Jadi penerjemah itu gampang”, “Kalau bisa bicara dua bahasa, pasti bisa menerjemahkan”, “Tidak perlu ilmu untuk menerjemahkan”, “Penerjemahan itu cuma sampingan”… ucapan-ucapan ini pasti sudah sering sekali kita dengar. Tak perlu lagi saya jelaskan bahwa anggapan ini tidak benar, dan kita terus-menerus bergelut dengan anggapan seperti ini sepanjang profesi kita, karena berdasarkan anggapan yang salah dan kurangnya penghargaan atas pekerjaan kita, tarif penerjemahan pun ditekan serendah mungkin oleh penerima jasa atau klien. Akibatnya, para penerjemah yang memilih profesi ini sebagai pekerjaan utama mereka seringnya terpaksa menerima penerjemahan jenis apa saja, bekerja secara serabutan demi mendapat gaji yang layak setiap bulannya. Kondisi seperti ini tentunya mempengaruhi kualitas terjemahan itu sendiri.

Di negara-negara maju, Prancis khususnya, penerjemah adalah profesi yang terhormat dan dihargai masyarakat dan pemerintah, bahkan disetarakan dengan pengacara, dokter, notaris, maupun ahli bedah, dalam status “profession libérale”. Sampai saat ini, hak-hak dan kondisi kerja penerjemah secara permanen selalu diperjuangkan dan ditingkatkan oleh himpunan-himpunan atau asosiasi-asosiasi penerjemah seperti SFT (Société Française des Traducteurs), ATLF (Association des Traducteurs Litteraires de France), ATAA (Association des Traducteurs/Adaptateurs Audiovisuels), dan sebagainya. Kondisi ini secara otomatis memicu rasa kesadaran profesionalisme dan kualitas kerja para penerjemah.

Berikut ini pemaparan singkat tentang situasi penerjemah di Prancis. Tarif-tarif yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh dari berbagai seminar penerjemahan yang saya hadiri selama beberapa tahun terakhir ini.

Jenis dan Status Penerjemah di Prancis

Ada beberapa jenis penerjemah di Prancis yang digolongkan secara terperinci, dan status profesinya ditentukan atas jenis-jenis tersebut.

Jenis Penerjemah

1. Penerjemah Umum

Jenis penerjemah ini pada dasarnya menangani penerjemahan dokumen-dokumen umum, surat-surat perusahaan, panduan wisata, dan sebagainya. Tarif yang berlaku di Prancis untuk bahasa Inggris-Prancis dan sebaliknya berkisar 0,15 euro per kata.

2. Penerjemah Spesialisasi

Penerjemah Spesialisasi menangani satu atau beberapa jenis bidang khusus, misalnya bidang hukum, kedokteran, metalurgi, automotif, keuangan, komputer, dan lain-lain. Tarif yang berlaku untuk penerjemah spesialisasi untuk bahasa Inggris-Prancis dan sebaliknya paling rendah adalah 0,20 euro per kata.

3. Penerjemah Karya Sastra

Penerjemah buku atau karya sastra mempunyai hitungan tarif tersendiri, yaitu per “feuillet”, atau halaman yang telah distandarisasi berupa 25 baris yang terdiri dari 60 “signe” per baris. Signe adalah seluruh huruf, tanda baca, karakter, atau spasi dalam sebuah teks. Jadi satu feuillet kira-kira berisikan 1800 signe. Tarif standar per feuillet adalah sekitar 15 euro.

4. Penerjemah Audiovisual

Dalam golongan ini, tugas penerjemah terbagi lagi menjadi penerjemah sous-titres (teks film), doublage (sulih suara), voice-over (narasi) dan teks film untuk tuna rungu. Tarif yang dipraktikkan bisa berdasarkan per teks film (antara 1-3 euro), per feuillet (sekitar 20 euro), atau per menit (paling rendah 5-6 euro).

5. Penerjemah Lisan

Seperti yang telah kita ketahui, tugas penerjemah lisan terpilah menjadi penerjemah konsekutif, simultan, pendamping dan pembisik. Tarif mereka minimal 50 euro per jam dan 400 euro per hari. Perlu dicatat bahwa tarif ini adalah harga standar pemberi jasa. Tukang reparasi mesin cuci atau montir mobil yang kita minta datang ke rumah sama tarifnya.

