<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Komentar atas karya peserta Lomba Bahtera Agustus 2009</title>
	<atom:link href="http://blog.bahtera.org/2009/09/komentar-atas-karya-peserta-lomba-bahtera-agustus-2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bahtera.org/2009/09/komentar-atas-karya-peserta-lomba-bahtera-agustus-2009/</link>
	<description>asah asih asuh bersama melayari samudra bahasa dan terjemahan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 03:39:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Eva Y. Nukman</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/09/komentar-atas-karya-peserta-lomba-bahtera-agustus-2009/comment-page-1/#comment-227</link>
		<dc:creator>Eva Y. Nukman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 06:23:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=466#comment-227</guid>
		<description>Oh, gitu ya MakNgah.
tarimo kasih atas koreksinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh, gitu ya MakNgah.<br />
tarimo kasih atas koreksinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sjamsir Sjarif</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/09/komentar-atas-karya-peserta-lomba-bahtera-agustus-2009/comment-page-1/#comment-220</link>
		<dc:creator>Sjamsir Sjarif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 21:08:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=466#comment-220</guid>
		<description>Saya tidak mengikuti acara ini, namun saya kebetulan mambaca tulisan Eva Nukman. Saya sampai pada kalimat &quot;Lalu, yang tak kalah menariknya adalah peribahasa yang dipakai sebagai padanan “nafsu besar tenaga kurang“.

Saya kira “nafsu besar tenaga kurang“ bukanlah merupakan satu peribahasa. Ungkapan ini mulai muncul bertubi-tubi setiap hari dalam advertensi surat-surat kabar dalam tahun 1950&#039;an dari seorang Tukang Obat kalau tidak salah namanya Thabib Hakim Fachruddin [? entah apa sambungn namanya, saya lupa). Iklannya mempropagndakan Obat Jualannya, untuk Obat Sakit Jirian yang dikatakannya &quot;sebagai bubuk makan kayu.&quot;

Salam,
-- Sjamsir Sjarif</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak mengikuti acara ini, namun saya kebetulan mambaca tulisan Eva Nukman. Saya sampai pada kalimat &#8220;Lalu, yang tak kalah menariknya adalah peribahasa yang dipakai sebagai padanan “nafsu besar tenaga kurang“.</p>
<p>Saya kira “nafsu besar tenaga kurang“ bukanlah merupakan satu peribahasa. Ungkapan ini mulai muncul bertubi-tubi setiap hari dalam advertensi surat-surat kabar dalam tahun 1950&#8242;an dari seorang Tukang Obat kalau tidak salah namanya Thabib Hakim Fachruddin [? entah apa sambungn namanya, saya lupa). Iklannya mempropagndakan Obat Jualannya, untuk Obat Sakit Jirian yang dikatakannya &#8220;sebagai bubuk makan kayu.&#8221;</p>
<p>Salam,<br />
&#8211; Sjamsir Sjarif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rini Nurul Badariah</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/09/komentar-atas-karya-peserta-lomba-bahtera-agustus-2009/comment-page-1/#comment-219</link>
		<dc:creator>Rini Nurul Badariah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 11:04:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=466#comment-219</guid>
		<description>Ooh, jadi yang baik itu bukunya? Hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ooh, jadi yang baik itu bukunya? Hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

