<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dirgahayu Republik Indonesia: Bahasa Menunjukkan Bangsa</title>
	<atom:link href="http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/</link>
	<description>asah asih asuh, bersama melayari samudra bahasa dan terjemahan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 06:43:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Bahasa Indonesia itu keren! &#171; nan tak (kalah) penting</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-415</link>
		<dc:creator>Bahasa Indonesia itu keren! &#171; nan tak (kalah) penting</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 12:12:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-415</guid>
		<description>[...] Sentilan Bu Sofia ini sangat berkesan untuk saya: Kita bukannya membuka kamus bila menemukan kata Indonesia “baru”, melainkan menggerutu. Sungguh berbeda dengan sikap kita saat menjumpai kata asing yang tidak kita kenal – dengan senang hati kita mencarinya dalam kamus. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sentilan Bu Sofia ini sangat berkesan untuk saya: Kita bukannya membuka kamus bila menemukan kata Indonesia “baru”, melainkan menggerutu. Sungguh berbeda dengan sikap kita saat menjumpai kata asing yang tidak kita kenal – dengan senang hati kita mencarinya dalam kamus. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andi</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-256</link>
		<dc:creator>andi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 18:24:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-256</guid>
		<description>saya pernah mencoba menterjemahkan buku, tentang agama, jihad, ada banyak kata yang memang tidak ada bahasa indonesianya, jadi tidak bisa dipadankan langsung, karena artinya akan sangat melenceng jauh. jadi harus mencari bahasa yang berasal dari bahasa arab. misalnya kaya kata extraction tidak bisa diterjemahkan dengan extraksi atau pengeluaran, tapi harus diterjemahkan ke bahasa arab yaitu takhrij. Qur&#039;anic Comentators, tidak bisa diterjemahkan pengomentar Qur&#039;an, tapi mufassir. prove menjadi dalil. jadi maksud saya memang bahasa indonesia agak susah, maksudnya kata-kata indonesia tidak bisa menjelaskan banyak hal. 
maaf kalau salah tolong dikoreksi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pernah mencoba menterjemahkan buku, tentang agama, jihad, ada banyak kata yang memang tidak ada bahasa indonesianya, jadi tidak bisa dipadankan langsung, karena artinya akan sangat melenceng jauh. jadi harus mencari bahasa yang berasal dari bahasa arab. misalnya kaya kata extraction tidak bisa diterjemahkan dengan extraksi atau pengeluaran, tapi harus diterjemahkan ke bahasa arab yaitu takhrij. Qur&#8217;anic Comentators, tidak bisa diterjemahkan pengomentar Qur&#8217;an, tapi mufassir. prove menjadi dalil. jadi maksud saya memang bahasa indonesia agak susah, maksudnya kata-kata indonesia tidak bisa menjelaskan banyak hal.<br />
maaf kalau salah tolong dikoreksi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sofia Mansoor</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-198</link>
		<dc:creator>Sofia Mansoor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 23:25:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-198</guid>
		<description>Dear Mbak Evie,

Guru saya yang hebat, mantan Kepala Penerbit ITB (1972-1998), Dr HC Adjat Sakri (alm) memberi saya begitu banyak pelajaran mengenai penerbitan, penulisan, dan penerjemahan, termasuk di antaranya pengetahuan mengenai perkamusan.

Sebagaimana Mbak Evie ketahui, banyak sekali jenis kamus yang beredar, termasuk kamus dwibahasa Inggris-Indonesia, maupun kamus ekabahasa seperti Indonesia-Indonesia atau Inggris-Inggris. Banyak pertimbangan penerbit ketika akan menerbitkan kamus, antara lain berapa banyak kata atau entri yang akan dimuat, kata apa yang tidak perlu dimuat, dll. Kamus pelajar pemula tentu berbeda isinya dengan kamus pelajar tingkat lanjut; kamus teknik tentu berbeda isinya dengan kamus umum, dsb.

Nah, sekiranya anak didik Mbak tidak menemukan suatu kata dalam kamus A, mungkin saja ada dalam kamus B yang lebih tepat untuk memuat kata tersebut.

Di era internet sekarang ini, mencari definisi atau makna kata menjadi jauh lebih mudah karena sumber informasi yang tersedia jauh lebih banyak dan luas, tidak terbatas pada kamus cetak saja.

Tempo hari, saya dikirimi sebuah artikel yang penulisnya mengatakan bahwa kata profesionalitas sebetulnya tidak ada karena dalam bahasa Inggris pun tidak ada kata profesionality. Saya tertegun sejenak karena teringat pada masa belasan tahun yang lalu di saat saya juga berpendapat demikian, tetapi guru saya menyuruh saya membuka kamus yang amat tebal di Perpustakaan ITB.

Nah, kali ini saya google kata &quot;professionality&quot; dan menemukan &gt;260.000 tohokan. Di antaranya adalah dalam judul makalah yang disiapkan oleh &quot;pemilik bahasa Inggris&quot; alias orang Inggris!

