Penerjemah Bersumpah

Beberapa waktu lalu saya menerima telepon dari seseorang yang memerlukan jasa terjemahan penerjemah bersumpah (sworn translator). Penelepon itu meminta agar hasil terjemahan yang akan saya kerjakan itu dicap stempel penerjemah bersumpah, meskipun dokumen tersebut hanya kumpulan resep makanan. Saya kemudian bertanya kepadanya mengapa dokumen itu harus diterjemahkan oleh penerjemah bersumpah. Dia menjawab bahwa hal itu diperlukan untuk memastikan hasil terjemahannya akurat.

Kejadian di atas hanyalah salah satu dari banyak kejadian seputar mispersepsi mengenai penerjemah bersumpah di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai penerjemah bersumpah di tengah masyarakat.

Penerjemah bersumpah pasti bisa menerjemahkan semua jenis teks

Sebagian besar masyarakat awam beranggapan bahwa penerjemah bersumpah secara otomatis pasti bisa menerjemahkan semua jenis teks. Hal ini tidak benar. Seorang penerjemah, baik bersumpah maupun tidak, bisa menghasilkan terjemahan dengan baik jika dia dapat memahami dan menyampaikan pesan teks sumber ke dalam bahasa target secara akurat, jelas, dan wajar. Jadi, penerjemah yang sehari-hari menerjemahkan teks hukum, jika diminta menerjemahkan teks teknik pertambangan, misalnya, belum tentu mampu menghasilkan terjemahan sebaik hasil terjemahan teks hukum, dan begitu juga sebaliknya.

Penerjemah bersumpah harus memiliki latar belakang pendidikan formal hukum dan bahasa

Tidak selalu. Faktanya, banyak sekali mereka yang berprofesi sebagai penerjemah bersumpah hanya memiliki salah satu latar belakang pendidikan formal, bahasa atau hukum saja, atau bahkan tidak memiliki latar belakang pendidikan formal keduanya. Namun, jika penerjemah memiliki kedua latar belakang ilmu ini, ditambah dengan disiplin ilmu lain, tentu lebih baik. Keterampilan membaca dan menulis dalam bahasa ibu dan bahasa asing, serta pengetahuan hukum bisa diperoleh dan dipelajari secara otodidak.

Penerjemah bersumpah menghasilkan terjemahan yang PASTI lebih baik daripada penerjemah tidak bersumpah

Tidak selalu. Mutu terjemahan lebih banyak ditentukan oleh seberapa jauh dan akurat pemahaman si penerjemah terhadap teks yang sedang diterjemahkan dan seberapa baik dia menyampaikan apa yang dipahaminya dalam bahasa target. Selain kemampuan bahasa dan tingkat pengetahuan akan teks yang diterjemahkan, penerjemah yang baik juga harus mampu memanfaatkan berbagai sumber informasi lain, seperti forum penerjemah, yakni forum yang dapat dimanfaatkan oleh para penerjemah untuk saling bertukar pikiran dan bertanya mengenai hal-hal yang dijumpai saat menerjemahkan.

Terjemahan teks hukum paling sulit dibandingkan dengan jenis teks lain

Tidak selalu. Teks dari berbagai genre memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Sebagai contoh, pada teks kedokteran terdapat banyak istilah kedokteran yang ditulis dalam bahasa Latin, sementara pada teks hukum terdapat banyak istilah hukum yang berasal dari bahasa Latin, Belanda, dan Prancis serta kalimat panjang-panjang yang tidak mudah dipahami.

Jadi, apa sebenarnya penerjemah bersumpah itu?

Seseorang baru bisa memperoleh ”gelar” penerjemah bersumpah jika yang bersangkutan berhasil lulus dalam ujian kualifikasi penerjemah KHUSUS untuk teks hukum, seperti dokumen kontrak, akta notaris, undang-undang atau peraturan, dan putusan pengadilan. Ujian ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI) yang bekerja sama dengan Pusat Penerjemahan [sekarang Lembaga Bahasa Internasional, LBI]. Ujian ini diadakan setiap tahun dan mereka yang lulus akan disumpah oleh Gubernur DKI Jakarta. Sementara itu, peserta yang lulus dalam ujian kualifikasi untuk teks nonhukum memperoleh sertifikat dari LBI UI. Ujian kualifikasi penerjemah bersumpah ini merupakan satu-satunya ujian kualifikasi yang ada di Indonesia.

