Itulah yang sering dikatakan oleh para ahli nutrisi. Tentu saja pernyataan itu dapat membingungkan orang kebanyakan, sebab yang mereka tahu, serat adalah bahan berbentuk mirip benang, seperti yang terdapat pada batang pohon pisang. Serat yang dimaksud oleh ahli nutrisi sebenanya adalah istilah serapan dari bahasa Inggris fiber yang salah satu padanannya di dalam kamus memang serat. Dari kamus yang bagus dapat ditemukan lebih dari lima makna fiber, yang salah satunya, seperti yang dimaksud ahli nutrisi tersebut, adalah sari zat tumbuhan yang berkhasiat melancarkan pencernaan. Tanpa peduli adanya multi makna itu, ahli nutrisi langsung saja mencomot makna nomor satu, serat, karena tak dapat menemukan atau “mencipta” istilah lain yang tepat.

Kasus mirip juga ada pada istilah trauma. Seorang reporter TV melaporkan bahwa ribuan pengungsi tsunami menderita trauma berat, dan dikabarkan trauma center di rumah sakit dipadati penderita trauma. Reporter tersebut tidak tahu bahwa trauma yang kedua berarti luka parah, misalnya pada korban kecelakaan. Jadi, trauma center jelas bukan tempat perawatan penderita trauma, melainkan tempat merawat penderita luka parah.

Asam urat

Pernah terbaca iklan pengobatan alternatif menawarkan jasa penyembuhan urat yang mengalami pengasaman. Ternyata istilah asam urat tidak ada kaitannya dengan urat. Istilah itu adalah padanan uric atau urate acid. Karena di dalam kamus Indonesia tidak ada padanan pas untuk urate, apa boleh buat, diambil saja kata urat, walau diketahui sudah ada kata urat yang bermakna lain.

Petinju kelas terbang

Flyweight, peringkat petinju berdasarkan berat badan diindonesiakan menjadi kelas “terbang”, disamping kelas bantam (bantamweight), dan bulu (featherweight). Susah kita mencari logika bahasa antara ketiga padanan tersebut dengan peringkat berat badan. Selidik-punya-selidik, ternyata yang dimaksud dengan fly pada istilah aslinya bukannya “terbang”, melainkan “lalat” yang bahasa Inggrisnya memang juga fly. Lagi-lagi, hal ini juga sebagai dampak pemanfaatan kamus yang kurang peduli dan kurang teliti.

Papan kunci dan manager garis

Semua pengguna komputer pasti mengenal keyboard. Sedemikian lazimnya nama tersebut, sehingga dengan serta merta orang mengindonesiakannya dengan papan kunci, tanpa peduli bahwa pengindonesiaan demikian tidak nyambung dengan makna sebenarnya. Dalam konsep bahasa Indonesia, papan kunci adalah papan tempat  menggantungkan kunci, yang biasa ditempel di tembok ruang penjaga kantor, bukan bagian komputer.

Pada kasus yang mirip, di dalam sebuah buku ajar manajemen terdapat istilah manager garis yang dimaksudkan sebagai padanan line manager. Pengindonesiaan model papan kunci dan manager garis ini, lagi-lagi, juga dampak penggunaan kamus yang asal-asalan. Dikatakan asal-asalan karena padanan itu terlalu katawi yang hanya berdasar terjemahan kata tanpa mempedulikan makna yang terkandung di balik kata itu.

Basis data

“Basis data” dimaksudkan sebagai padanan istilah data base. Sepintas lalu pemadanan ini bagus, cukup mudah dimengerti karena ejaan dan makna setiap unsurnya mirip dengan aslinya. Namun demikian, orang yang cermat menyisir kamus menemukan kata pangkalan data lebih tepat ketimbang basis data. Pangkalan, menurut kamus, merupakan tempat menimbun barang, sedangkan basis lebih cenderung bermakna tumpuan melakukan operasi militer. Namun demikian, banyak orang menertawakan bentuk ini dan meledeknya dengan menyejajarkan dengan pangkalan ojek.

Polemik

Di dalam masyarakat, terutama masyarakat penerjemah, seolah ada dua “kubu”. Keduanya merasa mengemban misi meningkatkan martabat dan mutu bahasa nasional lewat pengindonesiaan istilah iptek, namun mereka menggunakan prinsip yang justru berlawanan. Menurut kubu pertama, penyerapan bahasa asing dengan sekadar penyesuaian akan memperkaya bahasa nasional dengan cara lebih efektif, sedangkan kubu kedua berupaya memperkaya bahasa dengan menggali kosakata asli negeri sendiri.

Menurut kubu pertama, upaya pengindonesiaan itu mubazir karena hasilnya justru sering lebih susah dipahami daripada istilah aslinya, dan juga menggelikan. Biasanya dicontohkan produk Pusat Bahasa sejenis sangkil dan mangkus yang “tidak laku” di masyarakat. Kenyataan sebenarnya, di masyarakat telah banyak istilah ciptaan para pendahulu kita yang berterima dan dianggap bagus. Seandainya istilah-istilah tersebut dicipta masa kini, mungkin oleh penganut kubu pertama akan dianggap mubazir dan menggelikan, misalnya sunting (edit), berat jenis (specific gravity), kelola (manage), judul (title), dan sebagainya. Dari contoh-contoh di atas, rupa-rupanya kubu apapun yang dianut, masalah logika bahasa tidak boleh diabaikan.

Dimuat di Majalah Tempo, Edisi No. 3701, Maret 2008, halaman 62.

Trackback

7 comments untill now

  1. Arsip 2008? Kewl.

  2. sama kaya di handphone yang bahasa indonesia, saya lebih suka yang pakai seting bahasa inggris, karena dalam bahasa inggris satu kata bisa menerangkan banyak hal. edit diartikan ubah, kan tidak sesederhana itu, kalau ubah change, maknanya cukup berbeda

  3. Penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemerhati/pecinta bahasa yang terus berupaya membetulkan hal-hal yang salah kaprah. [Betul = benar, tetapi “membetulkan” bertolak belakang dengan “membenarkan”, ya. :) ]

    Door prize = hadiah pintu. Saya khawatir kalau yang memeroleh hadiah pulang dengan membawa daun pintu jati yang lebar dan berat. :) Mengapa tidak dipadankan dengan “hadiah kedatangan” saja?

    Menjunjung tinggi bahasa persatuan … bahasa Indonesia!!!
    [Maaf, bukan “Berbahasa satu … bahasa Indonesia!” Bahasa ibu kita macam-macam, bukan?]

  4. Sangat, sangat mencerahkan. Terima kasih banyak.

  5. Mau beri komentar tentang isinya, kok ternyata artikelnya arsip ya ? :) Tentang serat itu, sebenarnya secara fisik berbagai bahan yang tergolong “serat pangan” (dietary fiber adalah istilah lengkapnya) adalah MEMANG berbentuk seperti benang tetapi dalam skala molekuler/nano, ini berlaku baik untuk serat lunak maupun kasar. Jadi para ahli gizi/nutrisi itu sebenarnya tidak “ngasal”. Justru keterangan kamus itu yang tidak mempertimbangkan aspek fisik dari “zat tumbuhan yang berkhasiat melancarkan pencernaan” itu. (tumbuhan? ada pula serat yang hewani)

  6. Ik wou je terug beantwoorden maar het durude eventjes tot ik alles onder de knie kreeg! Da’s trouwens een hele goede idee voor mijn winkel (later nog..) ! Bedankt voor jouw comment, en kom weer snel terug. Dikke kusjes, XXX

  7. This is an article that makes you think “never thought of that!”

Add your comment now