OK, barangkali sampai di sini dulu komentar saya. Insya Allah tulisan saya yang lain akan muncul setelah beberapa tulisan bagus lainnya, yang sudah antre saat ini, dimuat semuanya oleh Ivan.

salam hangat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mbak Evie,</p>
<p>Guru saya yang hebat, mantan Kepala Penerbit ITB (1972-1998), Dr HC Adjat Sakri (alm) memberi saya begitu banyak pelajaran mengenai penerbitan, penulisan, dan penerjemahan, termasuk di antaranya pengetahuan mengenai perkamusan.</p>
<p>Sebagaimana Mbak Evie ketahui, banyak sekali jenis kamus yang beredar, termasuk kamus dwibahasa Inggris-Indonesia, maupun kamus ekabahasa seperti Indonesia-Indonesia atau Inggris-Inggris. Banyak pertimbangan penerbit ketika akan menerbitkan kamus, antara lain berapa banyak kata atau entri yang akan dimuat, kata apa yang tidak perlu dimuat, dll. Kamus pelajar pemula tentu berbeda isinya dengan kamus pelajar tingkat lanjut; kamus teknik tentu berbeda isinya dengan kamus umum, dsb.</p>
<p>Nah, sekiranya anak didik Mbak tidak menemukan suatu kata dalam kamus A, mungkin saja ada dalam kamus B yang lebih tepat untuk memuat kata tersebut.</p>
<p>Di era internet sekarang ini, mencari definisi atau makna kata menjadi jauh lebih mudah karena sumber informasi yang tersedia jauh lebih banyak dan luas, tidak terbatas pada kamus cetak saja.</p>
<p>Tempo hari, saya dikirimi sebuah artikel yang penulisnya mengatakan bahwa kata profesionalitas sebetulnya tidak ada karena dalam bahasa Inggris pun tidak ada kata profesionality. Saya tertegun sejenak karena teringat pada masa belasan tahun yang lalu di saat saya juga berpendapat demikian, tetapi guru saya menyuruh saya membuka kamus yang amat tebal di Perpustakaan ITB.</p>
<p>Nah, kali ini saya google kata &#8220;professionality&#8221; dan menemukan &gt;260.000 tohokan. Di antaranya adalah dalam judul makalah yang disiapkan oleh &#8220;pemilik bahasa Inggris&#8221; alias orang Inggris!</p>
<p>OK, barangkali sampai di sini dulu komentar saya. Insya Allah tulisan saya yang lain akan muncul setelah beberapa tulisan bagus lainnya, yang sudah antre saat ini, dimuat semuanya oleh Ivan.</p>
<p>salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Evie W</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-195</link>
		<dc:creator>Evie W</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 20:57:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-195</guid>
		<description>Halo Bu Sofia, 

Pada saat &#039;anak didik&#039; menanyakan kata-kata yang tidak/belum dikenalinya, sebagaimana biasa saya minta ybs. mencari sendiri dulu di kamus. Apabila kata tersebut tidak bisa diketemukannya di sana, muncul  kekhawatiran jangan-jangan saya dianggap mengada-ada ... :(

Itulah, saya sangat mensyukuri lahirnya kateglo dan berusaha ikut mempopulerkannya. Tulisan Ibu di atas pun sempat saya sebarkan, beberapa teman menanggapinya dengan positif. Oleh karena itu saya hargai kesediaan Bu Sofia mengorek arsip lama dan berbagi dengan kita semua di blog ini.  Kami tunggu!

Salam hangat,
Evie</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Bu Sofia, </p>
<p>Pada saat &#8216;anak didik&#8217; menanyakan kata-kata yang tidak/belum dikenalinya, sebagaimana biasa saya minta ybs. mencari sendiri dulu di kamus. Apabila kata tersebut tidak bisa diketemukannya di sana, muncul  kekhawatiran jangan-jangan saya dianggap mengada-ada &#8230; <img src='http://blog.bahtera.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itulah, saya sangat mensyukuri lahirnya kateglo dan berusaha ikut mempopulerkannya. Tulisan Ibu di atas pun sempat saya sebarkan, beberapa teman menanggapinya dengan positif. Oleh karena itu saya hargai kesediaan Bu Sofia mengorek arsip lama dan berbagi dengan kita semua di blog ini.  Kami tunggu!</p>
<p>Salam hangat,<br />
Evie</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sofia Mansoor</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-166</link>
		<dc:creator>Sofia Mansoor</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 23:10:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-166</guid>
		<description>halo Mbak Evie,

Kalau masih suka pada tulisan seperti ini, tunggu saja pemuatan artikel saya berikutnya, yang masih saya gali dari arsip lama.

Saat mencari kata di kamus atau buku rujukan lainnya, kita harus agak cerdik, mengingat ada kalanya kata yang kita cari terselip. Misalnya, mungkin kamus mengatakan tidak ada kata &quot;ditengarai,&quot; tetapi coba kita cari di kata dasarnya, tengara. dan, voila, ini dia!