Status Penerjemah

Sebelum menjelaskan bagian ini, perlu saya ungkapkan bahwa di negara ini, pekerjaan apa pun, kecil maupun besar, badan usaha yang terdiri dari beberapa orang maupun satu orang harus terdaftar dalam salah satu badan pemerintahan tertentu agar pajak usahanya bisa diperhitungkan. Pajak usaha tersebut (charge patronale) mencakup asuransi sosial, tunjangan keluarga dan dana pensiun. Dengan membayar pajak ini, kita tidak perlu membayar biaya pengobatan, dokter dan rumah sakit lagi. Anak-anak bersekolah gratis sampai universitas, dan setiap pensiunan, di mana pun dia bekerja sebelumnya, mendapat dana pensiun sesuai dengan masa kerja dan pendapatannya.

Bekerja secara gelap sangat berbahaya, karena petugas pajak bisa sewaktu-waktu memeriksa surat pajak dan rekening bank kita di rumah. Bila ketahuan, penjara hukumannya.

Tergantung dari jenis pekerjaannya, para penerjemah mempunyai status berbeda-beda:

1. Penerjemah sebagai pegawai

Penerjemah bekerja untuk sebuah perusahaan atau agen penerjemahan sebagai pegawai tetap. Kerjanya di kantor, 35 jam per minggu, menerima gaji bersih per bulan, seperti halnya pegawai kantor biasa. Status penerjemah ini yang paling “tenang”, tidak pusing dengan urusan tetekbengek perusahaan. Sebagai pegawai, pajak perusahaan ditanggung oleh perusahaan yang mempekerjakannya. Penerjemah hanya membayar pajak pendapatan sebanyak 10% per tahun seperti semua orang yang bekerja.

2. Penerjemah Lepas (Profession Libérale)

Status penerjemah ini mencakup penerjemah lisan, umum dan spesialisasi. Seperti namanya, penerjemah lepas bekerja untuk berbagai penerima jasa, baik klien akhir maupun perantara (agen penerjemahan). Mereka harus terdaftar di URSSAF (Union de Recouvrement des Sécurité Sociales et d’Allocations Familiales), sebuah instansi yang menangani setoran asuransi sosial dan tunjangan keluarga. Penerjemah lepas wajib memiliki bendera perusahaan sendiri, yang berbentuk “micro-entreprise” (perusahaan kecil tanpa Pajak Pertambahan Nilai (VAT)) atau “EURL” (perusahaan kecil dengan VAT). Apapun bentuknya, pajak perusahaan yang harus dibayar penerjemah lepas minimal berkisar antara 3000-4000 euro per tahun, tergantung atas pendapatan per tahunnya, plus pajak pendapatan 10% per tahun.

3. Penerjemah Penulis (Auteur)

Penerjemah buku dan karya sastra mempunyai status yang berbeda dengan penerjemah biasa. Berdasarkan hukum pasal L.131-4 dan L.132.6 dari Code de la Propriété Intellectuelle (Undang-undang Pemilikan Intelektual) bahwa setiap karya tertulis dan musik yang disebarluaskan dan diperjualbelikan secara umum dilindungi oleh hak cipta, para penerjemah buku dan karya sastra disetarakan dengan penulis buku asli dan mendapat hak cipta atas setiap penjualan buku tersebut. Jadi di samping honor penerjemahan, penerjemah buku juga mendapat honor hak cipta yang dibayar dalam tiga tahap; sepertiga pada saat penandatanganan kontrak, sepertiga pada saat terjemahan selesai dan sepertiga lagi saat penerimaan (acceptation) setelah terjemahan disunting, yang jangka waktu maksimalnya telah ditentukan dalam kontrak awal. Penerjemah buku harus terdaftar di SCAM (Société Civile des Auteurs Multimedia). Pajak yang harus dibayar adalah 10% dari honor penerjemahan, tapi ini hanya berupa pajak pendapatan dan asuransi sosial tingkat terendah. Jika ingin mendapat pensiun, asuransi sosial yang lebih baik, dll., mereka harus menyetor lagi ke AGESSA (Association des Gestion de la Sécurité Sociale des Auteurs), yang tidak diwajibkan.