Keuntungan memiliki sertifikasi penerjemah bersumpah

Umumnya untuk dokumen perusahaan seperti kontrak, anggaran dasar perusahaan, dan dokumen lain yang berpotensi menimbulkan dampak atau sengketa hukum serta diperlukan untuk keperluan pengadilan/kepolisian/bisnis, pihak-pihak yang berkepentingan biasanya menggunakan hasil terjemahan yang dibuat oleh penerjemah bersumpah sebagai terjemahan resmi. Dari sisi imbalan, umumnya tarif penerjemah bersumpah lebih mahal daripada penerjemah tidak bersumpah.

Masa berlaku sertifikat penerjemah bersumpah

Hingga saat ini sertifikasi ini berlaku untuk selamanya.

Informasi terperinci mengenai ujian Penerjemah Bersumpah

Informasi ini bisa ditanyakan langsung ke Lembaga Bahasa Internasional – Universitas Indonesia [Kampus Salemba].

Artikel karya Indra Listyo. Dimuat di buku Tersesat Membawa Nikmat.

Trackback

10 comments untill now

  1. Permata Harahap @ 2009-09-01 14:30

    Artikel ini tidak menjelaskan mengapa untuk dokumen-dokumen yang berpotensi menimbulkan sengketa hukum, pihak yang berkepentingan menggunakan jasa penerjemah bersumpah. Bila betul penerjemah bersumpah tidak menjamin penerjemahan yang berkualitas, lalu mengapa orang masih menggunakan jasa mereka?

    Apakah karena bila terjadi sengketa hukum yang berhubungan dengan kesalahan penerjemahan, seorang penerjemah tersumpah bisa dituntut/dihukum, sementara seorang penerjemah biasa tidak?

  2. Sepengetahuan saya,

    Kelebihan Penerjemah Bersumpah adalah mereka sudah mengangkat sumpah.

    Sumpah apa? Bahwa mereka MENERJEMAHKAN SESUAI dengan TEKS yang disodorkan kepada mereka. Tidak lebih, tidak kurang, dan tidak menyimpang.

    Jadi, dalam hal ini Penerjemah Tersumpah memiliki bukti lebih tentang integritas dirinya. Integritas diperlukan dalam bidang hukum mengingat banyak pihak yang tidak begitu saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Mereka membutuhkan kepercayaan (saling percaya tidak ada yang sekongkol dengan penerjemah).

    Sepengetahuan saya, jarang ada yang mau menandatangani kontrak hasil terjemahan. Seandainyapun kontrak dibuat secara bi-lingual, pasti ada klausula yang menyatakan kontrak dalam bahasa apa yang berlaku (biasanya kontrak ini dirumuskan langsung oleh para pihak / kuasa hukum para pihak)

    Normalnya dan seharusnya semua penerjemah menjamin mutu hasil kerja mereka, Setidaknya hasil terjemahan tidak menyimpang dari teks awal sehingga tidak ada salah penafsiran.

    Semua penerjemah, bersumpah atau tidak, bisa digugat ke pengadilan.

    Jika hasil terjemahannya ngawur (menyimpang dari makna dalam teks asli), pelanggan bisa menggugat atas dasar wanprestasi (melanggar ketentuan perjanjian, baik perjanjian dibuat lisan atau tertulis, karena sudah ada perjanjian penerjemahan di antara mereka).

    Jika hasil terjemahan ngawur (mungkin karena disuruh sama pelanggannya dengan maksud-maksud tertentu seperti untuk menipu) dan ada orang lain yang rugi karenanya. Penerjemah tersebut bisa dilaporkan ke polisi untuk tindak pidana penipuan, dan dia juga bisa digugat ke pengadilan perdata atas dasar Perbuatan Melawan Hukum.

  3. “Sumpah apa? Bahwa mereka MENERJEMAHKAN SESUAI dengan TEKS yang disodorkan kepada mereka. Tidak lebih, tidak kurang, dan tidak menyimpang.”

    Mas Steven yakin bunyi sumpah penerjemah tersumpah seperti itu?

