Mungkin Anda pikir penguasaan bahasa dan materi adalah hal yang paling penting dalam interpreting. Saya bilang TIDAK! Justru kesehatan kuping yang paling penting. Tidak setiap pembicara punya kebiasaan bicara yang “bersahabat” dengan kuping kita. Kadang, bicaranya terlalu halus atau terlalu cepat.
Belum lagi dialek dan aksen yang menambah ruwet. Pernah, dalam suatu seminar, ada seorang pembicara asal India. Meski ia bicara bahasa Inggris, kayaknya, saya tidak mengerti satu patah kata pun yang diucapkannya. Saya curiga jangan-jangan ia merapalkan mantra dalam bahasa Sanskrit, dan bukan bicara tentang teknologi informasi dalam bahasa Inggris.