4. Penerjemah Audiovisual

Penerjemah jenis ini memiliki status yang setara dengan penerjemah penulis, namun tergantung dari karya yang mereka terjemahkan, badan yang menangani hak cipta tidak sama. Untuk penerjemahan film dokumenter dan reportase, penerjemah harus mendaftar di SCAM, sementara penerjemah film fiksi dan bonus DVD harus mendaftar di SACEM (Société des Auteurs Compositeurs et Editeurs de Musique) institusi sama yang menangani hak cipta lagu dan komposisi musik.

Perjuangan Asosiasi Penerjemah Prancis

Walaupun tampaknya kondisi kerja para penerjemah Prancis cukup baik dan terjamin bagi mata Indonesia, berbagai himpunan dan asosiasi penerjemah di Prancis terus bergerak aktif memperjuangkan hak-hak penerjemah demi meningkatkan situasi kerja yang lebih menguntungkan. Saya hanya mengenal langsung tiga asosiasi penerjemah yang bisa saya ungkapkan di sini, walaupun ada beberapa lagi lainnya. Tapi secara keseluruhan, mereka memiliki misi serupa.

Didirikan sejak tahun 1947, misi SFT (Société Française des Traducteurs) atau himpunan penerjemah Prancis adalah memberi informasi praktis, menghimpun para penerjemah, dan membela serta meningkatkan hak-hak penerjemah. Demi menjalankan misi tersebut, mereka mengadakan berbagai seminar penerjemahan tentang beragam topik, juga penataran bagi penerjemah pemula dua kali setahun tentang seluk beluk dunia penerjemahan. Asosiasi ini juga secara konstan mengadakan perundingan dengan badan-badan pemerintahan tentang peningkatan hak dana pensiun dan asuransi kesehatan, baik dalam lingkup Prancis maupun Uni Eropa. Anggotanya kini lebih dari 1000 orang, dan memiliki beberapa cabang di pelosok Prancis.

ATAA (Association des Traducteurs/Adaptateurs Audiovisuels) atau asosiasi penerjemah/pengadaptasi audiovisual didirikan oleh 20 orang penerjemah teks film yang geram atas penurunan tarif yang dipaksakan sebuah laboratorium teks film demi memuaskan pemilik saham. Mereka lalu memboikot perusahaan tersebut, yang mengakibatkan tutupnya cabang perusahaan bersangkutan di Prancis. Sejak saat itu, lewat wadah asosiasi ini, para penerjemah teks film terus berupaya untuk mempersatukan para penerjemah audiovisual, membela, memperbaiki dan memperjuangkan hak-hak mereka, dan meningkatkan kesadaran umum tentang pentingnya penerjemahan audiovisual dalam segi budaya. Di samping penataran di kampus-kampus bahasa tentang profesi mereka, ATAA juga mengadakan dialog dan perundingan dengan badan-badan pelindung hak cipta, serta berdiskusi dengan beberapa asosiasi penerjemah audiovisual di negara Eropa lainnya demi menyetarakan tarif dan hak-hak mereka.

ATLF (Association des Traducteurs Littéraires de France) atau asosiasi penerjemah karya sastra didirikan pada tahun 1973 demi membela hak-hak penerjemah karya sastra dan meningkatkan kualitas penerjemahan buku dan karya sastra yang diterbitkan di Prancis. Seperti halnya asosiasi penerjemah yang lain, ATLF giat mengadakan seminar dan pertemuan antar penerjemah karya sastra, penataran di berbagai universitas sastra, pendekatan dan dialog dengan perusahaan penerbitan, serta meningkatkan dan membela hak penerjemah. Para anggota ATLF, yang kini berjumlah lebih dari 700 anggota dan mencakup sekitar 45 bahasa, bahkan mempunyai beberapa fasilitas tempat sendiri untuk menulis karya mereka. Tempat-tempat itu biasanya jauh dari keramaian kota, tenang dan memiliki pemandangan indah. Para penerjemah boleh tinggal dan bekerja di sana selama 1-3 bulan tanpa diganggu oleh kegiatan rutin sehari-hari.

