Lokalisasi (localization) akhir-akhir ini menjadi jargon yang cukup sering dibicarakan dalam konteks penerjemahan. Sebagai subjek yang semakin populer dalam ranah praktik penerjemahan, lokalisasi semakin sering ditemui dalam kerja sehari-hari penerjemah. Meskipun pada dasarnya penerjemahan dalam proses lokalisasi kurang lebih sama dengan penerjemahan pada umumnya, ada kesalahkaprahan yang menyebutkan bahwa keduanya berbeda. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa penerjemahan dalam proses lokalisasi dapat menghasilkan terjemahan yang lebih baik daripada penerjemahan biasa. Untuk selanjutnya, tulisan ini akan berusaha menjabarkan proses lokalisasi secara umum, menunjukkan bahwa pendapat seperti di atas tidak tepat, dan memberikan gambaran sederhana peran penerjemah dan penerjemahan dalam proses lokalisasi.
Lokalisasi dan Penerjemah
April 29th, 2010Back Translation
April 19th, 2010“Back translation” adalah istilah teknis dalam dunia penerjemahan, yang mungkin tepat untuk dipadankan dengan “Terjemahan balik.” Istilah ini bermakna menerjemahkan materi dari bahasa A ke bahasa B, kemudian hasil terjemahan bahasa B diterjemahkan balik ke bahasa A oleh orang (editor) lain. Prosedur ini sangat berguna bagi editor, terutama bagi yang belum banyak jam terbangnya, untuk memeriksa ketepatan atau kecermatan makna aslinya seperti yang dimaksud oleh penulisnya.
Semerbak Harum di Taman Bunga
March 17th, 2010Katakanlah dengan bunga. Demikian kata pepatah, yang di masa lalu pernah dipermasalahkan sebagian orang di beberapa kota besar Indonesia. Kala itu ada anjuran agar ucapan selamat tidak lagi disampaikan dengan mengirim karangan bunga, melainkan dengan cara lain, biasanya sumbangan berupa uang. Cara ini dianggap lebih bermanfaat karena bukankah bunga kiriman pada akhirnya dibuang dan menjadi sampah? Tetapi, tentu saja mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan bunga menjadi uring-uringan. Rezeki mereka terpangkas oleh kebijakan yang dilatarbelakangi oleh niat mengurangi sampah itu. Padahal, kalau dipikir-pikir, sampah bunga yang bersifat organik ini sangat mudah hancur, dan dipastikan tidak mencemari lingkungan. Marilah pembaca, kita berjalan-jalan di taman bunga khayal dan membalik-balik kisah di balik beberapa nama bunga dan tanaman.
Dua Bahasa Saja Tak Cukup
February 23rd, 2010Banyak orang mengira menguasai dua bahasa adalah cukup untuk menjadi modal penerjemah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Untuk menjadi penerjemah ada beberapa modal yang perlu dimiliki oleh seseorang, dan penguasaan dua bahasa hanyalah beberapa di antaranya.
Kateglo: Pemanfaatan internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia
February 21st, 2010Salah satu tolok ukur kemajuan suatu bahasa adalah kekayaan kosakatanya dan kemampuan kosakata tersebut untuk memerikan berbagai konsep baru seiring dengan perkembangan pengetahuan. Pembentukan istilah bahasa Indonesia selama ini menjadi tugas Pusat Bahasa (Pusba) dengan bantuan para ahli bidang yang bersangkutan. Meskipun tak dapat dimungkiri bahwa upaya Pusba untuk memodernkan terminologi ini cukup berhasil memperkaya kosakata bahasa Indonesia, sering kali neologisme yang dibentuk kurang berterima di masyarakat karena kurangnya pelibatan publik dalam pembentukannya serta terbatasnya sosialisasi penggunaan terminologi tersebut. Internet sebagai medium yang dapat diakses publik tanpa batasan lokasi adalah sarana yang tepat untuk mengatasi masalah kolaborasi dan sosialisasi dalam bidang peristilahan ini. Kateglo dirancang sebagai sistem yang memanfaatkan internet untuk pengayaan istilah bahasa Indonesia dengan memberdayakan kebijakan khalayak.
