Di atas kertas

Di atas kertas,

waktu 24 jam cukup untuk menjadi penerjemah dan penyunting buku yang baik,

menjadi ibu yang baik, menjadi istri yang baik:

menyunting di kala segar di pagi hari,

menerjemahkan novel yang menarik di siang hari saat kantuk mulai menyerang,

menerjemahkan materi sains yang membuat kening berkerut di malam saat hening.

Di atas kertas,

waktu satu pekan cukup untuk menjadi penerjemah dan penyunting buku yang baik,

sehat raga sehat jiwa:

pengajian, aerobik, renang masing-masing satu atau dua kali sepekan,

dan memisahkan diri dari komputer tiap satu jam.

Di atas kertas,

waktu satu bulan cukup untuk menjadi penerjemah dan penyunting buku yang baik,

menjadi anggota masyarakat yang baik, menjadi warga negara yang baik:

arisan bersama ibu-ibu RT, relawan di yayasan nirlaba, dan bertukar pikiran dengan para guru.

Di atas kertas,

waktu satu tahun cukup untuk menghasilkan sekian terjemahan, sekian suntingan,

plus sekali-sekali menulis buku sendiri:

kecepatan ditentukan, pendapatan diperkirakan.

Tetapi,

kertas lupa memperhitungkan suasana hati si pekerja lepas, serta menit-menit yang hilang untuk setiap kali tune-in pada masing-masing proyek.

kertas tidak memperhitungkan teman atau tetangga yang datang atau menelepon untuk curhat atau berkonsultasi tentang pendidikan anak, perkawinan dan rumah tangga, obat-obatan dan kesehatan—yang atas nama komitmen pribadi tak mungkin ditolak.

kertas tidak tahu bahwa bermain Rummikub, biliar, sepakbola meja bersama keluarga terkadang begitu mengasyikkan dan melenakan.

kertas seolah menafikan bahwa suami bisa sakit, anak bisa rewel, maag bisa kambuh.

kertas seakan belum pernah mendengar bahwa ada pepatah yang mengatakan

“nafsu besar, tenaga kurang.“

kertas mungkin tidak sadar bahwa:

penerjemah juga manusia!

Penafian: Ini berlangsung di atas kertasku, sangat boleh jadi tidak terjadi pada semua kertas.

Puisi karya Eva Y. Nukman, Cimahi. Dimuat di buku Tersesat Membawa Nikmat.

Trackback

9 comments untill now

  1. Sofia Mansoor @ 2009-07-22 11:59

    how true Eva’s poem is… susaaaah bangets mau tune-in ke kehidupan normal yang selalu dikejar singa mati… untung si singa mati ditendang agak jauh ke esok :)

  2. Cakep nih puisinya, Va. Baru berasa baca puisi tapi kaki tetap napak di tanah. Biasanya saya ogah baca puisi lantaran melayang di awang-awang.

  3. Puisi yang serupa cermin..menegur diri sekaligus menerima kenyataan:)

  4. […] tanggal 24 Agustus hingga 29 Agustus 2009, Bahtera menyelenggarakan Lomba Terjemahan Puisi “Di Atas Kertas” karya Eva Y. Nukman. Ada 23 karya terjemahan puisi yang masuk: 18 bahasa Inggris, 2 bahasa […]

  5. […] banyak puisi yang saya tulis, tapi “Di Atas Kertas” memberi saya pengalaman yang sangat berbeda, apalagi ketika tulisan yang dapat dikatakan […]

  6. […] Gedicht wurde aus dem indonesischen Gedicht von Eva Y. Nukman “Di Atas Kertas” übersetzt und das können Sie auch in Bahtera finden. Do you think this is useful? Please […]

  7. […] lama juga Bahtera tidak mengadakan lomba ya? Yang terakhir adalah Lomba Penerjemahan Puisi “Di Atas Kertas” yang berlangsung pada Agustus 2009 yang berhasil memikat 22 orang Bahterawan untuk ikut […]

  8. Banyak artikel yang bermanfaat dan bisa kita pelajari di blog ini, jempol untuk admin nya 😀

  9. ANGKA JITU DAN AKURAT YANG BISA ANDA MENANGKAN HARI INI INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL JAMIN 100% TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH TERBUKTI 9X TRIM’S ROO,MX SOBAT.

    ANGKA JITU DAN AKURAT YANG BISA ANDA MENANGKAN HARI INI INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL JAMIN 100% TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH TERBUKTI 9X TRIM’S ROO,MX SOBAT

Add your comment now