Gigihnya para penerjemah memperjuangkan hak dan kondisi kerja mereka, bukanlah berarti mereka lalu melupakan kewajiban kerja. Setiap asosiasi penerjemah memiliki pakta integritas yang wajib ditaati demi menjaga kualitas penerjemahan. Beberapa rincian yang umum ditemukan dalam berbagai pakta asosiasi adalah sebagai berikut:

  1. Penerjemah harus memiliki pengetahuan bahasa dan budaya yang mendalam atas bahasa sumber, dan wajib menguasai bahasa sasaran sesempurna bahasa ibu mereka
  2. Menjamin keabsahan terjemahan sebagai hasil kerja mereka sesungguhnya, bukan buatan orang lain
  3. Menghindari penerjemahan teks yang sudah merupakan terjemahan, bukan bahasa sumber asli (traduction-relais)
  4. Sedapat mungkin menerapkan tarif penerjemahan setara dengan yang telah diterapkan oleh anggota asosiasi lainnya
  5. Menaati tenggat waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja, dalam hal ini, penerjemah harus menolak pekerjaan yang membutuhkan tenggat waktu terlalu singkat demi menjaga mutu penerjemahan

Penutup

Masyarakat di Prancis amat menghargai dan mendukung profesionalisme penerjemahan, sehingga tugas penerjemah menjadi lebih terfokus, terperinci dan berkualitas. Namun pajak usaha yang dibebankan pemerintah Prancis cukup berat bagi penerjemah, karena bagaimanapun, pendapatan penerjemah tidak sama dengan pendapatan dokter, notaris, maupun pengacara, karena permintaan pasar yang tidak menentu. Mahalnya pajak usaha dan tingginya tingkat kehidupan di Prancis merupakan alasan utama tingginya tarif penerjemahan.

Rasa solidaritas dan persatuan penerjemah dalam wadah asosiasi demi meningkatkan situasi kerja yang lebih menguntungkan merupakan teladan yang patut ditiru dan digalakkan.

Penyaluran spesialisasi penerjemahan dan kesadaran penerjemah atas mutu penerjemahan, terutama dalam hal pengetahuan dan budaya bahasa sumber, serta penguasaan bahasa sasaran sesempurna bahasa ibu masih kurang tertanam dalam dunia penerjemahan di negara kita. Ini kembali lagi akibat kurangnya penghargaan masyarakat atas dunia penerjemahan. Seminar, kumpul-kumpul penerjemah, pelatihan dan penyampaian informasi terbuka bagi masyarakat awam tentang profesi penerjemah mungkin bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepekaan masyarakat Indonesia secara global.

Mimi Larasati Bonnetto adalah penerjemah lepas di Prancis, anggota HPI dan ATAA

,
Trackback

6 comments untill now

  1. Fantastik! Kapan ya profesi penerjemah di negeri ini (baca: Indonesia) bisa seperti di Perancis?
    Bu Mimi, bolehkan saya posting tulisan ini di blog Multiply & notes Facebook saya? Sekedar informasi kepada teman-teman tentang dunia penerjemahan ini. Tentunya saya akan sebutkan Anda sebagai sumber dan penulis aslinya.

    Terima kasih.

  2. Sofia Mansoor @ 2009-08-25 06:39

    dear Vita,

    saya punya firasat kuat – hehehe – bahwa Mimi akan mengizinkannya.

    mungkin ada baiknya teman-teman Vita diajak jalan-jalan ke Blog Bahtera, sebab selain tulisan Mimi ini, masih banyak tulisan lain yang juga bermanfaat ‘kan, termasuk nanti beberapa tulisan rekan2 Bahtera lainnya yang sudah antre untuk dimuat.

    perlu diketahui bahwa pemuatan tulisan di Blog Bahtera sudah dijadwalkan, muncul setiap Rabu dan Jumat. betul ‘kan Ivan?

  3. Betul juga bu Sofia, kalau begitu saya post link ke blog Bahtera ini ya. Tapi saya tetap menunggu jawaban izin dari bu Mimi untuk posting tulisan ini secara khusus hehehe.

  4. Mimi Bonnetto @ 2009-08-25 13:52

    Firasat mbak Sofia benar, Vit. Tentu saja Vita boleh memuat tulisan saya di blog Vita.

    Salam manis!

  5. Terima kasih banyak bu Mimi ^_^.

    Salam manis juga!

  6. di Indonesia juga sama kok, profesi penerjemah di setarakan dengan notaris dll, yakni dengan lebel tersumpah…

Add your comment now