Read the rest of this entry »
Lomba Bahtera Februari 2010
February 16th, 2010Bahterawan budiman,
Sudah agak lama juga Bahtera tidak mengadakan lomba ya? Yang terakhir adalah Lomba Penerjemahan Puisi “Di Atas Kertas” yang berlangsung pada Agustus 2009 yang berhasil memikat 22 orang Bahterawan untuk ikut “mengasah pena” dan memeriahkan acara tersebut.
Kali ini, sambil menunggu bahan lomba berbentuk lain selain puisi, Bahtera kembali menyelenggarakan lomba penerjemahan puisi. Bahan lomba diusulkan oleh John Gare, Bahterawan Australia, yang menemukan puisi lama ini dalam sebuah majalah terbitan tujuh tahun yang lalu di meja ruang tunggu juru bahasa di Refugee Review Tribunal, Melbourne.
Mens Sana In Corpore Sano
February 12th, 2010Apakah Anda termasuk orang yang berkeberatan menggolongkan permainan catur sebagai olahraga? Mengapa? Apakah karena Anda berpendapat bahwa catur lebih tepat disebut olahotak, bukan olahraga, karena otaklah yang lebih berperan dalam permainan tersebut?
Anda tentu kenal moto di atas, moto yang banyak dianut para olahragawan di seluruh dunia. Secara bebas, kita biasa menerjemahkannya menjadi: “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Jagoan catur kita, Utut Adianto, pastilah tahu benar bahwa untuk dapat bermain catur dengan prima, baik jiwa maupun raga harus dalam keadaan sehat. Jadi, sesuai benar dengan moto itu.
Meningkatkan Kualitas Terjemahan Melalui Evaluasi Mandiri
February 3rd, 2010Berbeda dengan penerjemah yang bekerja di sebuah perusahaan, penerjemah lepas tidak banyak memiliki kesempatan untuk mengukur kualitas terjemahannya secara objektif. Penerjemah yang bekerja di perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas terjemahan pekerjanya. Sementara penerjemah lepas biasanya hanya bisa mengharapkan masukan seadanya dari klien.
Padahal sering kali klien sendiri tidak bisa langsung menilai hasil terjemahan saat menerimanya. Ini terutama jika klien Anda adalah perusahaan luar negeri yang tidak mengerti bahasa yang kita terjemahkan. Untuk sampai ke tangan konsumen akhir, terjemahan harus menempuh proses yang memerlukan waktu tidak sedikit. Karena itu, ketika klien menemukan kesalahan dalam terjemahan kita, sudah terlambat untuk memperbaiki. Klien tidak akan repot-repot menghabiskan waktu mengajukan keluhan. Mereka akan langsung berhenti menggunakan jasa kita. Kalau Anda mempunyai klien yang tidak pernah mengeluhkan kualitas terjemahan Anda dan tiba-tiba saja berhenti mengirimkan pekerjaan ke Anda, bisa jadi ini pertanda ada masalah dengan kualitas terjemahan Anda.
Pedoman bagi Penerjemah
February 1st, 2010
Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya temukan yang memberikan pedoman teoritis sekaligus praktis untuk melakukan penerjemahan. Buku ini adalah buah karya Rochayah Machali (Rochie) yang telah berkecimpung, baik sebagai teoritisi maupun praktisi, dalam bidang penerjemahan sejak awal 1990-an. Saat ini beliau menjadi pengajar di School of Languages and Linguistics, University of New South Wales, Sydney, Australia.
Read the rest of this entry »
Sexy
January 31st, 2010“Wanita mana yang tidak ingin berpenampilan sexy”. Kalimat ini bukan suatu pertanyaan, melainkan pernyataan ahli kecantikan di acara TV. Dia ingin menandaskan bahwa semua wanita tentu ingin berpenampilan sexy. Biasanya orang sudah merasa “tahu” apa yang dimaksud dengan “sexy” meski akan susah menjelaskannya. Bahkan bila ditanyakan artinya, jawabnya akan “ngaco”. Namun demikian mereka, terutama cewek, selalu setuju dengan pernyataan itu. Namun anehnya, mereka sering mengelak kalau dituding berpenampilan sexy.