dengan orang2 pintar,kita tambah pintar :) thanks

Add your comment now