Silakan buka yang berikut ini untuk kata tengara:
http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=tengara

yang berikut untuk kata khasanah:
http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khasanah

dan yang berikut untuk kata khazanah:
http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khazanah

Kita harus maklum bahwa Pusba masih banyak kekurangannya, yang di sini tampak dari sikap tidak taat asas (konsisten) menentukan mana yang baku, antara khasanah (ada di glosarium Pusba) dan khazanah (ada di KBBI daring)

salam,
sofia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo Mbak Evie,</p>
<p>Kalau masih suka pada tulisan seperti ini, tunggu saja pemuatan artikel saya berikutnya, yang masih saya gali dari arsip lama.</p>
<p>Saat mencari kata di kamus atau buku rujukan lainnya, kita harus agak cerdik, mengingat ada kalanya kata yang kita cari terselip. Misalnya, mungkin kamus mengatakan tidak ada kata &#8220;ditengarai,&#8221; tetapi coba kita cari di kata dasarnya, tengara. dan, voila, ini dia!</p>
<p>Silakan buka yang berikut ini untuk kata tengara:<br />
<a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=tengara" rel="nofollow">http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=tengara</a></p>
<p>yang berikut untuk kata khasanah:<br />
<a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khasanah" rel="nofollow">http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khasanah</a></p>
<p>dan yang berikut untuk kata khazanah:<br />
<a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khazanah" rel="nofollow">http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=khazanah</a></p>
<p>Kita harus maklum bahwa Pusba masih banyak kekurangannya, yang di sini tampak dari sikap tidak taat asas (konsisten) menentukan mana yang baku, antara khasanah (ada di glosarium Pusba) dan khazanah (ada di KBBI daring)</p>
<p>salam,<br />
sofia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Evie W</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-158</link>
		<dc:creator>Evie W</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 15:13:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-158</guid>
		<description>Tulisan yang ditulis Ibu Sofia 13 tahun yang lalu ini ternyata masih sangat aktual.

Saya merasa senang dan bersyukur membacanya, namun sekaligus juga merasa prihatin, karena komentar di akhir tulisan ini benar adanya: 
&quot;Kita bukannya membuka kamus bila menemukan kata Indonesia “baru”, melainkan menggerutu. Sungguh berbeda dengan sikap kita saat menjumpai kata asing yang tidak kita kenal – dengan senang hati kita mencarinya dalam kamus.&quot;

Namun, apa daya kalau kata baru itu pun belum/tidak bisa kita temukan artinya di kamus (misalnya karena kata itu belum dibakukan) atau di tempat lain (internet). 

Semoga dengan adanya &quot;kateglo&quot; ini semakin banyak kata-kata baru hasil galian, hasil otak-atik, dari kosakata bahasa Indonesia maupun dari bahasa-bahasa daerah yang memperkaya bahasa kita, bahasa Indonesia. Untuk itu mungkin di sini -di samping kamus, tesaurus, dan glosari- bisa ditambahkan daftar kata-kata temuan baru (atau lama namun belum tercakup di dalam KBBI) itu, seperti misalnya kata &quot;ditengarai&quot;, &quot;khasanah&quot;, dll.

Salam,
Evie</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang ditulis Ibu Sofia 13 tahun yang lalu ini ternyata masih sangat aktual.</p>
<p>Saya merasa senang dan bersyukur membacanya, namun sekaligus juga merasa prihatin, karena komentar di akhir tulisan ini benar adanya:<br />
&#8220;Kita bukannya membuka kamus bila menemukan kata Indonesia “baru”, melainkan menggerutu. Sungguh berbeda dengan sikap kita saat menjumpai kata asing yang tidak kita kenal – dengan senang hati kita mencarinya dalam kamus.&#8221;</p>
<p>Namun, apa daya kalau kata baru itu pun belum/tidak bisa kita temukan artinya di kamus (misalnya karena kata itu belum dibakukan) atau di tempat lain (internet). </p>
<p>Semoga dengan adanya &#8220;kateglo&#8221; ini semakin banyak kata-kata baru hasil galian, hasil otak-atik, dari kosakata bahasa Indonesia maupun dari bahasa-bahasa daerah yang memperkaya bahasa kita, bahasa Indonesia. Untuk itu mungkin di sini -di samping kamus, tesaurus, dan glosari- bisa ditambahkan daftar kata-kata temuan baru (atau lama namun belum tercakup di dalam KBBI) itu, seperti misalnya kata &#8220;ditengarai&#8221;, &#8220;khasanah&#8221;, dll.</p>
<p>Salam,<br />
Evie</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herlina</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-156</link>
		<dc:creator>herlina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 08:34:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-156</guid>
		<description>Jadi terharu (hiks) atas pencerahannya. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi terharu (hiks) atas pencerahannya. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Timothy</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-153</link>
		<dc:creator>Timothy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 03:09:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-153</guid>
		<description>Amazing what we can do with words! Languages are truly arbitrary!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amazing what we can do with words! Languages are truly arbitrary!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ihsan Faisal</title>
		<link>http://blog.bahtera.org/2009/08/dirgahayu-republik-indonesia-bahasa-menunjukkan-bangsa/comment-page-1/#comment-152</link>
		<dc:creator>Ihsan Faisal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 00:17:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtera.org/blog/?p=186#comment-152</guid>
		<description>Tulisan lama yang sangat bermanfaat. Trims..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan lama yang sangat bermanfaat. Trims..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