  4. Maaf, saya tidak pernah mengatakan bunyi sumpahnya seperti itu… Isi sumpahnya jelas lebih dari itu. Tetapi saya yakin di dalam isi sumpah tersebut ada kalimat yang isinya kurang lebih senada.

    Mas, kalau memang saya salah, beritahu saja salahnya di mana. Dengan demikian, selain saya mengetahui apa yang benar, masyarakat yang membaca ini juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

  5. Saya juga belum tahu isinya Mas. Makanya saya tanya.he2

    Saya pernah menemukan situs web seseorang yang memuat sumpah ini dulu. Tapi sayang saya tidak sempat mencatat alamat dan isinya. Cuma lihat judulnya sekilas.

    Mungkin yang penerjemah tersumpah bisa menyalinkan sumpahnya di sini.

  6. Dear all, saya penerjemah pemula untuk Bhs Jepang – Indonesia, Indonesia – Jepang. Saya bekerja menjadi penerjemah sekitar 6 bulan di sebuah perusahaan PMA. Beberapa waktu lalu, terjemahan saya ditolak karena saya belum menjadi penerjemah tersumpah. Dan, ketika saya tanya kepada senior saya tentang penerjemah tersumpah, ternyata beliau juga tidak pernah mendengar mengenai itu, meski kira-kira sepuluh tahun bekerja sebagai penerjemah.

    Setelah itu, saya coba browsing di internet mengenai penerjemah tersumpah, dari situ ada sedikit gambaran mengenai penerjemah tersumpah. Akan tetapi, yang sedikit membuat saya bingung adalah UKP teks hukum, dimana ada beberapa blog yang menjelaskan bahwa bila ingin mengikuti UKP teks hukum, maka minimal harus berlatar belakang pendidikan hukum. Padahal, selama ini yang saya tahu, penerjemah biasanya berlatar belakang bahasa, seperti saya.

    Kemudian, karena saya merasa masih kurang sekali untuk bidang terjemah ini, saya ingin tahu dimanakah tempat untuk pendidikan khusus penerjemah? Adakah bapak/ibu sekalian tahu dimana tempatnya?

    Dari hasil yang saya browsing, saya juga tahu ada kursus untuk penerjemah. Tapi, itu untuk penerjemah bahasa Indonesia-Inggris and vice versa. Sementara saya, penerjemah bahasa Jepang. Apakah Bapak/Ibu tahu dimana saya bisa mendalami penerjemahan bahasa Jepang-Indonesia and vice versa ?

    Terimakasih atas infonya….

    Salam hangat,

    Vinny

  7. apakah menjadi penerjemah tersumpah untuk dok.hukum wajib mengikuti kursus penerjemahan hukum (pengenalan teks-awal-medium-mahir) baru ikut UKP? mohon rekomendasinya…

  8. Setahu saya tidak harus. Yang penting lulus UKP teks hukum. Masalahnya untuk yang tidak berlatar belakang pendidikan hukum, mengerti dan menerjemahkan teks hukum terasa sulit. Oleh karena itu mengikuti kursus penerjemahan hukum.

  9. Isi Sumpah Penerjemah sbb:

    Bahwa saya, untuk diangkat sebagai penerjemah, dari Bahasa …………… – ………………, baik langsung maupun tidak langsung, dengan nama atau dalil apapun, tidak memberikan sesuatu, atau menjanjikan memberikan sesuatu kepada siapapun juga;

    Bahwa tugas-tugas jabatan saya itu, akan saya penuhi dengan kebenaran sesungguhnya, dan akan saya lakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan secepat mungkin;

    Bahwa saya, akan mentaati menurut kebenaran yang sesungguhnya, menerjemahkan surat-surat yang diberikan kepada saya, tanpa menambah maupun mengurangi maksudnya;

    Bahwa saya, dalam memperhitungkan penghasilan, akan tunduk kepada ketentuan yang dibuat, atau akan dibuat oleh pemerintah;

    Bahwa saya, tidak akan mengumumkan segala sesuatu, yang harus dirahasiakan dalam tugas jabatan saya;

    Bahwa saya, untuk melakukan sesuatu atau tidak me lakukan sesuatu, dengan dalil apapun, yang bertentangan dengan sumpah ini, tidak akan menerima baik langsung maupun tidak langsung, dari seseorang sesuatu janji atau hadiah.

Add your comment now